Tak ada hal yang berharga di hidupku semenjak kematian kedua orangtuaku. Sejak itu, diriku mengalami depresi berat. Suara tawa mereka selalu terngiang dipendengaranku. Mereka, orang-orang yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia biasa, menatapku dengan tatapan amarah dan kebencian. Diriku terpuruk. Haruskah aku mengakhiri hidup?
Tetapi...
Di suatu senja, ia datang menghampiriku.
Siapa ia?
Rambutnya yang bergelombang tersapu angin meninggalkan jejak siluet yang indah.
Tubuh yang ramping dengan balutan dress panjang.
Sesaat lengannya meraihku untuk bangkit, membelai rambutku lembut, dan membisikkanku sebuah kalimat.
"Faldo..."
###
Faldo's POV
Namaku Faldo Abyan Emery Reynand. Cukup panjang tetapi berharga. Nama itu merupakan pemberian ayahku. Intinya, panggil saja Faldo. Saat ini aku sedang menempuh pendidikan jurusan arsitektur di MIT School of Architecture and Planning Amerika Serikat. Aku merupakan lelaki yang selalu berhalusinasi. Setiap waktu aku merasakan paranormal disekitarku. Ini dimulai sejak kedua orangtuaku meninggal karena kecelakaan pesawat. Sejak itu aku mulai menutup diri dan menjadi pemurung. Dunia luar seakan menjadi neraka bagiku.
Masa itu berputar 360 derajat ketika seorang gadis yang merupakan juniorku mulai muncul. Keriangannya membuat diriku terasa nyaman dan tentram. Seperti namanya, ia terlihat cantik dan dapat membuat seseorang ingin berlama-lama dengannya.
###
Salvia's POV
Hi! Aku Salvia Afsheen Adriana. Singkatnya Salvia saja. Lebih simpel, kan? Aku tinggal bersama adik lelakiku yang benar-benar menjengkelkan. Awalnya kami saling membenci, tetapi sejak ibuku meninggal dunia, ia mulai bermanja dan merengek padaku. "MENJIJIKAN!"
Cita-citaku yaitu menjadi arsitek. Saat aku pindah ke Amerika, aku dipertemukan dengan seniorku yang bisa dikatakan sedikit menyeramkan. Sepertinya ia memiliki indra ke-6 hingga dapat merasakan sesuatu yang transparan bagi manusia biasa. Hal ini berubah ketika gangguannya saling berkaitan dengan keajaibanku. Entah apa yang terjadi, diriku seakan terikat erat pada dirinya.
ESTÁS LEYENDO
Love In Silence
Novela JuvenilTak ada hal yang berharga di hidupku semenjak kematian kedua orangtuaku. Sejak itu, diriku mengalami depresi berat. Suara tawa mereka selalu terngiang dipendengaranku. Mereka, orang-orang yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia biasa, menatapku de...
