Sinar matahari menembus kesetiap celah dinding rumahku, akupun terbangun dari tidurku, yang terdengar hanya dentingan jam yg terus berbunyi. Akupun bergegas melangkah menjauh dari kasurku dan mengambil handuk untukku mandi karena hariini ada jadwal ku untuk pergi ke kampus.
"Non Eunri.. ayo bangun, trus sarapan non" Sapa bibi sambil mengetuk pintu kamarku.
Aku tak menjawab. Bibi pun sudah mengerti kalau aku memang tak mau bicara lagi setelah kejadian itu. Akupun keluar dari kamar dan duduk dimeja makanku lalu melahap roti tawar berselai cokelat yang telah disediakn oleh Bi Inah. "Aku mau berangkat" ujarku sambil menggigit roti, "Iya non, jangan terburu buru ya, nanti kenapa kenapa" ujar bibi. Kemudian aku langsung pergi kekampus jalan kaki, karena jarak kampus dan rumahku lumayan dekat dan supirku juga sedang mengambil cuti hariini.
Sesampainya dikampus , aku tak pernah lagi disapa oleh siapapun. Aku bagaikan udara yang tak terlihat bagi mereka karena aku dianggap aneh, padahal aku mengatakan hal yang benar.
Tapi tak apa, aku sudah mulai terbiasa sendiri.
Jam sudah menunjukan pukul 15.00 . Aku pun mulai berjalan keluar dari kampus. Aku mau pergi ke toko buku dulu deh, batinku. Langkah demi langkah ku tapaki, saat aku hampir masuk ke toko buku, aku kaget setelah melihat seseorang memegang guci tua di sebuah toko barang antik. "Aku seperti pernah melihat guci tua itu, tapi dimana ya?" Gumamku.
FLASHBACK ON
Aku pun tiba di rumahku, disambut oleh bibi yang sekaligus ku anggap mama. Akupun masuk kekamar membersihkan badanku kemudian mengambil kertas dan pensil dari tas ku. Aku mulai menggoreskan pensil dikertas tersebut, "Tok tok tok" terdengar suara ketokan dari pintu kamar. Siapa yang ngetok ya? ujarku dalam hati. Akupun langsung beranjak dari meja belajarku menuju pintu tersebut dan membukanya, tetapi tidak ada orang. Akupun celingak celinguk mencari sumber suara ketokan tersebut di rumahku tetapi aku tidak mendapatkan hasil. Jadi, akupun langsung menuju kamarku untuk melanjutkan lukisanku. Sesampainya di kamar..
Ada seseorang yang duduk di kursi belajarku seolah olah ingin melukis. Ia memegang pensilku dan menoleh padaku. Saat aku ingin mendekatinya, ia pun hilang dan meninggalkan seberkas coretan di kertasku. Saat aku melihat kertas tersebut, terdapat lukisan guci tua. "Aduhh, ada apa lagi dengan benda benda ini? Aku sudah capek, aku ingin terbebas dari semua ini" aku berteriak dan hasilnya nihil. Makhluk tersebut tidak menampakkan dirinya lagi.
Tiba tiba aku terbangun, dan ternyata aku cuma bermimpi. Tapi, dikertas tersebut memang ada lukisan guci tersebut dan pensilku masih berada ditanganku. Berarti semalam aku yang melukis ini, batinku.
Berarti, lukisan itu adalah pertanda bahwa aku harus menyelamatkan seseorang lagi yang berhubungan dengan guci tua itu.
To be continued..
YOU ARE READING
Mystical Drawing
Mystery / ThrillerBerawal dari seorang gadis yang bernama Choi Eun Ri, ia memiliki hobi melukis sejak kecil, hingga suatu kejadian tak terduga membuatnya memiliki kemampuan yang mampu bangkit dari bawah alam sadarnya. Dia dapat melukis dengan lihai tentang apa yang a...
