Absurd In Love

10 0 0
                                        


Cinta memang bisa datang kapan saja, dimana saja, kepada siapa saja. Cinta selalu punya cara untuk masuk dan melekat pada hati manusia. Entah dengan perantara yang luar biasa, yang sederhana, bahkan bisa juga dengan cara-cara absurd yang tak satupun manusia bisa menduganya. Begitulah cinta. Begitulah perasaan aneh yang pertama kali ku rasa ketika bertemu dengannya. Dia, iya dia.

Malam ini aku sendiri, tak ada yang menemani, seperti malam-malam yang sudah-sudah. Sepenggal lirik lagu itu rasanya cocok untuk mewakili keseharianku di malam hari. Yah, bekerja sendirian di kota orang memang memaksa diriku untuk menghabiskan waktu bersama kesendirian. Ditambah sikapku yang dingin, semakin membuatku kesulitan untuk mendapatkan kawan. Aku memang dingin, aku sendiri sampai kedinginan.

Telolet..!! Telolet..!! Telolet..!!. Handphoneku berbunyi, menandakan ada panggilan yang masuk. Ku perhatikan layar handphoneku yang retak. Nomor baru, gumamku dalam hati. Siapa ya, kok bisa tau nomerku, apakah dia berniat buruk padaku. Ohh, tidaakk. Aku terlalu tampan untuk menjadi korban penculikan.

Ku angkat handphoneku, tapi masih saja berdering, ternyata aku lupa menekan tombol terima, pantas saja. Hehe.

"Halo". Suara di seberang yang lembut menyentuh telingaku.

Suara cewek, lembut sekali. Oh, apakah dia adalah malaikat yang dikirimkan Tuhan dari surga untuk menemaniku. Atau dia adalah bidadari surga yang pakaiannya telah ku sembunyikan. Aku terus bertanya-tanya pada diriku sendiri, hingga aku lupa suara diseberang terus menghalo-halo sedari tadi.

"Eh iya halo, ini siapa?". Jawabku dengan nada cool dan dingin.

"Ini mas Zacky kan?"

"Oh iya, saya sendiri. Maaf ini siapa ya?"

"Ini aku mas"

"Aku siapa?"

"Lah, kamu kan mas Zacky to?"

"Iyaa, maksudku kamu itu siapa? Kok bisa tau nomerku?"

"Ini aku maaaas"

"Iyaa...Aku siapa?". Tanyaku mulai sedikit kesel.

"Loh, gimana sih mas, kok kamu nanya, kamu kan Zacky to"

"Arghh, iya aku tau, aku Zacky. Maksudku kamu itu siapa?". Kini emosiku semakin tinggi.

"Ini aku maaaas". Dan prakkk..!! Handphone ku terbang melayang menghantam tembok. Ngeselin banget sih, gak tau apa kalau aku sedang sibuk. Menata kasur untuk segera tidur.

Siapa sih malem-malem bikin kesel. Ku pikir dia malaikat yang akan menemani hari-hariku. Taunya malaikat pengganggu. Gerutuku dalam hati. Jarum jam terus berputar tanpa merasa pusing. Ku lihat handphoneku tergeletak tak berdaya di bawah meja. Ah, biar saja. Aku segera tidur.

Kicau burung merdu sentuh telinga, sinar hangat mentari menerobos lewat jendela, dan angin pagi yang genit mengecup pipiku manja. Ahh, Minggu pagi, saatnya bagiku untuk memanjakan diri. Mandi, pakai baju dan celana jeans model terkini, tak lupa parfum biar wangi. And..Jreng..Jreng.. saatnya mencuci.

Usai mencuci aku ambil handphoneku yang terlihat muram, mungkin merasa tak berguna setelah kejadian semalam. Ku ambil dan ku rakit lagi serpihan hati, eh. Serpihan chassing dan batreynya.

Tak lama, setelah kembali bersatu, handphoneku langsung berdering. Setelah ku lirik layarnya ternyata panggilan masuk dari nomer semalam lagi. Aku bimbang, haruskah aku angkat, atau ku biarkan saja. Terjadi perang batin dalam diriku. Sisi coolku memaksa untuk tidak mengangkatnya.
"Gak usah diangkat, ganggu orang aja". Begitulah kira-kira bisikan ghaib dari sisi cool dan machoku.

Namun disisi lain, jiwa jombloku berontak. "Cepat angkat, siapa tau dialah yang akan mengisi hatimu, ayolah..Pikirkan kesendirianmu. Bukankah kau sudah sangat ngenes dengan kejombloan?"

CintaPediaWhere stories live. Discover now