*Yang dicetak miring flashback
Kali ini aku kembali memperhatikan laki-laki manisku dari balik meja toko kue tempatnya bekerja.Dengan celemek dan pakaian koki yg terlihat longgar dia sibuk menyiapkan pesanan.
Aku mengayuh sepedaku dengan tergesah-gesah.Sesampainya di belokan aku melihat seorang anak laki-laki sedang meringkuk sambil menangis dikelilingi oleh beberapa anak yang badanny jauh lebih besar darinya.
Kulempar sepedaku sembarangan,kutarik dia ke belakang punggungku.Melihat seragam yang aku pakai ketua gerombolan memerintahkan untuk bubar.Dari balik punggung samar ku dengar
"Makasih,kakak udah mau bantuin aku"
" iya sama-sama,sekarang naiklah aku antar kamu ke sekolah"jawabku
Sepanjang perjalanan menuju kesekolahnya dia bercerita bahwa dia hanya tinggal bersama ibunya yg berjualan kue.
Setelah sampai di pintu gerbang sekolah dia turun dari sepeda dan mengucapkan terima kasih.Sebelum dia pergi,aku memegang tangannya dan berkata
"Aku Tobi,Tobias Hutomo Adhie "
"Gabrielle Rizky,panggil Iky ajah" jawabnya dengan senyum mengembang.
"Pulang sekolah tunggulah disini aku akan menjemputmu" kataku lagi
"Baiklah asal tidak merepotkan kaka"jawabnya dengan tersenyum
Aku tersadar dari lamunanku saat seorang pramusaji menanyakan pesananku.
"Strawberry Cheese Cake dan Matcha Ice Blend " jawabku sambil tersenyum.
"Baik adakah yang lain tuan?"tanya pramusaji tersebut
"Tidak terima kasih" jawabku
Pramusaji tersebut menaruh kertas pesananku di jendela pantry,sesaat setelah itu laki-laki manisku terseyum kepadaku.Ya kepadaku karna saat ini hanya aku yg sedang duduk dan menunggu pesanan.
***
Siang ini aku bergegas ke bandara,menuju ke Surabaya.Ya beginilah rutinitasku bolak-balik Jakarta-Medan-Surabaya mengurus semuanya supaya aku bisa menjaga dan membuatnya layak di sampingku.
Aku menghempaskan tubuhku di kursi penumpang mencari posisi nyaman untuk beristirahat.Aku berusaha memejamkan mataku untuk tidur.
"Tobi duduk Ayah dan bunda mau bicara." kata bunda sambil berjalan disampingku.
"Bunda kecewa sama kamu Tobi "kata bunda lagi
"Bunda gak pernah ngajarin kamu buat jadi HOMO"bentak bunda
"Kamu penerus keluarga Tobi,jangan buat malu dengan hal ini."timpal ayah
"Bersiaplah Tobi ayah akan mengenalkanmu dengan perempuan baik,pintar juga dari keluarga kolega ayah"kata ayah
"Kamu tidak boleh membantah Tobi."kata Bunda lagi.
Aku tidak bisa berkata apa-apa yang ada dipikiranku hanya Iky.
Aku terbangun karena mimpi itu lagi,mimpi yang membuatku meninggalkan Iky.
***
Aku mengetuk pintu kantor kepala cabang,setelah perjalananku.
Karena pintu tidak segera dibuka,akupun membukanya dan mendapati kepala cabangku lesu dibalik laptopnya.
"Dias apa sesulit itu??"tanyaku
" Ma broo kamu datang."jawab Dias sambil memelukku.
"iya bro,tolong datanya"pintaku
Iya,Dias adalah sahabat SMAku,dia juga adalah orang kepercayaanku.Setelah mendapat data yang aku butuhkan aku bertukar posisi untuk menyelesesaikannya.
"Bro,apakah pencarianmu sudah berakhir?"tanya Dias tiba-tiba.
"Heeum,raganya sudah bro tapi hatinya belum."jawabku
"Cinta bisa mengubah segalanya,seorang Tobias yang gigih dan pantang menyerah sekarang lagi galau."ledek Dias
"terserah kamu bro"jawabku acuh
***
Hampir tiga jam aku berkutat dengan pekerjaanku,aku berusaha supaya ini semua dapat dikendalikan dan kembali normal sampai suara ini membuat Dias tergelak.
"Santai ma bro,isi perut dulu."ajak Dias
"Hahahaaaha,iya bro aku terlalu terobsesi untuk menyelesaikan ini semua."jawabku
"Kita delivery saja ya bro,aku tau kamu malas pergi." kata Dias
"Kamuu memang sahabatku Dias"jawabku menepuk bahunya.
Setengah jam kemudian pesanan Dias pun datang,Kami menyantapnya sambil berbincang.
"Masih suka Cheese Cake kan bro?"tanya Dias
"hahaahaaa tak perlu kamu tanyakan bro seloyangpun akan mampu mebghabiskannya."jawabku dg semangat.
"hahaaahaaaa,kalo kamu bro bukan Cheese cake lovers tapi kena sindrom Chesse Cake Love"kata Dias dg terbahak
"hahaaahaaa bro kamu bisa saja"kataku
"sekarang gmn bro??kamu mau menyerah??tanya Dias
"apa kamu lupa ias tujuanku melakukan ini semua??"jawabku datar
"Woles bro,aku hanya memastikan karna td kamu bilang dia tidak mengingatmu."kata Dias menjelaskan
"Aku akan memperbaiki semuanya bro,aku jg harus menemui orang tuaku!"jawabku tegas
"Semangat ma bro,aku selalu mendukungmu."jawab Dias sambil menepuk bahuku.
***
Holla ini karya pertamaku MAKASIH sudah mau mampir.
VotMent ya sbg motivasi aku nulis.
Maaf apabila bahasa yang digunakan berantakan.
YOU ARE READING
Cheese Cake Love
RomanceSenyuman manis itu,pipi yang memerah dan aroma greentea hal yang dapat aku ungkapkan tentangmu. Dan sekarang bertambah CHEESE CAKE. Tapi semua yang kita lalui tidak selembut dan selumer Cheese Cake saat dimakan,akan banyak ganjalan jadi anggap ganja...
