Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

Satu

173 13 5
                                        

Pagi itu, sinar matahari yang tanpa malu lagi mulai keluar menyinari bumi ini. Mengusik tidur cantik sang gadis yang masih berada di bawah selimut doraemon favorite nya.

" Duh, perasaan tadi masih subuh tapi kenapa sekarang udah jam 7 aja sih. " Rutuknya.

Alysa Zahratul Haya. Gadis manja yang berperawakan tinggi semapai, hidung mancung, bibir yang mungil dan berkulit putih serta mata hazel yang menambah kecantikan nya.

Alysa adalah anak bungsu dari Kyai Abdullah. Salah satu tokoh masyarakat yang memiliki pondok pesantren di kampungnya.

Walaupun Alysa adalah anak dari seorang Kyai, tapi dia tak pernah sekalipun membanggakan dirinya dibalik nama Abi nya itu. Dia tak pernah mau jika diperlakukan secara istimewa oleh teman - temannya maupun masyarakat sekitar. Menurutnya, yang berhak atas perlakuan istimewa tersebut adalah Abi nya, bukan Alysa. Itulah yang masyarakat sukai dari Alysa

" Dek, bangun sudah siang. Ummi sudah buatin roti panggang buat kamu. " Ucap Aisyah - Ummi Alysa - sambil mengetuk-ketuk pintu kamar Alysa.

" Iya ummi. Alysa mandi dulu, nanti Alysa nyusul ke bawah. "

" Ya sudah, awas jangan tidur lagi kamu. " Ummi memperingatkan Alysa.

Semerbak wangi nanas mendominasi ruang makan. Alysa turun dengan menggunakan rok hitam sutra, kaos abu-abu polos serta kerudung bergo hitam kesukaanya.

" Anak perawan Abi akhirnya turun juga. Mana wangi banget lagi, mau kemana sih? " Goda Abdullah- Abi dari Alysa-

" Tau nih lama banget. Kamu mandi atau bangun candi sih dek? Lumutan abang nungguin kamu dek " Ketus Abiyan - Kakak Alysa -

" Suruh siapa nungguin? Padahal tinggal makan aja kalo laper mah gausah nungguin Alysa. " Jawab Alysa tak kalah ketus.

" Sudah, sudah. Kok malah ribut gini. Alysa duduk cepetan, biar kita makan" Ummi melerai.

Saat sedang sarapan, tiba-tiba Abi memberi tahu Alysa suatu hal.

" Alysa, nanti pertengahan bulan juli kamu bakalan berangkat ke pondok. Abi udah daftarin kamu, dan Abi tidak menerima penolakan! "

Alysa bungkam saat mendengar pernyataan Abdullah. Nada bicara Abi nya yang seakan memaksa, membuat Alysa bergidik ngeri untuk menjawab.

Di Balik Tirai Pesantren Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora