prolog

14 0 0
                                        

Raline Abrina seorang gadis yang saat ini berusia 16 tahun dan sedang duduk dikelas 2 sma bakti nusa , ia merupakan anak sulung dari pasangan kahfi hussein dan bianca fitri ,ia memiliki seorang kakak laki-laki dan seorang adik perempuan. kakaknya akrab dipanggil dengan nama bang restu, seorang lelaki yang bisa dengan cepat mengibarkan bendera perang dengan raline. Yang kedua bernama rania syakilla yang baru berumur 4 tahun dan belum bersekolah.

***

Kringgg......kriinggg......

Suara jam yang terus berbunyi itu tak berhasil membangunkan seorang raline abrina yang sedang sangat menikmati tidurnya, padahal dirinya sendiri yang telah mengeset seluruh jam dirumahnya itu agar berbunyi secara bersamaan hingga seluruh anggota rumah terbangun.

"RAALLIIIINNNNEEEEEE"


suara khas restu yang baru saja terbangun menggema didalam rumah, dan hal itu hanya menciptakan sebuah senyuman diwajah raline yang masih setia dengan penutup matanya. Restu yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa mengetuk pintu kamar adiknya geram dan dengan keras dibantu oleh binca ibunya yang juga ikut membangunkan raline.setelah sekian lamanya raline akhirnya bergegas untuk membuka pintu kamanya itu dan langsung mendapat omelan dari restu dan ibunya.

" ralinnee kamu fikir sekarang masih subuh!, cepetan mandii nanti telat kesekolah!! " ujar bianca memarahi anak gadisnya itu dan langsung menuju kedapur untuk membantu membantu bi niar memasak .

Setelah bundanya pergi sebuah pertanyaan terlontar dari mulut restu.

" Bunda belom nanya sama lo ? " ujar restu dengan serius .

" nanya ? nanya tentang apa abaang kecehh kuu ? " ucap raline dengan nada menggoda kakaknya itu .

" anjir jibang gue " sambil mengedikkan bahunya.

" tapi seneng kan lo, yaudah cepetan tadi bunda nanya apaan ? " ucap raline penasaran

" bunda tadi nanya...... LO TIDUR APA BELAJAR MATIIIII " ucap restu dengan sengaja menekankan kata-kata diakhirnya itu.

Mendengarkan perkataan kakaknya itu semakin membuat raline jengkel dengan segera raline menyatakan bahwa kakaknya itu tengah menantangnya dan siap mengibarkan bendera perang.

" lo siaappp bang?" tanya raline kepada abangnya yang hanya berbeda 1tahun itu.

" lahh siap apaan? ouhh Jangan-jangann?"jawab restu dengan cengiran khasnya.

" BANGG RESTUUUU SINI KAU HAH YA AWAS DAPAT KAU " sambil mengambil sebuah botol minyak wangi untuk memukul kakaknya yang saat ini sedang berlari ke lantai bawah untuk menghindari pukulannya.

" Bundaaaa... awas bunda hati hati ada raline galak oink oink "dengan berusaha menirukan suara 'piggy'.

Raline terdiam sebentar lalu ia berpikir lalu ia kembali mengejar kakaknya itu

" bukannya itu suara 'piggy' yaa? Emang abang gue kadang pikirannya keserimpet keong "

Bunda yang melihat kelakuan anak-anaknya itu hanya tersenyum menyaksikan mereka yang suadah dewasa tetapi masih seperti anak kecil saat sedang bersama.

" ralinee,restu cepet mandi abis itu sarapan kapan beresnya 'perang' mulu" akhirnya sebuah kata yang dapat menghentikan aksi mereka berdua terucap.

" iya bun raline mandi "

" awas lo ya bang licik lo diselametin bunda mulu " ujar reline ketus

" RALINEE! " geram bianca yang tengah menatap keduanya tajam

" iya iya bunn " dengan tetap menatap restu tajam dan hanya dibalas cengiran oleh kakaknya itu.

Setelah perintah bundanya raline bergegas ke kamar mandi dan setelah selesai memakai baju seragam ia pun turun dengan membawa tas sekolahnya ke bawah untuk sekalian sarapan bersama, setelah selesai sarapan ia berpamitan kepada bunda untuk pergi kesekolah bersama.

" bundaaaaa raline berangkat duluuu bun " dengan senyuman manisnya itu dan mencium tangan bundanya .

" iya udah sana cepetan bang restu udah nungguin tuh " seraya mendorong raline agar segera bergegas keluar.

Mereka berdua pun akhirnya berangkat ke sekolah menggunakan motor restu namun baru saja mereka memarkirkan motor diparkiran sekolah seseorang dengan sangat sigap menarik kerah restu dan langsung memberikan satu bogem tepat disebelah kanan pipi restu , restu pun langsung tersungkur karena ia tidak memiliki persiapan sama sekali.

" ANJIRRR LU NGAPAIN GANGGU FIRLY HAA!!!"

" gue? ganggu firly ? cihhh gasudi gue "

" biasa sih ya betina mainannya boneka "

" APA LU BILANG BETINA? "

" yes, kenapa ? "

" bacot lu anjirrr "

Perkelahian layaknya jantan sedang beradu pun tak terelakan mereka saling serang, hingga seorang guru pun akhirnya menghentikan kegiatan mereka  .

" RESTU! DEVA! KALIAN FIKIR INI PASAR BISA SEENAKNYA BERANTEM DISINI, MAU JADI JAGOAN KALIAN DISINI. TEMUI SAYA SEKARANG DI RUANG KONSULTASI SAYA TUNGGU! "

 gema suara pak riko terdengar dengan lantangnya memarahi restu dan deva yang memang terkenal sebagai musuh sejati . walaupun dulu mereka sangat dekat tapi merenggang akibat kejadian dimasa lalu yang menimpa raline adik dari seorang restu.

" Kalian juga ngapain malah pada ngeliatin mereka berantem bukannya misahin malah jadi tontonan gratis emang kalian fikir ini film action " sela pak riko sambil menuju ruang konsultasi.

tentu saja tidak ada yang berani memisahkan mereka karena mereka yakin jika mereka memisahkan perkelahian antara restu dan deva mereka akan kalah sebelum berperang ,karena restu dan deva merupakan seorang atlit karate sekolah mereka .

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 20, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

RalineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang