"Gue udah gak ada apa-apa sama dia, Re." Aga menekankan setiap kata demi kata yang ia ucapkan. Nafasnya gusar, dadanya terasa sesak. Ia tidak tahu harus bagaimana menjelaskan semua yang terjadi kepada perempuan yang ada di hadapannya.
"Ya Tuhan apalagi ini, seharusnya ini gak terjadi."
"Apa yang lo lihat---" Kata katanya terhenti ketika ia melihat sesuatu yang keluar dari mata mungil itu.
Reyla menangis.
"Semua yang gak ada apa-apa, awalnya memang sudah ada apa-apa." Hati Reyla teriris, sakit. Ia ingin berteriak.
Sejak setelah itu Reyla memasuki mobil dan pergi meninggalkan Aga. Ia tidak menghiraukan Aga yang terus memanggil namanya.
