Valerianella Aileen, perempuan berambut panjang dengan masa lalu yang kurang menyenangkan. Tetapi hidupnya berubah semenjak ia bertemu dengan Adinata Trisnawan di SMA Merpati. Berawal dengan pertemuan mereka pertama kali di rooftop gedung yang sudah...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Disuatu malam, ditengah hujan, disaat semua orang beristirahat di rumah seraya menikmati kesejukkan hujan, 'ia' berlari dari rumahnya sambil menangis. Rambut panjangnya basah sehingga tak berterbangan seperti biasanya jika ia lari. Valerianella terus saja berlari entah kemana. Sampai akhirnya ia lelah dan berhenti.
Dia benci.
Benci sekali.
Benci pada hidupnya, pada dirinya sendiri, juga pada dunia ini.
Ia tidak mengerti kenapa tuhan mengasihnya nasib tak menyenangkan seperti ini. Yaitu nasib dimana ia kehilangan kedua orang tuanya.
Sekarang ia tinggal bersama paman dan bibinya. Namun ia malah selalu ingin menyusul orang tuanya. Valerianella penasaran, kenapa hanya dia yang selamat? kenapa penyelamat itu menyelamatkannya?, Valeri melihat sendiri dengan kedua bola matanya bahwa orang tuanya terbakar dan kehabisan nafas karena banyak sekali asap dirumah lamanya, entah kenapa Valeri bisa selamat walau hanya pingsan sesaat. Valeri benci sekali dengan penyelamatnya.
Ia selalu bertanya-tanya dalam batinnya, 'Kenapa aku diselamatkan?, kenapa kalian tidak membiarkan aku menyusul orang tuaku?'
Valeri terus menangis. Akhirnya, ia menuju gedung tua yang tak berpemilik. bisa dibilang abandoned.
larian kecilnya terdengar sangat jelas karena suasana yang sepi. Dia menaiki tangga satu persatu sampai akhirnya sampai di lantai yang paling atas tanpa atap, bisa disebut juga rooftop. Hujan sudah berhenti turun sehingga ia tak kehujanan lagi, tetapi masih ada becekan di rooftop itu. Masa Valeri gak capek pas dah nyampe di rooftop lol. abaikan author mims yang nongol tiba-tiba.
Indah sekali pemandangannya saat ia melihat ke bawah, lampu-lampu menghiasi rumah-rumah dikotanya. Benar-benar indah. Bahkan saat ini Valeri menghentikan tangisannya juga melupakan masalahnya.
"Ekhem.."
Valeri terkejut mendengar seseorang tiba-tiba saja berdeham. Ia berbalik dan melihat anak laki-laki yang mungkin umurnya sepantaran dengannya. tetapi tingginya berbeda dikit.
"Kamu siapa?? ngapain di baseku???" Tanya anak itu.
"B-boleh aku i-ikutan memiliki base ini be-bersamamu?" Valeri malah bertanya balik.
"Aku akan melakukan apapun untukmu! aku mohon.. biarkan aku bergabung!!!, aku tidak suka rumahku yang baru bersama bibi dan paman.. aku hanya ingin bersama orang tuaku yang tiada.. aku mohonnn..." Valeri memohon berkali-kali.
Mendengar itu, 'Tris' atau si anak laki-laki yang sepantaran dengan Valeri hanya terdiam. Mereka sama-sama tidak ingin berada di rumah. Karena Valeri mengatakan itu, Tris akhirnya bertanya..
"Apapun yang aku mau?"
"Iyaaa! apapunn.." Jawab Valeri.
"Kalo begitu jadilah temanku!, temanku untuk selama-lamanya!! Sampai kapanpun pokoknya!!!, sejelek apapun aku.. pokoknya kau harus tetap menjadi temanku.."