Ineffable [1]

39 6 2
                                        

Pagi ini Kelana sedang bersiap siap untuk sekolah di hari pertamanya setelah libur semesternya berlalu, kini ia sedang mematut dirinya di depan cermin.

"Ini baiknya di kepang aja apa jangan ya." Kelana tampak menimang nimang.

Namun sebuah kejadian masa lalu melintas di pikirannya tepatnya saat semester lalu.

Saat itu dia datang ke sekolah dengan rambut berkepang baru saja dia hendak duduk di bangkunya kepangannya ditarik oleh seseorang hingga ikat rambutnya lepas, menyebabkan kepangan nya berantakan dan parahnya rambut Kelana berubah menjadi seperti mie yang bergelombang, dan ahirnya dia di tertawakan oleh temannya. Kelana malu banget.

Kelana mengerjap lalu memutuskan untuk mengikat satu rambutnya. Kelana melihat jam yang menunjukan pukul 06.05 cepat cepat Kelana menyambar tas tak lupa dengan sakteboard kesayangannya lalu keluar dari kamar.

Dilihatnya bundanya sedang menata sarapan ke meja makan.

"Pagi Bun," sapanya sambil mengecup pipi bundanya. "Ayah mana?," tanyanya lalu ia mengambil satu roti bakar yang baru saja bundanya letakan.

"Masih di kamar, kenapa?" Rina, bunda Kelana mematikan kompor lalu membuka celemeknya.

"Enggak, aku mau langsung pamit kalo gitu," ucapnya sambil berdiri lalu mengecup pipi Rina lagi.

"Lho? kenpa gak berangkat bareng Ayah aja, kan ini masih pagi juga?"

"Kasian ayah bun kalo harus bulak balik. Mau nebeng Rion aja, dadah bunda." Kelana mengangkat tangannya sambil membawa skateboard menuju pintu.

°°°

Sesampainya di depan rumahnya Kelana mulai menaiki skateboard nya menuju salah satu rumah yang berjarak tak jauh dari rumahnya, rumah Rion.

Dari kejauhan terlihat seorang remaja lelaki seusianya sedang mengelap lap mobilnya, kemudian dengan semangat ia berteriak, "Pagi Lionnn, selamat hali senin." ucapnya sambil melambaikan tangannya, tak lupa dengan aksen cadelnya.

Mendengar teriakan tersebut, Rion menghentikan aktifitasnya lalu mengalihkan pandangannya, dilihatnya seorang gadis sedang mengayuh skateboard menuju ke arahnya, siapa lagi kalau bukan Kelana Maharani.

Mengingat tujuan Kelana mendatanginya untuk nebeng, sebuah Ide jahil muncul di kepala Rion, buru-buru ia menyambar tasnya yang berada di teras rumah lalu masuk kedalam mobil.

Melihat Rion yang hendak berangkat Kelana sontak panik, kemudian ia mempercepat laju skateboard nya.

"Lionnn tungguin elah, aku mau nebeng."

dilihatnya Rion mulai menjalankan mobilnya sambil meleletkan lidahnya, hal itu membuat Kelana mencebikan bibirnya.

detik berikutnya dirasakan skateboard nya oleng lalu menabrak trotoar komplek 
dan berahir telapak tangan dan lututnya mencium trotoar, Kelana jatuh.

Melihat itu Rion menghentikan mobilnya lalu memundurkanya. dengan tergesa gesa ia menghampiri Kelana.

"Lan lo gapapa kan?" ucap Rion sambil membantu Kelana bangun.

Hell, gapapa dari mana nya udah tau Kelana jatuh mencium trotoar masih dibilang gapapa.

dengan kesal Kelana bicara, "Menulut ngana ini yang disebut gapapa?" tanyanyanya sambil menunjukan tangan dan juga lututnya.

Rion semakin tidak enak karena dilihatnya tangan dan lutut Kelana luka luka. dengan polosnya Rion bertanya, "Terus gimana dong?" sambil menggaruk garuk belakang kepalanya.

Detik itu juga kalo bisa Kelana ingin memberturkan jidat Rion, sungguh Kelana sangat kesal dengan Rion, tau gini ia lebih memilih merepotkan ayahnya.

"Ck. Orang bisu juga tau, Singa. Kalau orang jatuh tuh di obatin." Rion mengangguk lalu membalikan tubuhnya dan berjongkok di hadapan Kelana.

"ehh Lion bukannya tanggung jawab malah jongkok." Kelana mencebikan bibirnya.

Mendengar itu Rion kembali berdiri mengahadap Kelana.

"Aws Lion! ko kening Kelana disentil sih?" tanyanyanya sambil melotot. "udah tau ya Kelana abis jatoh, dan Kelana bukan upil ya disenti-".

Belum sempat Kelana membereskan cerocosannya mulut kelana ditutup oleh tangan Rion.

"Bawel banget sih, kalo nyerocos mulu kapan diobatinnya?," tanyanya. "sekarang ayo naik, gue gendong." lanjutnya sambil jongkok kembali

Kelana mengangguk lalu naik ke gendongan Rion.

dalam hati Kelana bersorak, "gapapa deh jatoh, yang penting digendong Rion".

°°°

TBC

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 23, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

IneffableWhere stories live. Discover now