You're

45 7 0
                                        

Saat kutanya diriku sendiri dipantulan kaca itu, aku termenung. Apakah ini mungkin? Kurasa salah otakku berkata ini salah namun kenapa aku merasakan hatiku berkata ini benar. Sedangkan jelas jelas semua ini salah

📍 Annecy, France

Annecy, sebagian orang pasti kenal dengan kota ini. Kota terindah yang pernah dimiliki prancis, Kota kelahiranku. Kota dimana aku bertemu dengan saudara dan sepupu sepupuku.

Udara segar udara pada musim semi ini yang sangat kusukai dan ditempat kedua adalah musim gugur. Kulangkahkan kakiku menyusuri pinggiran kota annecy. Sampai perhatianku tertuju pada sebuah cafe.

📍 Louise Cafe

Otakku seakan berputar kembali. Kenangan itu terus menyerbu diriku. Hampir saja aku terduduk lemas didepan cafe itu. Namun sepertinya aku beruntung, ada seseorang menolongku untuk kembali berdiri. Siapa orang itu akupun tidak tau.

Kubuka pintu cafe tersebut dan masuk, tak lupa mataku dengan lincah mencari tempat duduk yang kosong.

Gotchaa aku menemukannya.

"Kau mau apa?" Tanyanya lembut sekali

"Caramel Macchiato"

"Baiklah caramel macchiato dua" katanya kepada pelayan cafe itu.

Ntah kenapa aku merindukan dirinya setiap saat. Suaranya selalu terbayang dipikiranku. Saat dia jauh aku marasa kesepian.

"Sayang dia bukan jodohku" gumamku tak jelas saat sudah memasuki cafe tersebut.

Pelayan datang dan bertanya apa yang ingin kupesan dan kujawab aku ingin memesan Choco latte. Pelayan tersebut beranjak pergi dan tak lama choco latteku datang.

"tak bisakah kau santai? Lihat minum saja berantakan" katanya sambil mengelap ujung bibirku dengan tangannya lalu dia menjilat tangannya sendiri.

Kurasa pipiku sudah memerah sekarang. Kurang ajar beraninya dia membuat diriku merona. Kulanjutkan acara minum meminumku.

"ahh aku lelah aku ingin pulang sekarang"

Kulangkahkan kakiku terus ditengah banyaknya orang orang yang berlalu lalang.

"Aku merindukanmu tae" gumamku dalam hati.

📍Whitefale Aparterment

Akhirnya setelah setengah jam aku berjalan diantara kerumunan aku sampai ditempat dimana gravitasi menarikku sangat kuat. Aku terbawa arusnya dan sampai didepan kamar nomor 21.

Cklek

Pintu terbuka dan aku sesegera mungkin masuk kedalam kamar dan mengistirahatkan diriku ditengah hamparan rumput yang luas.

Sejam berlalu

Dua jam berlalu

Tiga jam berlalu

"Bangunlah hei bocah" katanya sambil mengoyangkan tubuhku.

"Enghh.." jawabku dengan sedikit melenguh

"Oh ayolah kita akan pergi bukan"

"Kemana? Ini sudah sore eohh"

"Sore katamu? Ini bahkan sudah malam pabo"

"Apa?! Malam? Aku belum selesaikan tugasku"

"Ayolah kita pergi saja"

"Ehmm"

Akhirnya aku bangun dan bersiap untuk pergi bersamanya ketempat yang sama sekali tidak kuketahui.

"Kita akan kemana?"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 20, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Cousin In Love || TaeGi MinYoonStories to obsess over. Discover now