Sebuah mobil berhenti didepan gerbang sekolah SMA NUSA BANGSA, semua murid penasaran siapa orang yang ada didalam mobil tersebut. Seorang gadis turun dari mobil dengan wajah menunduk ia berjalan tanpa menghiraukan panggilan dari orang yang berada didalam mobil tersebut. Ia berjalan diantara murid NUSA BANGSA yang lain menuju kelasnya dilantai bawah XI IPS 3.
Begitu dia tiba dikelasnya, sahabat sahabatnya sudah berkumpul dimejanya. Seperti biasa menunggunya datang untuk sarapan bubur dikantin sekolah.
"Gue nggak ikut ya, gue udah sarapan dirumah." Sela Rere langsung duduk dibangkunya.
"Oh itu sebabnya lo telat sampe dianterin depan gerbang?" Ucap Desta salah satu sahabat Rere yang terkenal paling anti dengan namanya laki laki.
"Bagus dong, selama inikan lo selalu jalan kaki." Balas Anya satu dari sahabat Rere yang terkenal manja dan polos.
"Kalau udah jadi kebiasaan dia. Mana mungkin dia seneng." Timpal Resta juga sahabat Rere, dan bisa disimpulkan dari ke-4 dari mereka hanya Resta yang selalu berfikir logis.
Namanya "Rere Katlilea Febrian" gadis yang bisa dibilang salah satu cewek yang sering dipuji karena gadis itu memiliki mata biru cerah, dan juga memiliki kedua lesung pipi yang manis saat tersenyum. Dia salah satu cewek populer disekolah nya, sering mengikuti ekskul. Banyak orang yang suka padanya, namun tak sedikit pula yang membencinya. Tidak banyak yang bergabung bersamanya, karena Rere lebih sering menghabiskan waktu bersama ke-3 sahabatnya.
Dikantin belakang sekolah Rere dan ke-3 sahabatnya sedang asik makan. Tetapi keasikan mereka terhenti saat seseorang memanggil namanya.
"Kenapa kak?" Tanya Rere to the point.
"Kita disuruh kumpul sama pembina OSIS." Kata Fitri kakak kelas Rere yang ikut menjadi anggota OSIS sekolah Nusa Bangsa.
"Oh oke, lo duluan aja kak. Nanti gue nyusul." Rere tersenyum kecil.
"Oke deh, tapi jangan lama ya! Yang lain udah nunggu soalnya." Peringat Fitri yang langsung dijawab dengan anggukan Rere.
Saat selsai menghabikan makanan mereka, Rere dan ketiga sahabatnya berjalan menuju ruangan OSIS, yang lain hanya mengantar, setelah itu mereka berniat kembali kekelas. Suara bariton menyapa Rere, senyum mengembang diwajah tampan pria itu.
"Hai Re. Udah dateng?." Sapa Dian, cowok yang menjabat sebagai ketua OSIS SMA NUSA BANGSA. Terkenal karena banyak yang mengaguminya, cowok yang selalu mendapat perhatian dari semua gadis NB.
"Kak, kita juga disini. Kok yang disapa cuman Rere doang?" Sosor Anya sedikit cemburu. Desta&Resta mengangguk setuju, sedangkan Rere hanya tertawa.
Dian tertawa pelan. "Sorry kebawa suasana, jadi lupa." Elaknya bercanda.
"Kebawa suasana gimana sih? Kita dari tadi disebelah kakak kali." Balas Anya bingung
"Iya iya bercanda, nah adik adik karena sebentar lagi rapat mau mulai, sebaiknya kalian kembali kekelas." Kata Dian cengengesan.
"Ngusir nih ceritanya?" Tanya Resta mulai bersuara,
"Iya." Dian tertawa, lalu menarik Rere kedalam ruang OSIS.
****
Kantin!! Tempat yang akan selalu ramai saat jam istirahat, tak heran jika murid Nusa Bangsa rela bedesak desakan hanya untuk memuaskan rasa lapar mereka setelah tadi penat belajar.
Rere dan ketiga sahabatnya datang, melirik isi penjuru kantin untuk menemukan tempat duduk yang kosong. Setelah mendapat tempat duduk disudut. Desta pergi untuk memesan, sedangkan yang lainnya menunggu.
"Gue boleh duduk disini kan?" Tanya Dian kepada mereka, meminta persetujuan dan dibalas anggukan dari Resta&Anya. Sedangkan Rere sibuk dengan ponselnya.
