Chapter 01 - Keluarga

5 0 0
                                        

Jakarta, 06:15 wib
Seorang gadis yang terbangun dari tidurnya akibat suara yang dihasilkan oleh burung kicau dibalkonnya.

"Ngghhhh"lenguhnya sambil menarik kembali selimut hingga menutupi seluruh badannya.

Tok.. Tok..

Baru saja dia ingin kembali tidur, dia dikejutkan oleh suara ketukan yang berasal dari pintu kamarnya.

"Nandia! Ayo, bangun. Kau tidak ingin terlambat kan?" Teriaknya dari luar

Gadis bernama Nandia itu akhirnya bangun dan menyibakkan selimutnya dengan segera turun dari tempat tidurnya. Sambil mata menutup dia berjalan gontai membuka pintu.

"Kenapa, tan?" Tanyanya yang masih menutup mata.

"Kau tidak ingin bersekolah? Ini sudah saatnya kau bangun. Cepatlah bersiap-siap lalu turun kebawah untuk sarapan" Ucapnya tanpa berhenti.

"Ah, baiklah. Terima kasih karena, sudah membangunkan ku tante Merisya" Ucapnya sambil menutup pintu.

"Gadis itu.."Ucapnya sambil berlalu dari kamar Nandia.

Setelah melakukan perintah dari tante Merisya, Nandia dengan segera mengambil baju mandi berwarna ungu gelap yang tergantung dibalik pintu kamarnya dan segera masuk kedalam kamar mandi.

Setelah berkutik dikamar mandi Nandia langsung membuka lemari dan dengan cepat mengambil seragam sekolahnya lalu memakainya.

Tidak lupa juga, dia mengambil hair dryer dan mengeringkan rambut curlynya yang basah lalu, memakai sedikit bedak padat dan mengoleskan lip-balm berwarna pink pada bibir mungilnya.

Dia kemudian bercermin memperhatikan lekuk tubuhnya pada cermin sambil mengatakan it's perfect .

Nandia pun keluar dari kamar dan turun kebawah untuk sarapan. Disana sudah ada seorang wanita dan seorang lelaki duduk disana.
Mereka menyadari kedatangan Nandia dan menoleh kepadanya.

"Kau sudah selesai? Kemarilah  sayang, tante sudah memasakan makanan kesukaanmu" ucap wanita itu sambil tersenyum.

"Terima kasih" ucapnya singkat.

Nandia, duduk diantara mereka berdua dan mencicipi masakan tantenya. Enak. Yah, itulah  kata yang pertama kali muncul dikepalanya pada saat Nandia memcicipi makanan itu.
Dengan lahap, Nandia memakannya sampai habis bahkan hingga piring itu bersih dan segera meneguk air minum yang berada di depannya.

"Wah, kau menghabiskannya? Apakah masakan tante Merisya sangat enak?" Ucap laki-laki yang duduk didepannya yaitu, kakaknya.

"Yah, mungkin" ucapnya dingin.

Walaupun tante Merisya tau kalau Nandia sedikit tidak terlalu menyukainya tapi, dia tau kalau Nandia sebenarnya sayang padanya.
Sebagaimana pun sikap Nandia kepadanya dia akan bisa menaklukan hatinya suatu saat nanti.

"Kalau begitu, cepatlah. Kau akan terlambat nanti" ucap Nikola berdiri dan mengambil tasnya.

"Apa kau yang akan mengantarku?" Tanya Nandia.

"Tentu. Apa kau ingin diantar oleh tante Merisya?"

"Ah, tidak. Maksudku begini.. kau tidak akan terlambat ke kampus jika kau mengantarku?" Ucapnya menunduk.

"Hei, tenang saja. Dosenku hari ini tidak datang jadi, aku tidak akan terkena hukum karenamu"

"Benarkah?"

"Yah. Sekarang, cepatlah. Tante, kami berdua akan berangkat kami pergi dulu" ucapnya berlalu.

Tante Merisya yang merasa terpanggil panggil hanya menganggukan kepalanya saja sambil tersenyum.

True In DreamStories to obsess over. Discover now