1

2.2K 190 11
                                        

Seorang lelaki paruh baya terlihat mondar-mandir sambil memainka  ponselnya, sesekali dia mencoba menghubungi seseorang di sebrang sana memali ponselnya itu. Namun tidak ada jawaban juga dari orang yg kini sedang menjadi pikirannya tersebuta. Sang istru menepuk pelan pundaknya agar suaminya tidak gelisah, dang membawa suami untuk duduk. Hari semakit larut malam tapi yg ditunggu belum juga datang

Ridwan dan istrinya menunggu kepulangan putrinya dengan gelisah. Sementara sang putri yg di tunggunya lupa akan janjinya pada kedua orang tuanya itu.

Hampir jam sepuluh malam putrinya belum pulang juga, dan itu membuatnya makin khawatir dan memutuskan untuk mencarinya. Saat Ridwan ingin membuka pintu rumahnya, tiba-tiba putrinya sudah membuka knop pintu dan masuk kedalam rumah

"Dari mana saja kamu nak? Kenapa baru pulang?" Tanya Ridwan. Sambil menatap putrinya.

"Maafin Yuki pah, tadi Yuki harus meeting dengan pak Rizal. Lalu pak Rizal mengajak makan malam bersama kerluarganya. Yuki lupa memberitahu papah" jawab gadis berusia dua puluh tujuh tahun itu

"Lalu. Kenapa kamu nggak jawab telpon dari papah?" Tanya Ridwan lagi

"Maaf pah, HPnya Yuki silent. Jadi Yuki nggak tau kalau papah nelpon Yuki" jawab Yuki masih berdiri di hadapan Ridwan

"Ya sudah kamu istirahat sana, dan kamu jangan sampai lupa untuk menyiapkan diri menyambut keluarga Dharma besok" ucap Gita ibunda Yuki

"Iya mah. Semoga kali ini anakmu ini beruntung. Selamat malam" ucap Yuki lalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya

"Semoga aja besok putri kita bisa mendapatkan jodohnya. Mamah malu pah, kalau Yuki belum menikah juga. Padahal umurnya sudah sangat cukup  untuk menikah" Gita merangkul tangan Ridwan mengharap kalau besok hari keberuntunganya

"Sudah lima kali yg datang melamar Yuki, tapi anak mereka tidak mau menerima Yuki dengan alasan sudah mempunyai kekasih" ucap Ridwan

"Dan hari ini Yuki gagal bertemu dengan putaranya pak Dharma yg belum mempunyai kekasih sama sekali. Putranya juga sudah setuju dengan perjodohan ini" ucap Gita. Ridwan menghela nafasnya

"Dan untungnya pak Dharma masih mau meneruskan keinginanya untuk menjodohkan putranya dengan putri kita. Semoga saja besok semuanya lancar ya pah" ucap Ridwan lalu melangkah bersama Ridwan

●●●

Hari yg ditunggu akhirnya tiba juga, Ridwan dan Gita sudah berada di ruang tamu bersama keluarga Dharma

"Akhirnya kita bisa mempertemukan putra dan putri kita" ucap Dharma terlihat bahagia

"Iya pak Dharma" ucap Ridwan

"Tapi.. dimana putrimu Gita? Kok belum kelihatan juga?" Tanya Diana istri dari Dharma

"Tunggu sebentar ya bu" ucap Gita lalu berdiri dari tempat duduknya. Yuki berjalan sambil membawa minuman untuk para tamu yg sudah datang

"Nah itu Yuki" ucap Gita. Semua mata teruju pada Yuki yg berpenampilan seperti wanita yg tidak pada umumnya. Pasalnya Yuki mengepang dua rambutnya, dan memakai kemeja panjang dan juga rok panjang. Serta kacamata min yg membuat penampilanya terlihat sangat culun

"Cantik ya putrinya walau nggak dandan juga" puji Dharma. Yuki lalu meletakan minuman untuk tamu istimewa bagi keluarganya itu

Sementara seorang lelaki yg tak lain adalah putra dari keluarga Dharma memperhatikan Yuki dari kepala hingga ujung kaki. Bibirnya tertarik hingga menampilkan senyumanya yg menawan sambil menggelengkan kepalanya

"Cantik ya" bisik Rio sepupu Al putra dari keluarga Dharma

"Perkenalkan ini putri saya Yuki" ucap Ridwan. Yuki menjabat tangan para tamu istimewanya itu. Yuki bersalaman dengan keluarga Dharma.

PURNAMAWhere stories live. Discover now