Ya, aku sudah mencoba semampuku.
Namun aku berhenti..
Karena aku tidak melihat kesempatan itu ada dipihakku.
Karena sekeras apapun aku mencoba, jika kamu enggan memberi kesempatan, percuma bukan?
Jangan salahkan aku yang berhenti. Jangan berfikir kalau aku tidak akan pernah berhenti. Nyatanya aku sekarang berhenti bukan?
Benar. Aku memang sempat berhenti.
Namun, kamu berhasil membuatku jatuh lagi tanpa melakukan apapun. Ketika aku melihat kamu tersenyum, meskipun senyuman itu bukan untukku, senang sekali rasanya. Melihat kamu tertawa memberikan damai dihatiku. Aku senang melihatmu senang.
Sialnya, rasa itu muncul kembali sedikit demi sedikit menggerogoti pertahananku.
Namun, aku masih bisa menahannya. Aku menahannya agar rasa itu tidak membuncah seperti waktu itu yang membuatku berkhayal dan menganggap bahwa kamu juga tertarik padaku. Itu sangat bodoh.
Walau terkadang aku sering mencuri pandang kearahmu. Memperhatikanmu ketika kamu melakukan sesuatu dan untungnya kau tidak sadar, kamu tidak sadar kalau sedari tadi mataku terus tertuju kearahmu. Tatapanku yang penuh harap. Berharap agar kamu menyadari dan juga memiliki perasaan yang sama.
Namun, aku rasa sudah cukup. Sudah cukup penantianku. Sudah cukup usahaku. Lagi pula, kamu tidak menyadarinya. Atau mungkin aku dengan segala perhatianku tidak terlihat?? Yasudahlah.. Lagi pula aku sudah berhenti dan aku tidak akan melanjutkannya lagi.
Karena aku sudah berkata pada diriku sendiri kalau aku sudah berhenti.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tapi jika memang ada kesempatan dan kamu mulai menyadarinya serta memiliki rasa yang sama..
Aku ingin kok. Aku ingin memulai semuanya dari awal.
Sincerely,
Gadis bodoh.
mohon maaf kalau masih ada kesalahan penulisan kata dan ejaan.
Masih dalam proses belajar😁✌
VOUS LISEZ
Random Thoughts
AléatoireHanya sebuah pemikiran yang kadang terlintas di benakku. Mungkin kamu juga memikirkan hal ini, namun tidak bisa mengungkapkannya. Mungkin saja Random Thoughts ini bisa mewakili perasaanmu.
