murid baru

282 33 4
                                        

"Appa, Jiminie masuk dulu."

"Bertemanlah dengan anak baik, dan berperilaku baik selama disekolah. Jangan lupa, jika sudah mendapat teman baru ajak kerumah!"

"Ne appa. Bye!"

Jimin meninggalkan mobil appanya dan masuk kedalam gerbang sekolah.

Setelah sampai dalam, Jimin mengedarkan pandangannya mencari sebuah tempat. Tiba-tiba pundaknya ditepuk dari belakang.

Ia noleh, lalu orang yang nepuk itu hanya tersenyum manis menampilkan gigi kelincinya.

"Annyeong! Kau murid baru?"

"A-annyeong. Ne. Aku murid baru. Apa kau mau membantuku?"

"Membantu apa?"

"Tolong antarkan aku keruang guru. Aku harus menanyakan kelas baruku."

"Baiklah, ayo!"

Tangan Jimin digenggam oleh anak bergigi kelinci itu, lalu mereka berjalan bersama.

"Kau pindahan?" Tanya si anak bergigi kelinci.

"Ne, aku pindahan Busan."

"Busan? Wah, ternyata kita satu kota!"

"Kau juga dari Busan?" Tanya Jimin sedikit terkejut.

"Kookie!"

Si anak bergigi kelinci tersebut berhenti jalan setelah mendengar seseorang meneriaki namanya, otomatis Jimin yang tangannya masih digenggam ikut berhenti.

"Tae-hyung!"

Lelaki tinggi dengan paras tampan dan berkulit tan itu menghampiri Jimin dan anak bergigi kelinci itu. Lalu tersenyum manis.

"Kau mau kemana? Eoh, ini teman barumu?"

"Ne, hyung. Ini teman baru Kookie."

Jimin tersenyum kikuk saat lelaki tinggi itu menatapnya.

"Ohiya, hyung. Aku harus mengantarnya keruang guru. Kita bertemu dikantin nanti, ne!"

Anak yang dipanggil Kookie itupun membawa Jimin pergi menuju tujuan asalnya.

"Kookie, itu pacarmu?" Tanya Jimin.

"Ne, itu pacar Kookie. Namanya Taehyung, kelas 11. Bagaimana menurutmu?"

"Menurutku? Dia tampan, tinggi, sepertinya baik. Wae?"

"Wah, kau membutuhkan informasi penting mengenainya."

"Informasi apa?"

Kookie mendekatkan mulutnya ketelinga Jimin. "Dia sebenarnya sangat mesum, seringkali menciumku tidak tahu tempat."

♨~~~♨

"P-perkenalkan, n-namaku Park J-jimin. Panggil sa-saja Jimin. Salam kenal d-dan terima kasih."

Setelah Jimin berkenalan, beberapa dari murid yang memperhatikannya membuat percakapan kecil.

"Dia sangat imut."

"Sepertinya dia pemalu."

"Apa dia hobi makan mochi? Pipinya sangat berisi sekali."

"Pipiku kalah dengannya."

Kim seongsaenim mengintruksi untuk diam. "Jimin, kau boleh duduk dengan Taehyung."

Jimin mengangguk, lalu dia mencari yang namanya Taehyung.

Tiba-tiba, seorang lelaki yang sepertinya pernah Jimin temui mengangkat tangan.

Jimin segera menghampirinya, dan duduk dibangku yang sudah kosong karena sebelumnya Taehyung duduk dibangku tersebut.

"Kau temannya Kookie?"

"Kookie?"

Taehyung mengangguk. "Bocah bergigi kelinci cantik imut itu, yang telah mengantar kau keruang guru tadi pagi."

"Ah, aku ingat. Pantas saja, saat aku melihatmu sewaktu perkenalan tadi, aku seperti telah melihatmu. Dan ternyata benar. Aku tidak pikun."

Jimin dan Taehyung terkekeh kecil, karena takut mengganggu Kim seongsaenim sedang menerangkan materi.

Setelah 15 menit Jimin berkenalan, tiba-tiba Kim seongsaenim meninggalkan kelas karena ada orang tua murid yang ingin menemuinya.

"Taehyung, disini ada eskul apa saja?"

Taehyung mulai bercerita tentang semua eskul yang ada disekolah, dari sepak bola, volly, hingga seni.

"Apa semua eskul mempunyai ruang latihan masing-masing?" Tanya Jimin penasaran. Dulu, disekolah lamanya hanya ada 3 atau 4 ruangan untuk eskul.

"Punya, karena mereka harus fokus saat latihan agar nanti setiap ada lomba mereka bisa menang." Jelas Taehyung.

"Apa aku boleh lihat?"

"Tentu boleh, ayo!"

♨~~~♨

"Dan ini, ruang seni." Celetuk Taehyung saat mereka sampai diruang eskul terakhir, yaitu ruang seni.

Letaknya diatas lantai kelas mereka, dan sedikit memojok.

Jimin hanya diam, namun mulutnya tidak berhenti memuji ruangan yang ia lihat dari tadi bersama Taehyung.

"Apa ada piano?"

"Tentu ada. Masuklah!"

Mereka berdua memasuki ruang seni, lalu menghampiri piano.

Jimin hanya diam, lagi-lagi mulutnya memuji piano yang ada didepannya. Terdapat 5 piano yang berada diruangan tersebut.

Jimin menghampiri salah satu piano yang berwarna hitam. Ia suka hitam, piano yang dirumahnya pun berwarna hitam.

Ketika mau memainkannya, ada suara mengintrupsi mereka.


"Sedang apa kalian?"

• To be continue •

Hai, ff pertamaku

Semoga ga kehapus lagi hhh

🐾 please!

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 28, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Jimin, Love You ' YoonminStories to obsess over. Discover now