Pizza Delivery : 1

544 66 4
                                        

Yoongi, atau yang akrab disapa Suga hanya sedang tidak ada ide untuk lagunya saat ini. Namun hal seperti ini mampu membuat perasaannya memburuk. Sudah pukul 3 sore, dirinya belum makan sejak pagi. Hanya segelas kopi hitam yang sempat mengisi perutnya. Ia membuka lemari pendingin dan mendesah malas untuk menjumpai telur 1 butir dan sebungkus ramen instan. Sialnya lagi, manajer tercinta sedang berlibur 2 hari dan berada sangat jauh darinya, sehingga Ia tidak bisa menyuruh siapapun untuk membuatkannya makanan. Bahkan merebus ramen dan telur pun dia enggan. Dengan wajah ditekuk, pria bersurai pirang itu mengambil ponsel dan mengetik beberapa digit nomor untuk memesan pizza. Ya, pizza terdengar tidak buruk untuk hari yang terasa buruk.

"Aku pesan pizza meat lover dengan ukuran medium. Tambahkan ekstra keju mozarella di atasnya."

"Ada yang ingin ditambahkan? Misalnya, anda ingin mencoba menu baru kami?"

"Tidak, hanya itu. Alamatku berada di jalan xxx. Apartemen nomor xx atas nama Min Yoongi."

"Baik, silakan tunggu pizzanya 45 menit. Terima kasih."

"Ya, sama-sama."

Tidur selama 45 menit sembari menunggu, tidak buruk, kan?

...

Ting tong.

Bel apartemen mengganggu tidur sorenya. Teringat akan pizzanya, sontak Yoongi bangun sambil membawa uang untuk membayar. Hal pertama yang Ia dapati ketika membuka pintu apartemennya adalah, wajah seorang lelaki manis dengan eye smile, serta sepasang pipi bulat yang menggemaskan. Dan oh, jangan lupa helm diatas surai coklat gelapnya. Perasaan apa ini? Amarah Yoongi yang menggebu seketika sirna karena senyumnya. Yoongi sempat dibuat terpesona beberapa detik hingga si lelaki manis menyodorkan pizza pesanannya. Yoongi menerimanya sepenuh hati. Lalu si manis terlihat menuliskan sesuatu di sebuah note kecil yang tergantung di lehernya.

'Bayar dengan cash atau kartu?'

Ia bisu.

Yoongi tertegun sebentar. Dia segera memberikan lelaki manis itu bayarannya. Setelah membungkuk sedikit, si surai coklat gelap hendak pergi namun tangannya tertahan oleh Yoongi. Terkejut? Tentu. Ada apa lelaki tampan yang memesan pizza dari tempatnya bekerja menahan tangannya agar tidak pergi?

"Siapa namamu?"

Si lelaki manis mengernyitkan dahinya, tidak mengerti.

"Namamu, siapa?" kali ini Yoongi berbicara lambat.

Si lelaki manis akhirnya mengerti lalu menuliskan sesuatu di note kecilnya.

'Namaku Park Jimin. Aku tidak membawa alat bantu dengarku saat ini, jadi mohon maafkan aku ya. Salam kenal, Min Suga^^'

Dia juga tuli.

Tapi setidaknya Yoongi bersyukur lelaki manis ini mengenalinya sebagai selebriti. Yoongi meletakkan pizzanya begitu saja di lantai, lalu menyambar note dan pulpen yang sedang berada di tangan mungil Jimin.

'Hai Park Jimin. Aku senang kau mengenaliku. Boleh kita berteman? Ini nomorku, xxxxxxxxxx tolong hubungi aku jika kau ada waktu luang. Terima kasih, aku akan menikmati pizzanya.'

Jimin membaca tulisan itu sembari terkekeh kecil dan demi lautan manapun, tawa itu terlihat sangat indah di mata seorang Min Yoongi. Setelah memberi gerakan seperti salam perpisahan, Jimin berbalik badan menuju lift. 1 fakta lagi yang didapat Yoongi.

Cara berjalan si manis Jimin sedikit pincang.

Yoongi tidak jatuh cinta pada orang yang salah, bukan?




TBC

A Bunch Of Yoonmin's ThingsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang