Gadis Setengah Bangsawan

538 59 80
                                        

‘Yang Mulia.. Atas segala kebencian yang ada dalam hatimu, aku bersumpah keturunanmu akan terlahir lemah.. anakku akan menjadi saksi dari kerajaan yang di selimuti kegelapan.’

Yeoja itu terbangun dari tidurnya di sepertiga malam. Peluh membasahi pelipisnya, nampak dari anak rambutnya yang basah. Mimpi buruk memang hal paling ampuh untuk membangunkan tidur seseorang. Mata bulat milik yeoja cantik itu terpejam erat lalu dibukanya lagi berusaha menghilangkan memori yang melintas dalam mimpinya. Nafasnya naik turun terengah. Jari-jari tangannya yang lentik meremas erat selimut sutera yang membungkus tubuhnya.

“Cenayang itu sudah mati.. cenayang itu sudah mati.. yeoja itu..” berkali-kali bibir tipisnya merapal kalimat yang sama sebagai mantra untuknya kembali tidur.
.
.
.
.
.
*CHAPTER 1*
~Gadis Setengah Bangsawan~
.
.
.
.
.
Gadis itu menatap tajam lawannya, seorang namja dengan tatapan mata liar. Baru saja ia akan menyerang namja di depannya selintas memori semalam membuatnya gagal fokus. Pedang yang ia pegang jatuh.

“Akh.” Pekik nyaring sebagai sebuah reaksi terkejut keluar dari bibir tipisnya. Pakaian yang ia kenakan robek di bagian bahu akibat pedang lawan, untungnya tidak menggores kulit putihnya.
“Ada apa denganmu?” tanya sang lawan yang kini menghentikan ayunan pedangnya.

Sunggyu –nama gadis itu- bangkit seraya memegangi bahunya yang hampir menyentuh tajamnya mata pedang sang kakak, ya.. lawan yang sedang bertarung dengannya adalah kakaknya, atau lebih tepatnya saudara satu ayah beda ibu.

Sunggyu terlahir dari rahim seorang budak yang menikah dengan seorang tabib kerajaan. Posisi almarhum ibunya sebagai wanita dari kasta rendah membuatnya berbeda dari kedua saudaranya, orang-orang sering menyebutnya sebagai ‘si setengah bangsawan’. Kedua saudaranya yaitu kakak laki-lakinya Dongwoo dan saudara perempuannya Sungyeol merupakan anak dari istri pertama sang tabib.

Sosok Sunggyu yang berbeda tidak membuat ayahnya memperlakukan Sunggyu berbeda. Bahkan bisa dibilang kakaknya, Dongwoo, lebih sering menghabiskan waktu dengan Sunggyu ketimbang saudara kandungnya Sungyeol.

Sepintas mimpinya semalam membuat kedua belah pipi chubby itu memerah. Sunggyu sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, dan.. siapa sosok yang ada dalam mimpinya itu. Seorang namja asing menciumnya tadi malam, bukan.. bukan secara langsung, lebih tepatnya di alam mimpi.

“YA! Fokus Gyu,” Ucap Dongwoo mendekati yeoja dongsaengnya “aku hampir melukaimu tadi.”
“Gwencaha oraboni.. hanya tergores sedikit.” Ujar Sunggyu berusaha menenangkan kekhawatiran Dongwoo.
“Ada apa denganmu sebenarnya? Hari ini kau banyak melamun.” Tanya Dongwoo yang memang merasa dongsaengnya banyak melamun hari ini.
“Ah.. aniya,” Sunggyu mengibas-ngibaskan kedua tangannya ke depan “hanya saja.. aku bermimpi aneh semalam.”
“Apa itu? ceritakan padaku.” pinta Dongwoo.
“Andwe.. itu tidak penting sekarang. Lebih baik kita lanjut berlatih.”
“Aniya, kita pulang sekarang.”
“Wae~?” tanya Sunggyu tidak terima, ia belum sempat mengalahkan Dongwoo hari ini.
“Kau lupa? Eomma akan membunuhmu nanti.”
“Omo.. aku lupa. Ayo kita pulang, cepatlah sedikit!”
Dongwoo hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Sunggyu yang berjalan lebih dahulu di depannya.

.

Sunggyu berjalan mengendap-endap. Tiba-tiba seseorang menarik tangannya. Untuk sesaat gadis itu terkejut dan hampir menebas kepala orang yang menariknya tiba-tiba kalau saja orang itu bukan Sungjong. Sungjong adalah gadis yang bekerja sebagai pelayan di sebuah rumah bordil, ia berteman dengan Sunggyu sejak kecil. Sunggyu kecil yang selalu dikucilkan karena dianggap berbeda membuat gadis itu tidak memiliki banyak teman. Hingga ia bertemu dengan Sungjong dan menjadi teman sampai sekarang. Sunggyu dan Sungjong terbiasa berbagi sejak dulu, Sunggyu bisa terbuka hanya dengan Sungjong setelah ayahnya, sebab ada hal-hal tertentu yang tidak bisa ia ceritakan pada ayahnya. Saking terbukanya mereka berdua, hanya Sunggyu yang tahu kalau Sungjong menyukai Dongwoo. Sunggyu sudah berkali-kali menyuruh sahabatnya itu untuk mengatakan langsung pada Dongwoo tapi apa mau dikata, Sungjong cukup tahu diri dengan siapa dirinya.

THE THRONE [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang