Dia diam menatap langit malam. Beberapa minggu lagi dia akan meninggalkan tempat ini, 2 tahun sudah berlalu jadi secepatnya dia akan pergi ke kota asal nya dan tempat kelahiran nya.
Bisa di bilang dia hanya singgah di kota ini atau bahkan merantau sesaat. Dia rindu, rindu kota kelahiran nya dia rindu kemacetan ibukota kelahiran nya dan yang paling terpenting dia merindukan kekasih nya kota tersebut.
Dia tersenyum bahagia karena tidak lama lagi dia akan bertemu dengan sosok yang diri nya rindukan di kota itu
Dulu Tifanka pernah memutuskan hubungan nya saat diri nya ingin pindah ke Lampung. Tetapi Miron enggan menyetujui nya dia meminta kepada Tifanka untuk tetap menjalani hubungan dengan LDR
Memang berat tapi apa daya Miron yang sudah sangat mencintai Tifanka dan tidak bisa melepaskan Tifanka begitu saja
Seiring berjalan nya waktu hubungan mereka masih tetap terjalani walaupun jarak memisahkan tapi hati tidak dengan itu
Tetapi itu tidak berlangsung lama karena suatu ketika sekolah nya sedang mengadakan kemping di sebuah hutan
Dan itu menyebabkan ponsel Tifanka menghilang,saat itu Tifanka sudah berusaha untuk mencari ponsel nya tapi apa daya mungkin ponsel nya sudah ditemukan oleh orang lain.
Tifanka yang tidak hafal dengan nomor Miron pun menjadi sulit untuk menghubungi kekasih nya itu lagi.
Tifanka berusaha mencari nama kekasih nya lewat sosial media tetapi media sosial milik kekasih nya itu sudah tidak aktif atau gimana Tifanka tidak mengerti.
Tifanka yang percaya seratus persen kepada Miron sampai saat ini masih enggan mencari pengganti Miron karena dihati nya hanya ada nama MI-RON
Dan di hati Miron juga pasti ada nama diri nya dia yakin akan hal itu
Kalau di hati Miron tidak ada nama Tifanka untuk apa Miron dulu tidak menyetujui jika ia ingin memutuskan Miron. Toh Miron yang mengatakan kepada nya sendiri jika dia akan menunggu Tifanka sampai kapan pun
Terkadang Tifanka seperti orang gila sendiri jika mengingat kata kata manis Miron dulu. Bisa di bilang dulu hubungan mereka jauh dari kata PERTENGKARAN
Aku merindukan kamu Ironman ku apakah kamu sama dengan ku yang sedang menatap langit malam yang sama? -Tifanka Sasikirana Arundati
***
Dia diam menatap langit malam yang sedang menumpahkan air mata nya. Malam ini di kota Jakarta sedang hujan deras tapi Miron sangat itu entah mengapa jika hujan turun Miron sangat menyukai hal itu.
Deringan ponsel membuat nya enggan untuk bangun dari tempat duduk nya
Dan untuk ketiga kali nya dia terpaksa bangun dari tempat duduk nya untuk mengecek ponsel nya.
Angel is calling
"Kamu dimana? kok gak hubungin aku sih? kok km gak sms aku sih? kamu udh lup---"
"Nanya satu satu bisa?" langsung memotong celetohan angel
"Kan aku khawatir sama kamu sayang"
Ini yang tidak sukai oleh Miron kepada Angel orang nya Protektif. Andai masih ada Tifanka pasti hidup nya akan bahagia
"Halo sayang kamu masih disana kan,kok diem sih?" tanya nya
"I'm okay aku hanya butuh istirahat aja bye!" Miron memutuskan dengan sepihak
Dia mematikan ponsel nya malam ini dia hanya ingin sendiri
Miron meremas rambut nya dia seperti orang stress, sejak tadi pagi perut nya belum sama sekali terisi dan bahkan dia bolos sekolah
Begini lah dia jika teringat dengan tifa gadis kecil nya. Tidak ingin berbicara kepada siapapun dan terus mengurung diri dikamar seperti anak gadis saja
"Gadis kecil ku kamu dimana?"
Tatapan nya kosong menatap langit malam
Aku bahkan lebih merindukan mu gadis kecil ku bahkan aku sama seperti mu menatap langit hujan malam yang sama. -Miron Avathara
.
.
Finish!
Yeeeeeyyyy sebenernya ini cerita kedua ku beda alur cerita aja sih
.
Cerita ini berminggu minggu nulis nya
💙Salam Sayang Dari TIFANKA
SASIKIRANA ARUNDATI💋
Happy Reading Pencinta Wattpad
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince Skateboard
Fiksi RemajaMiron yang diharuskan pindah ke Australia karena alasan tertentu yang mengharuskan diri nya meninggalkan negara asal nya dan tentu nya meninggalkan pujaan hati nya yang baru bertemu kembali setelah beberapa tahun lalu lama nya. Tifanka yang sangat m...
