Lai Guanlin

6.5K 524 124
                                        

Saat ini kamu sedang di perjalanan menuju GOR sekolah. Alasan utama kamu datang adalah untuk melihat pertandingan basket, juga untuk menyemangati kekasihmu, Guanlin. Ketika di jalan muncul ide untuk mengusili Guanlin.

Line!

Guan❤ : kamu dimana?
Guan❤ : jadi datang kan?

Me : maaf ya guan, aku tibatiba diajak mama keluar jadi gabisa datang:(

Guan❤ : hm, okay

Ketika sampai di GOR, kebetulan tepat Guanlin main. Kamu kemudian duduk di tribun penonton. Kamu memperhatikan Guanlin. Sorak sorai penonton terdengar riuh ketika Guanlin memasukkan bola kedalam ring. Tanpa sengaja, mata kalian bertemu. Guanlin sedikit kaget, namun detik berikutnya ia memberikan senyum manisnya. Kamu yang sadar diberi senyuman itu kemudian tersenyum sembari mengangkat jempol tangan untuk memberi semangat.

Usai pertandingan, Guanlin berlari ke arahmu sambil merentangkan tangan.
Kode minta di peluk.

"Katanya kamu gak jadi datang?"

Kamu berjalan ke arah Guanlin dan memeluknya. Kamu tidak peduli keringat yang ada di tubuh Guanlin, kamu menyukainya. Guanlin mengusap kepala kamu.

"Aku kan mau kasih kejutan, hehe." ucapmu diiringi sengiran kuda khas kamu.

"Usil bener sih kamu?" katanya sembari mengusap rambutmu.

"Biarin, tapi kamu sayang kan yang?"

"Enggak tuh."

"Ih, yang!"

"Jangan cemberut, jelek."

"Bodo amat, dih." kamu kemudian membuang muka.

Guanlin memegang muka kamu untuk dihadapkan padanya.

"Yang, lihat aku." nada Guanlin berubah menjadi serius. Kamu masih diam dan menatapnya.

"Sayang, dengerin. Kamu gak perlu tanya aku sayang sama kamu apa enggak. Kamu udah pasti tau kan jawabannya? Aku sayang sama kamu, serius. Jangan cemberut lagi, ya? Ayo, kita makan." katanya sambil tersenyum.

Kamu tidak bisa menahan untuk tidak memeluk Guanlin. Guanlin kemudian memegang tangan kamu untuk pergi ke kantin sekolah.

"Kamu mau makan apa?" tanyanya.

"Aku mau makan bakso aja."

"Oke, kamu cari meja dulu. Biar aku yang pesenin ya."

Kamu kemudian mencari meja untuk makan. Sambil menunggu Guanlin, kamu bermain game di ponsel. Saking seriusnya, kamu tidak sadar kalau Guanlin sudah duduk di depan kamu.

"Eh, kapan datengnya?" tanyamu langsung mematikan ponsel.

"Beberapa menit yang lalu. Kamu main apa sih? Serius bener, yang?"

"Main apa hayo?" kamu menaik turunkan alismu.

"Hm, main sama cowok ya?"

"Hah?! Kok cowok sih, yang!"

"Eh, eh, enggak. Bercanda aku yang."

"Udah, buruan makan tuh!"

"Galak bener ya ampun cewek gua."

"Salah siapa, padahal aku main ml malah dikata main sama cowok." katamu ngedumel.

"Ya Allah kan aku bercanda, yang. Gemes banget kalau ngedumel gitu, sini aku cium."

"Mesum!"

"Salah mulu napadah yang. Herannn." runtuk Guanlin sambil menggaruk kepalanya.

"YA KAN COWOK! MAKANYA SALAH MULU!

"KAMU PMS YA?!"

"IH! KOK KAMU TERIAK KE AKU?!"

"KAMU JUGA TERIAK, KAN AKU REFLEKS TERIAK JADINYA!"

"KAMU TUH YAAAAAANG."

"Kamu pms ya?" tanyanya berbisik.

"IYA!!!!"

"Yaleha, pantesan. Bilang dong."

Kamu menggerutu kemudian melemparkan bakso ke arah Guanlin. Yang dilempari hanya tersenyum manis, menyiasati agar si singa tidak mengamuk lagi.

Imagine; Wanna One ☑Donde viven las historias. Descúbrelo ahora