"Desta mana?" Tanya Dian lagi melirik penjuru kantin untuk mencari keberadaan Desta.
"Ngapain lo nyari gue?" Desta datang dengan membawa nampan berisi makanan ditangannya, lalu duduk menghadap Dian.
"Salah kalau gue nanya?" Pertanyaan yang tak bisa Desta jawab justru membuat Dian tersenyum kecil.
Rere yang baru sadar ada Dian yang duduk disampingnya bertanya. "Ada apa kak? Ada perlu?"
"Engga. Cuman mau makan aja." Jawab Dian menatap Desta sekilas, kemudian menyunggingkan senyum pada Rere. Rere hanya ber oh ria.
Dian memperhatikan cara Desta makan, menatap Desta dari bawah keatas. "Ta! Kalo pake baju itu yang bener" peringat Dian nada memerintah.
Desta melihat penampilannya yang terlihat acak acakan dan Desta hanya acuh dengan protesan Dian. "Suka suka lah. Baju² gue" ketusnya.
Dian memutar bola matanya malas, lalu melirik Rere.
"Kaya mereka bisa nggak sih?" Tuntut Dian "lo tuh cewek, harus jaga image!" Lanjutnya.
"Terus gue peduli!!" Tegas Desta penuh penekanan.
"Lo nggak bisa apa kaya Rere? Santai, sopan, dan yang jelas rapi. Nggak kaya lo!" Tutur Dian mengangkat dagunya ke arah Rere.
BRAK!
"Rese lo!" Desta menggebrak meja, karna itu pandangan penghuni kantin mengarah padanya. Desta pergi meninggalkan kantin.
Desta emosi, tak bisa dipungkiri bahwa dia kesal pada ketua Osis satu itu. Desta heran mengapa banyak orang yang suka pada manusia menyebalkan itu.
Resta mensterilkan perasaan terkejutnya akibat gebrakan Desta "lo salah kak" jelasnya
"Hah?" Gumam Dian tak mengerti ucapan Resta.
Resta menghembuskan napas "Desta paling nggak suka dibanding bandingin!" Tuturnya lagi. Dian mengikuti pandangan Resta yang tertuju pada Desta yang kini mulai meghilang.
Dian mengangkat bahunya acuh. Menoleh pada Rere yang masih sibuk dengan ponselnya.
"Nggak sakit mata lo liatin hp mulu?" Kekeh Dian yang mendapat lirikan mata dari Rere.
"Kenapa?" Rere bingung maksud dari pertanyaan Dian.
Dian mengulurkan tangannya sembari mengangkat dagu. Rere mengerutkan dahi "Apa?"
"Pinjem handphone lo" tarik Dian sebelum mendapat persetujuan dari Rere.
"Buat apa?"
Dian tidak menjawab, dia mengetik sesuatu diponsel Rere membuat Rere dan ke-2 sahabatnya penasaran.
Dian memberikan ponsel Rere, "Nanti bales chat gue ya" pintanya, lalu berdiri dari kursinya dan bergegas pergi.
****
"Lo denger kan bro! Dia lagi deket sama ketos kita." Ulang Tio meyakinkan.
"Gue nggak peduli!!" Jawab cowok itu tajam.
Tio tersenyum meremehkan, "Yakin lo?" Tanya Tio tak percaya.
Lagi lagi cowok itu tak mengubris perkataan temannya itu, dia malah berjalan dengan memasukan kedua tangannya kedalam saku celananya meninggalkan Tio. Tio berdecak kemudian menyusul sahabatnya.
Tak butuh waktu lama memang, kedekatan Rere dan Dian kini sudah menyebar dipenjuru sekolah. Bukan hal yang tak bisa dilupakan bagaimana kedekatan mereka bisa menjadi bahan gosip sekolah. Karena yang mereka tahu Dian yang menjabat sebagai ketos itu paling benci dengan perempuan. Namun kini Dian dekat dengan Rere membuat semua murid bertanya tanya.
Tio sedang berganti baju untuk latihan basket dengan teman temannya. Seperti biasa dia selalu menempel pada temannya yang juga salah satu most wanted boy, untuk mendapat perhatian para gadis. Setelah selsai teman teman Tio mulai berlatih basket termasuk the most wanted yang kini menjadi pusat perhatian.
***
DU LIEST GERADE
Stay With Me ✔
Jugendliteratur[Slow Update] seperti kata pepatah 'cinta akan selalu hadir walau dalam wujud yang berbeda' penasaran?! langsung baca yaa jangan lupa vote+komen
