[HORROR-MYSTERY-ROMANCE]
Malfoy Manor merupakan bangunan yang sangat terkenal akan keangkerannya seantero kota London lantaran konon dihuni oleh hantu misterius dengan julukan "The Dark Moaning Lady". Namun, Hermione Granger justru terobsesi dikare...
Ups! Ten obraz nie jest zgodny z naszymi wytycznymi. Aby kontynuować, spróbuj go usunąć lub użyć innego.
Warning!
Three Shot
Special Halloween 🎃
AU, Muggle World . Horror-Mystery-Romance .
•••
Sorry for the typos and all mistakes. Happy reading! . . .
Gadis cantik itu melangkahkan kakinya tergesa menuju restoran kecil yang berada persis di seberang Hogwarts University. Cacing-cacing di perutnya sudah berkonvoi minta segera diisi. Mata kuliah Sastra yang diambilnya sangatlah menyita waktunya akhir-akhir ini.
Ya, Hermione Jean Granger memang sengaja untuk memperdalam ilmu bahasa dan sastranya—apalagi dalam bidang tulis-menulis—setelah lulus dari Beauxbatons Senior High School dua tahun lalu. Maklum, sedari kecil ia sudah begitu terobsesi untuk menjadi seorang penulis terkenal kelak. Dimulai dari cerpen-cerpen, esai, dan berbagai macam karya sastra miliknya kini sudah dimuat di beberapa majalah ternama. Tentu saja hal itu membuatnya semakin gencar memperdalam ilmu.
Dengan semua pencapaian gemilang tersebut, maka tak heran apabila sekarang target Hermione adalah ingin menulis dan merilis sebuah novel horor based on true story yang mengisahkan seputar Malfoy Manor yang terkenal sangat angker serta suram di kota London. Ya, ini sudah sejak lama menjadi determinasi tersendiri baginya. Apalagi mengingat beberapa bulan lalu ia baru saja memiliki kenalan baru yang mengaku dirinya adalah pewaris tunggal dari Malfoy Manor yang sangat kontroversial itu. Well, meskipun mereka kenal baru beberapa bulan belakangan, tetapi tak dimungkiri bahwa keduanya kini sudah sangat akrab. Bahkan sahabat-sahabatnya, Ginny dan Harry—minus Ron—sampai mengira mereka adalah sepasang kekasih. Sayangnya, setiap ditanya perihal itu, Hermione hanya tertawa lalu berkelit seolah memang memiliki sejuta dalih untuk menyanggahnya.
Gadis itu menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri setelah memasuki Madam Puddifoots yang kini begitu ramai dipadati mahasiswa dan mahasiswi Hogwarts University yang tampak berkerumun seperti semut untuk menghabiskan jam makan siang (solusi jitu bagi mereka yang mudah bosan dengan menu monoton kafetaria kampus).
Dengan gesit atensinya mencari sejumput surai hitam serta kepala merah yang familier dan ... voilà! Itu mereka! Di sebuah meja dekat jendela besar. Sang gadis berambut merah melambaikan tangan ke arahnya dengan gurat senyum ceria. Senyum Hermione pun ikut mengembang. Ia memacu langkah dengan terburu-buru menuju tempat sahabat-sahabatnya berada sampai akhirnya tak menyadari telah menabrak seorang wanita paruh baya yang berpakaian sangat aneh untuk sekadar bertandang ke sebuah restoran—terlebih di siang bolong.