ngekost?

14 3 0
                                        

Senin

07.15

"Mampus telat lagi gue!" gerutu seorang gadis berambut panjang, coklat warnanya.

"Pak pakk!!" Panggilnya ketika di dapati pintu gerbang telah di tutup oleh penjaga sekolah.

"Kenape neng?" Tanyanya

Gadis itu mengatur nafasnya sebentar, kemudian melanjutkan perkataannya yang sempat tertunda

"Pak, jangan ditutup dulu dong.."
Bapak itu mengerutkan dahi,
"Kagak liat sekarang jam berape?" ia menunjuk jam tangan yang di pakai oleh gadis itu.

Gadis itu memutarkan bola matanya malas.
"Iya tau pak tapi-"

"Nah, kalau tau ngape nyuruh saya jangan tutup gerbang? Kan udeh tau bel masuk ntuh jam 07.15 si neng dateng pas 07.15 "

"Yaelah pak, gak ada toleransi gitu?" Ia terus membujuk Pak Pino, untuk membuka gerbang.

"Kaga ada neng.." ia membaca name tag gadis itu

"Kaga ada neng Cinta." Katanya lagi setelah mengetahui nama gadis yang telat.

Cinta, ia hanya bisa mengeluh pasrah. Menunggu sampai gerbang dibuka, tepat jam 8 setelah upacara selesai.

"Udeh neng terima aja resiko telat," sahut Pak Pino yang melihat Cinta begitu sedih.

Cinta hanya mengangguk pelan, ia mengutuki dirinya sendiri kenapa bisa telat selama 100 kali.

Sudah sekitar 20 menit Cinta menunggu diluar, tapi gerbang masih belum di buka.

"Pak, masih lama?"

"Iye neng, nunggu guru piket dulu."

"Ah elah."

Citttt (anggap aja decitan suara motor yg berhenti tiba2)

Cinta kaget, tapi tidak begitu memperhatikan. Ia kembali memainkan ponselnya sampai ia tidak sadar bahwa ada seseorang yang berdiri di hadapannya.

"Telat?"

Cinta mendongakkan kepalanya, iya dia jongkok dan melihat sosok laki-laki yang berdiri di hadapannya.

"Menurut lo?" Jawab Cinta, ketus

"Yaelah sante dong. Cantik-cantik galak"

Cinta mengangkat satu alisnya,
"Masalah sama lo apa?"

Pria itu tertawa pelan,
"Mau masuk gak?"

Cinta langsung berdiri, mencoba mencerna pertanyaan pria asing ini.

"Heh," pria itu membuyarkan lamunan Cinta.

"Mau masuk gak? Atau disini sampe guru piket keluar?"

Cinta diam sejenak,
"Bentar lagi gerbang dibuka." Katanya sembari melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.

"Oh."

Pria itu berdiri di samping Cinta.

"Guanlin,"

"Hah?"

Pria itu tertawa lagi, melihat respon Cinta yang sepertinya sangat lucu di pandangannya.

"Lo suka melamun ya?"

"Hah? Gak. Gue gak suka mentimun" Cinta menggeleng cepat.

"Yang bilang lo suka mentimun siapa?" Guanlin berusaha agar tetap tenang dan tidak membentak gadis di depannya.

"Lo barusan- EHH MAAF MAAF GUE MELAMUN YA? MAAF"

Guanlin terkekeh, melihat Cinta yang sedang malu sendiri dan mengacak rambutnya pelan.

Anak kostanWhere stories live. Discover now