Namaku indasari putri , kini aku berumur 15 dan kelas 9 smp . hobiku adalah bermain biola karena aku sudah belajar biola sejak kecil , ibu dan ayahku mengajariku bermain biola .
Aku kehilangan suaraku ketika aku berumur tujuh tahun , saat itu aku , ibu dan ayahku sedang berpergian dengan mobil dan tiba tiba sebuah mobil lain menabrak mobil kami dengan keras . ibuku dan ayahku mengalami luka dalam tapi berhasil selamat tapi aku tidak , aku kehilangan suaraku saat itu .
Tapi aku tidak menyesali hal itu karena sudah menjadi rencana Tuhan , aku menjadi pendiam dan selalu ditertawakan oleh teman teman sekelasku.
"Dasar tidak bisa bicara !"
"Kasihan sekali dirimu , hahaha !"
"Jangan berteman dengannya , nanti kalian bisa seperti dia !"
Semua teman sekelasku menertawakanku karena aku tidak bisa bicara , walaupun begitu aku tidak pernah marah ataupun benci pada mereka karena ku tau Tuhan pasti punya rencana bagiku.
Saat aku berumur 13 tahun ayah membelikanku sebuah biola , ayahku berkata kepadaku alunan musik bisa membuat hatimu damai dan mulai saat itu aku belajar biola dari ayahku , buku dan internet.
Setelah setahun aku bisa menguasai nada nada biola dan sejak saat itu juga aku sangat menyayangi biola pemberian ayahku itu , karena biola itu sangat berarti bagiku dan kedua orang tuaku . aku berjanji akan menjaga dan merawat biola pemberian ayahku ini dengan sangat baik .
Ada sebuah lomba yang diadakan disekolahku dan orang tuaku menyuruhku untuk ikut perlombaan itu , karena dorongan dari ayah dan ibuku akupun bertekad untuk mengikuti lomba itu .
Lomba itu terdiri dari lomba lari , bernyanyi dan bermain alat musik , lomba baca puisi dan stend up .
Lomba yang kuikuti yaitu lomba bermain alat musik , biasanya yang mengikuti lomba itu adalah murid yang pandai soal seni budaya ada juga yang tidak .
Saat semua murid disekolah itu mendengar kalau aku ingin mengikuti lomba tersebut , semuanya mulai berbidik dengan teman teman mereka . ada yang mengejekku , ada yang merendahkanku dan ada juga yang mengatakan aku tidak bisa menang.
Tapi aku tetap mengikuti apa yang dibilang ibuku,
"Ketika kita berusaha maka kita akan menggapai apa yang kita tuju "
Aku tetap membuat diriku sendiri percaya diri dan selalu kuat walaupun semua orang mengejekku , dorongan kedua orang tuaku membuatku semakin percaya jika aku bisa mengikuti lomba ini . walaupun menang atau kalah aku tidak peduli , yang paling penting aku bisa bersenang senang dan jadi diriku sendiri .
Ketika lomba itu mulai dan satu persatu nama peserta mulai dipanggil aku mulai semakin gugup , tapi aku selalu percaya pada apa yang dikatakan ibuku.
Dalam hatiku aku terus mengatakan,
"Berjuanglah... !!!!"
Ketika namaku dipanggil , aku langsung berdiri dan langsung berjalan kearah panggung. Jurinya yaitu guru guru seni budaya dan kepala sekolah.
"Lakukan apa yang dikatakan ibu !"
Batinku dengan semangat , perlahan aku mulai menggesek tali biolaku dengan ragu dan perlahan lahan aku mengikuti irama biolaku .
Perlahan dengan perlahan aku merasakan kenangan saat ayahku mengajarkan aku biola untuk pertama kalinya , ibuku yang selalu menyemangatiku untukengikuti lomba ini . kedua orang tuaku yang selalu membantuku dan mendukungku .
Semua murid dan guru perlahan tercengang mendengar alunan biolaku , tapi satu hal yang membuat guru dan murid berhenti tercengang yaitu ketika tubuhku yang perlahan terjatuh lemah dan guru olahragaku menangkapku agar tidak jatuh.
Sejak saat itu aku tidak bisa mengingat apapun soal biola ku , tapi aku bisa merasakan alunan biolaku saat aku bermainnya .
####
Halo semuanya.. Yang menyukai sesuatu yang kalian sukai termasuk hobi kalian maka kembangkanlah hal itu ..
Kalau begitu sampai jumpa ...
YOU ARE READING
Violet
Teen Fictioncerita tentang seorang siswi pemain biola yang penyendiri dan tidak bisa bicara , hingga satu pertemuan yang membuatnya bisa kembali tersenyum . Cerita ini sedikit memiliki pesan untuk para pembaca , banyak yang bisa dipelajari disini ..
