rasanya merindu pada manusia yang masih ada di bumi namun di luar jangkauan.
benar adanya yg diucap dilan kalau rindu itu berat. rindu selalu bertambah namun tidak pernah berkurang. rindu selalu menumpuk, menggunung, tersimpan dalam apalagi jika tidak diungkapkan.
beberapa saat rindu bisa di rendam, dengan mengabaikannya atau mengobatinya dengan mengenang moment kebersamaan.
namun seringkali ada waktu pas dan moment tepat untuk merasakan sakit karena rindu yang tak tersampaikan.
ada beberapa rindu yang disampaikan lewat doa untuk orang yang berbeda dunia dengan kita.
ada rindu yang disampaikan lewat citcat media sosial untuk orang yang terpisah jarak dan waktu.
tapi ada rindu yang terbuang sia-sia untuk mereka yang tidak bisa menyampaikan bukan karena beda dunia atau karena jarak dan waktu. tapi karena sudah beda momennya, seperti sudah di luar jangkauan.
ya saya memang bisa mengirimnya doa, mengirim nya pesan singkat, namun untuk apa? rindu itu begitu dekat di depan pelupuk mata tapi tak terjangkau, bukankah begitu sakit?
tapi saya percaya di dunia ini semua hal bekerja karena suatu alasan. walaupun kadang tak ada jawaban. bukan karena tidak ada jawaban namun bukan sekarang atau tidak perlu tau sama sekali, karena sekali lagi tuhan lebih tau mana yang dibutuhkan umatnya bahkan saat manusia tak mengetahui isi hatinya sekalipun.
teruntuk bapak salam sayang menerpa jarak waktu dalam doa.
