"Yebin, dicari Jun!"
Yebin memutar bola mata, selalu begini. Akibat Jun yang terlalu hits dan selalu mengikuti acara-acara yang ada di fakultas mereka, cowok itu tidak bisa menahan diri untuk tidak bergabung dalam permainan ToD yang saat itu dilakukan pada acara ulang tahun fakultas mereka.
Saat itu Jun datang bersama Yebin. Dengan catatan, Jun memaksa Yebin untuk datang karena Jun malas datang bersama teman-temannya dengan alasan, "Kelihatan banget jomlonya kalau bareng mereka, Bin."
"Tapi harus banget sama gue? Itu kan nggak bikin status jomlo lo berubah?" Yebin menyahut tidak terima.
"Sekali-kali, Bin. Lagian nggak ada yang ngajakin lo kan?" balas Jun lagi dengan wajah minta ditimpuk sama keripik kentang di tangan Yebin. Tapi sayang, buang-buang makanan kan dosa.
"Gebetan gue?" kilah Yebin, walau dia sendiri kurang yakin. Pasalnya, Giseok, cowok yang lagi lumayan deket sama Yebin itu agak pasif. Sangsi juga Yebin kalau Giseok berani mengajaknya pergi bareng.
"Giseok?" Habis itu Jun terbahak sepuasnya. Yebin merengut, karena setelah itu Jun mengatakan suatu fakta yang sangat sangat sangat ditolak Yebin.
"Bareng gue ya?" Jun memberi tatapan yang menurutnya tampak imut namun bagi Yebin terlihat jijik. Tidak cocok sama muka Jun yang boros, pikir Yebin.
Yebin belum menjawab iya, tapi Jun adalah Jun yang suka seenaknya. Malam di mana acara itu, Jun sudah siap di rumah Yebin dengan membawa senjata yang tidak bisa Yebin tolak.
Jun nyogok Bunda Yebin. Memberikan bibit anggrek bulan yang sudah diincar Bunda dari lama, di mana sampai sekarang Yebin tidak mendapatkannya di manapun dan Jun dengan mudah mendapatkannya.
Sepanjang jalan menuju kampus, Yebin tidak mau ngomong sama Jun.
Tapi Jun tidak kehilangan akal karena Jun memilih menyanyi sepanjang jalan sampai kuping Yebin mau pecah dan akhirnya Yebin menegur Jun dan berakhir Jun diomeli.
Dan saat di akhir acara, sekelompok mahasiswa yang kebosanan dengan acara ulang tahun fakultas itu memutuskan untuk improvisasi dengan membuat permainan sendiri. Permainan pasaran yang dibenci Yebin.
Saat itu Jun mendapatkan Truth. Dan ditanyai hal tidak manusiawi oleh Bang Seyong, Yebin rasanya mau pukul Bang Seyong kalau mengingat itu.
"Siapa cewek yang menurut lo berpotensi jadi ibu dari anak-anak lo?"
Dangdut banget pertanyaannya.
Dan Jun tidak pakai mikir, menjawab dengan enteng, "Kan gue lagi jomlo nih tapi kalau disuruh melihat potensi gue jelas akan pilih Yebin."
Setelah itu Jun langsung dapat sorakan-sorakan yang pastinya membuat telinga Yebin pengin meledak. Yebin yang saat itu lagi membeli minuman di salah satu stan yang dekat dengan kumpulan pemain ToD itu tentu mendengar dengan jelas pertanyaan dan jawaban yang diberi Jun.
Dan beberapa orang yang saat itu ada di sekitar Yebin seketika menoleh ke Yebin dan memberi tatapan menggoda dan celetukan-celetukan yang jelas sangat mengganggu.
"Kode minta balikan tuh, Bin!'
Setelah acara selesai, sepanjang perjalanan pulang Yebin mendiamkan Jun. Dan Jun sendiri tidak berani menegur Yebin. Sepertinya Jun sadar kalau jawabannya tadi memang agak kelewatan. Mereka memang sempat jadian, dan itu sebentar saja karena Yebin merasa canggung dengan hubungan itu. Yebin mengatakan kalau ia lebih terbiasa dengan Jun yang sebagai temannya. Bukan Jun yang tiba-tiba perhatian dan agak posesif, ketika statusnya yang menjadi pacar Yebin.
Dan setelah acara ToD itu, Yebin masih jadi bulan-bulanan di kampus. Dan namanya masih dikaitkan dengan Jun. Padahal Yebin sudah jadian dengan Giseok.
Hampir jadian.
Kalau saja waktu Giseok mau nembak Yebin lewat telepon kemarin Jun tidak tiba-tiba menelepon lewat jaringan telepon rumah yang diangkat Bunda di mana setelah itu Bunda memaksa Yebin untuk menjawabnya, mungkin Yebin tidak perlu memotong perkataan Giseok.
"Apa sih?"
"Gue sakit nih. Jengukkin dong."
Habis itu Yebin terpaksa harus ke rumah Jun. Selama di taksi online, Yebin menghubungi Giseok lagi dan Giseok bilang, "Lupain aja yang aku omongin tadi, Bin. Aku lagi stres kayaknya, jadi ngomong ngawur."
Bukannya kecewa atau mau nangis setelah mendengar jawaban Giseok, Yebin malah tidak memberikan reaksi apa-apa. Maksudnya, Yebin seperti tidak merasakan apa-apa.
Setelah acara penjengukkan itu, lambat laun hubungan Yebin dan Jun kembali normal. Yang wajar-wajat saja, tanpa ikatan. Sama seperti awal.
Tapi Yebin masih sih, jadi bulan-bulanan di kampus.
"Ngapain nyari gue?" Yebin lagi duduk di kafetaria begitu Jun menghampirinya. Alih-alih menjawab cowok itu, malah mengambil es jeruk Yebin dan menyesapnya begitu saja sebelum Yebin bisa protes.
"Dengerin ya, Baek Yebin, kali ini gue serius." Yebin mengernyit. Perasaannya jadi nggak enak. Apalagi setelah melihat raut wajah Jun yang meneriakkan keseriusan. "Kalau gue emang beneran mau kalau elo jadi ibu calon anak-anak gue gimana?"
"Ini kayaknya lo masih bergaul sama Bang Seyong ya. Udah dibilangin dia itu sesat."
"Serius, kali, Bin," cetus Jun. Masih dengan mata yang tidak lepas dari Yebin.
"Nggak mau lah gue jadi ibu-ibu di umur gue yang masih ting-ting gini."
Jun nyengir.
"Makasih ya, sayang."
Melongo, Yebin cuman diam ketika tangan Jun dengan leluasa mencubit kedua pipinya. Yebin baru sadar ketika suara sorakan terdengar di penjuru kantin.
