Di sore hari yang terlihat agak gelap yang pasti menandakan akan hujan turun.
Semua siswa keluar dari ruangan kelas untuk pulang , karna jam sekolah sudah selesai.
Suara langkahan siswa yang saling berlomba untuk keluar dari gedung.
Aku mengambil payung dari loker ku yang sengaja ku taruh, untuk berjaga seperti sekarang ini.
Saat ruangan kelas sudah sepi tiada orang yang didalam kecuali aku yang sekarang masih diabang pintu menunggu dia yang ku lihat sekarang sedang menghampiri ku.
Dan sekarang dia telah di depan ku dengan dia yang masih mengatur nafasnya dan tak lupa dia masih tetap menunjukan senyumnya kepada ku.
"Arin kamu sudah lama nunggu sendiri ya ? " sekarang sepertinya ridwan sudah selesai menormalkan nafasnya karna terlihat dari suaranya dan bahu yag sudah tidak naik turun lagi.
"Nga ko tadi ada temen cumang karna agak mendung jadi mereka pulang semua "kataku sambil memberikan senyuman ku padanya.
"Maap tadi aku dipanggil ke ruang guru buat kasih buku tugas kelas " kata dia.
"Kenapa bukan angga, bukan nya dia ketua kelas ?" kata ku karna memang angga lah ketua kelas dan ridwan hanya anggota kelas.
"Dia nga masuk, dan karna tadi aku ketiduran jadi guru menyuruhku untuk menaruh buku dimejanya " aku hanya ber-o ria.
"Kalau begitu ayok pulang, diluar sudah gelap seperti akan turun hujan deras karna memang tadi banyak petir yang terdengar " kata ku.
"Benar sepertinya akan hujan "
Kemudian aku dan ridwan jalan keparkiran yang masih ada beberapa anak yang belum ingin pulang untuk berkumpul bersama teman nya.
Ridwan sekarang ada di depan ku dengan dia yang sekarang memakai helm.
"Nih pakai helm aku nga mau kamu kenapa-napa " kata dia yang memberikan helm biru laut kepada ku.
Aku mengambilnya tanpa penolokan dan langsung memakainya.
Dan langsung ku gerak kan badan ku untuk naik ke motor nya.
Dia menyalakan mesin motornya dan pergi dari tempat parkiran.
---
"Makasih ya wan " aku memberikan helm yang kupakai kepada ridwan.
Aku dan ridwan hanya teman yang kebetulan kami teman dari kecil dan rumah kami juga saling berdekatan , karna rumah kami saling berhadapan.
Jadi kami sudah akrab seperti saudara walaupun kenyataanya bukan.
"Yaudah sih lagian kan rumah kita depan-depanan nga salahkan ,lagian juga mama kamu nitipin kamu ke aku" katanya yang sekarang menaruh helmnya dijok motor nya.
"Oke sampai jumpa besok pagi, nanti akan datang kerumah mu " katanya sambil menyalakan mesin motornya.
"Baiklah sampai jumpa " ku lambaikan tangan ku ke arahnya yang sedang tersenyum ke arah ku walaupun dia sedang memakai helm tapi aku tau karna terlihat matanya yang sedikit mengecil seperti saat dia tersenyum seperti biasa.
Ku masuk kedalam rumah yang kosong tiada orang yang menempati.
Ayah dan ibu ku selalu mementingkan pekerjaanya dibandingkan kepentingan anaknya.
Mereka seudah seperti ini sejak aku kecil.
Aku menaikin setiap tangga di dalam rumah ku menuju ke kamar.
Ditangga itu terpajang foto-foto ku dari kecil sampai dari dewasa dari bersama keluarga teman dan dia.
Sampai aku melihat pintu berwarna putih yang dekat dengan tangga dan itu kamar ku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Through everything with you
Short StoryYou that there beside to my case to the end, although I don't want to let you go but finally I had to give up your ~Slow update~ *11,04,18
