Lebih baik sendiri

10 2 0
                                        

Tunggu, apakah dia serius? Apakah hanya imajinasiku?
Tidak, tidak mungkin.

====

Senin, 18 Desember 2017

Terbangun dari tidurku yang hanya beberapa jam membuatku sedikit mengantuk. Bagaimana tidak, semalaman aku mengerjakan tugas untuk hari ini.

Sebelumnya, aku Vera Octaviani salah satu murid SMKN 1 Surabaya. Tidak ada yang spesial dari diriku karena kurasa spesial atau tidak itu tidak penting.

Sesampainya di sekolah aku sedikit terkejut,

"Oh! Rayya!"

Ucapku ketika melihat seorang lelaki yang tinggi sudah duduk dikelas. Rayya adalah pacarku, jujur saja aku baru pertama kali pacaran dengan seseorang jadi terkadang aku sedikit gugup didepannya.

"Oh Halo".

"Bagaimana tugasmu?".

Topik singkat ini membuat perbincangan kami sedikit ramai. Aku tidak pandai membuat topik sehingga terkadang kami berdua hanya diam dan memainkan handphone kami masing-masing.

Hari ini disekolahku bebas dari jam pelajaran dikarenakan banyak event yang diselenggarakan sekolah.

Event hari ini adalah Asthena, event yang diadakan oleh kakak kelas jurusanku yaitu DKV ( Desain Komunikasi Visual ).

Aku dan teman sekelasku pun ikut ke event tersebut. Entah kenapa, hari ini aku merasa sedikit ada yang spesial dari Rayya.

"Hoi! Vera!!".

Sedikit terkejut karena merasa dipanggil oleh seseorang yang tidak asing aku pun melihat ke arahnya.

Dia Raiyan, nama dia hampir sama dengan nama Rayya. Entahlah, aku juga bingung dengan nama mereka berdua.

Raiyan anak Jurusan Multimedia, anak yang ramah dan baik, itu menurutku. Dia selalu menjemputku untuk ke kantin jika istirahat selesai sehingga terkadang membuat Rayya cemburu. Tapi terkadang aku suka melihat Rayya yang cemburu.

Di event, kami bertiga seperti biasa berbincang-bincang hingga rute event berakhir. Tetapi Rayya sepertinya tidak senang berada disana.

"Ray, kamu ga apa?"

"oh?! Ga apa kok."

Balasannya pun singkat, aku mulai gugup didepannya. Bodoh, apa yang harus ku lakukan?!.

Ketika keluar dari event, aku dan Rayya tidak berbicara apapun hingga pulang sekolah.

Dia juga tidak mengantarku pulang. Ada apa dengannya?

----

Jam 10 malam Rayya baru mengirim pesan kepadaku. Sedikit lega ku menerimanya. Baru saja aku mau bertanya padanya tentang keadaannya saat pagi tadi,..

"Maaf, kurasa kita putus aja."

Apakah ini benar Rayya? Bukan temannya bukan? Aku pun berusaha mengelak dengan candaan.

"Maaf Vera, aku serius."

"Orang tuaku tidak suka padamu, aku takut jika kita terlalu jauh malah akan menyakitimu".

"Baiklah kalau begitu".

Hanya sedikit kata yang ku ucapkan karena aku tak mampu menahan air mataku. Bodoh, jangan menangis karena lelaki!

Tapi sayangnya, air mataku terlalu banyak untuk dibendung.

====

Kamis, 11 Januari 2018

Seperti biasanya aku memulai pelajaran di semester 2. Masih berusaha untuk melupakan Rayya memang tidaklah mudah.

Apalagi sekarang, dia duduk tepat dibelakangku. Entahlah, perasaanku sepertinya masih sama seperti dahulu.

Bagaimana tidak? Dia sudah beberapa kali berpacaran sedangkan aku baru sekali dan itupun dengannya.

Aku mulai mencari teman baru di beberapa ekskul di sekolahku. Dan satu hal lagi.

Aku mulai jatuh cinta pada Raiyan.

Entah kenapa ini terjadi. Mungkin karena dia yang menghiburku saat aku patah hati kemarin.

Tetapi, aku sedikit takut mengecewakan Raiyan seperti yang kulakukan pada Rayya. Mereka berdua sedikit mirip. Mungkin karena itu aku mulai suka padanya.

Seperti biasanya aku keluar ke kantin bersama Raiyan,pulang bersama dengannya.

Perasaan ini sedikit lebih erat, ku harap dia juga sepertiku.

====

Jum'at, 2 Februari 2018

Apa?
Benarkah?
Jadi selama ini Raiyan anak inklusi?

Aku sedikit terkejut mendengar perkataan itu dari temanku. Ingin tahuku menjadi-jadi hingga ku tanyakan pada saudara Raiyan sendiri.

Ternyata benar, Raiyan sedikit autis. Aku tidak peduli, Raiyan sendiri pun tau apa itu cinta sehingga ku rasa aku masih bisa mendapatkannya.

====

Selasa, 6 Februari 2017

"Oi, Raiyan."

Tunggu, siapa ini? Sedikit terkejut ketika melihat akun Raiyan. Foto profil nya bersama dengan perempuan?

"eh itu pacar lu?"

"oi bales njr"

Pesanku pun tidak dibalas seperti biasanya.

"eh, apaan?"

"Itu pacar lu?"

Dengan cepat aku menjawab pesan yang masuk darinya.

"Bukan, dia temen SD gw"

"Dia cinta pertama gw."

Kenapa tiba-tiba sesak rasanya. Bodoh, aku terlalu berharap. Sebaiknya aku tidak melakukan ini.

Pasti akan seperti ini. Aku tidak bisa menggantikan perempuan itu dihatinya karena aku tau anak yang berkebutuhan khusus seperti Raiyan tidak mudah melupakan cinta pertamanya.

Kenapa

Sakit sekali.

Padahal aku belum memulainya.


Kurasa benar, aku hanya perlu istirahat. Hatiku terlalu lelah untuk mencintai. Tersakiti oleh Rayya belum usai sudah disakiti oleh Raiyan.

Ku rasa aku memang bodoh, karena memaksa hatiku menyukai seseorang.

=End=
== True Story ==

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Feb 13, 2018 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Let Me RëstHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora