-01

18 2 0
                                        

Typo bertebaran, Ye Guys!

Sinar Matahari menembus Gorden Kamarku, Membuat ku bisa merasakan Cahayanya yang begitu menyilaukan.

Aku terbangun dari tidur, mendudukan diri di Ranjang lalu menatap sekeliling Kamar. Mata ku tertuju di suatu tempat, lebih tepatnya disamping ku.

Aku melihat Sosok yang sangat ku sayangi sedang tertidur dengan Damai. Aku bisa melihat Wajah kelelahan dari nya, Mungkin karna aktivitas kami semalam.

Aku berusaha menurunkan kaki ku walau dibawah nya sangat perih. Padahal ini sudah sering aku lakukan tapi kenapa masih sakit.

" Akh. " ringis Ku, membuat seseorang yang tertidur harus terbangun. Ia menghampiri diriku lalu memengang bahu ku.

" Apakah sakit? " Tanya nya Polos. Aku memukul lengannya membuat nya meringis.

" Kau sangat menyebalkan, aku sedang sakit. Malah mengejek. "

" Mianhe. "

" Cepat, Bantu aku berdiri. Nanti aku bisa terlambat sekolah. " Dia mengangkat ku hingga di kamar mandi.

" Turunkan Aku. " Ucapku, tapi seakan tuli ia tetap mengendong ku hingga masuk ke kamar mandi. Ia meletakkan diriku di bath Up lalu ia menyalakan shower. Itu sangat Dingin, membuat ku hampir mengigil.

" Keluar. " Ucapku. Dia keluar dari kamar mandi lalu menutup pintu.

Aku segera membersihkan badan ku, tidak ingin terlambat walaupun sulit untuk bergerak tapi ku tetap memaksa.

Setelah selesai Mandi, aku keluar dari Kamar mandi hanya menggunakan Handuk sepaha. Aku bersyukur dia sudah tidak berada dikamar ku lagi.

Dengan cepat aku mengambil seragam sekolah ku, lalu memakainya. Merasa sudah rapi, aku berjalan menuruni tangga menuju Meja Makan.

Disana aku dapat melihat Eomma, Appa dan Oppa ku. Aku menghampiri mereka lalu seperti kebiasaan ku, aku selalu mengucapkan selamat pagi.

" Morning, All. " Ucapku sambil menarik kursi.

" Morning Too, Irene. " ucap mereka serempak. Aku tersenyum lalu mengambil sehelai Roti.

" Irene. " Appa Memanggil, aku segera mendongak.

" Ya? "

" Appa, Tidak bisa mengantar mu. Nanti Oppa mu yang mengantar. "

" Baiklah. " Aku sangat senang, akhirnya Oppa ku yang mengantar ku ke sekolah.

Setelah selesai Sarapan Aku mengambil tas ku lalu berangkat Sekolah, tak lupa aku berpamitan terlebih dahulu kepada Eomma dan Appa.

***
🍂🍂🍂

Aku sekarang sudah berada didalam Mobil, pastinya dengan Oppa ku yang sibuk menyetir. Sesekali Ia melirik ku dan sebaliknya.

" Bagaimana, Masih sakit? " ucapnya. Aku hanya menggeleng.

" Tidak terlalu. " Dia mengacak-ngacak Rambut ku, lalu menggenggam tangan Ku.

" Maafkan, Oppa membuat mu susah jalan. "

" Gwanchana Oppa. "

Sampailah di sekolah, aku membuka pintu penumpang tapi ditahan Oleh Oppa ku. Membuat ku menoleh.

Cup.💋

Dia mencium Bibir ku singkat, lalu mengelus pipi ku.

" Pergilah, nanti kau bisa dihukum. " Aku hanya diam sambil keluar dari Mobil, sebelum benar-benar pergi aku mengetuk kaca mobil dan kaca Mobil itu perlahan turun.

The Fault [ SLOW UPDATE]Stories to obsess over. Discover now