Dear Diary

4 0 0
                                        

Masa lalu harus kulupakan. Aku akan terus melangkah ke depan. Aku masih punya harapan.

Sejak perpisahan itu, aku tinggal dengan mama. Aku tak tahu apakah mereka bercerai atau hanya berpisah rumah. Aku tidak peduli. Bukan, aku berusaha tak peduli.

Hari ini aku pindah ke Bandung. Aku merasa senang karena dapat terlepas dari tempat yang memiliki kenangan buruk itu, tapi kenangan indah pun harus aku tinggalkan.

Aku terpaksa memakai topeng ini. Terus berpura-pura tersenyum ramah dan berusaha tidak membuat masalah. Yang ku ingin hanyalah hidup normal seperti mereka.

Hari ini adalah hari pertama ku masuk di SMA yang baru. Aku baru kelas dua SMA.

"Hai, namaku Grisella Oktaviani Grenadya. Salam kenal," aku gugup.
"Silahkan duduk di kursi sebelah sana,"kata Bu Vivi.

Aku pun duduk.
"Mungkin hanya ini bangku yang kosong," fikirku.
Sebelah ku itu seorang laki-laki berkulit putih, bertubuh tinggi, harum, dan.. dann.. yaa memang ku akui dia tampan (bukan berarti aku suka lho).

Pelajaran pun dimulai. Bu Vivi memberikan tugas dan keluar untuk rapat. Harusnya aku senang dengan jam kosong ini seperti murid yang lainnya. Tapi seperti biasa, tak ada yang mengajakku mengobrol
"mungkin seharusnya aku duluan yang berbaur dengan mereka," fikirku. Tapi aku takut, lebih baik tidak mengenal mereka daripada aku membuat kesalahan lagi. Akhirnya aku pun memilih untuk tidur dikelas.

Tiba-tiba ada yang membangunkanku.
"Hei sebaiknya kamu bangun."
Aku pun terbangun, ternyata sudah jam istirahat.
"Kamu kecapean ya?" tanya seorang perempuan.
"Maaf aku tertidur dikelas," jawabku sambil menunduk.
"Kamu lapar? mau ke kantin?" tanya perempuan itu.
"Tidak terima kasih," kataku sambil tersenyum.
"Oh iya, perkenalkan namaku Sora. Ini ada makanan dari Deva. Aku tahu kamu baru disini jadi masih harus adaptasi. Maaf ya karena aku lapar aku ke kantin dulu. Kalau kamu udah siap besok aku temenin keliling-keliling ya?"seru Sora.
"Terima kasih, aku senang sekali," jawabku dengan gembira. Aku sangat terharu sekaliT-T.

Sora pun pergi kekantin dan aku memakan makanan yang dibawanya.
"Sebentarr... Deva itu siapa?" Tanyaku pada diriku sendiri.

Diary GrisellaWhere stories live. Discover now