Good bye My past

27 2 4
                                        

      Suatu sore di sebuah taman.
      Seorang gadis tengah duduk
disalah satu bangku taman seraya menunggu seseorang. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya seseorang tersebut datang.
“Akhirnya kamu datang juga. Aku senang kamu mau meluangkan waktumu untuk menemuiku.” kata Jasmin dengan ceria.
“Tak usah basa-basi, to the point aja! Ada apa loe ngajak gue ketemuan?” ucap Diko di luar ekspetasi Jasmin.
“Sebenarnya aku Cuma mau minta maaf!” ucap Jasmin seraya menunduk menahan air matanya.
“Untuk? Oh... yang waktu itu, loe ninggalin bunga mawar pemberian gue di bangku ini?” ucap Diko setelah mengerti arah pembicaraan mereka.
“Aku tahu aku salah, aku minta maaf! Gak seharusnya aku seperti itu!” Jasmin semakin menunduk menyesali kesalahannya.
“Udah? Cuma itu? Oke gue maafin loe! Sekarang gue harus pergi!” Diko bersiap berdiri.
“Tunggu..! Aku rasa kebebasanku darimu malah membuatku merasa sangat kehilanganmu. Aku seharusnya bisa menyadari apa yang ku miliki, saat-saat bersama denganmu! Namun saat aku menyadarinya, kamu mulai menghilang dari hidupku! Aku mohon tetaplah disini, bersamaku!” Jasmin memberanikan diri untuk menatap mata Diko, mengabaikan harga dirinya untuk meminta maaf pada Diko.
“Sorry! Gue gak bisa. Semua udah terjadi, loe sama gue gk bisa bersama lagi seperti dulu. Gue harap loe bisa ngerti sama keadaan ini!” Diko terduduk kembali dan mencoba menyadarkan Jasmin bahwa hubungan mereka telah kandas dan tidak akan bisa seperti dulu lagi. Walaupun mereka mencoba untuk bertahan lagi.
“Akhir-akhir ini aku gak bisa tidur. Merenungkan semua kesalahanku padamu. Bahkan saat hari ulang tahunmu berlalu, aku tidak punya nyali untuk sekedar menghubungimu! Sekarang mungkin aku harus benar-benar melepaskanmu! Tapi ingatlah aku selalu mengenang bulan itu sepanjang waktu! Saat aku benar -benar menjadi orang paling bodoh karena telah menyia-nyiakan ketulusan yang kamu miliki. Aku benar-benar minta maaf!” Jasmin mulai terisak tak kuasa menahan rasa sakit itu.
“Gue udah maafin loe!” Diko akhirnya berdiri dan mulai melangkah meninggalkan Jasmin sendirian di bangku taman tersebut.

       Jasmin mentapa nanar punggung tegap Diko yang pergi meninggalkannya, hingga punggung itu meghilang.
“Bahkan aku selalu berpikir tentang musim panas adalah waktu paling indah yang akan kita lalui sepanjang waktu. Aku melihatmu tertawa dibangku penumpang saat bis itu membawa kita berkeliling kota, saat itu aku sadar bahwa aku mencintaimu. Namun, saat musim dingin datang dengan hari yang gelap, kamu memutuskan untuk menyerah menjalani kisah cinta ini. Kamu memberikanku seluruh cintamu, namun yang aku berikan untukmu hanyalah kata ‘selamat tinggal’!” Jasmin terisak sendiri di bangku taman itu. Ia tak kuasa menahan rasa sakit dihatinya, ia sadar terlalu banyak luka yang telah ia torehkan untuk Diko, lelaki yang dengan tulusnya mencintainya. Namun, saat semua berakhir dan Diko memilih untuk menyerah, Jasmin baru tersadar bahwa ia juga mencintai Diko, namun, sekali lagi, semua sudah terlambat untuk diperbaiki.


     Sementara itu disisi lain, Diko sebenarnya tidak benar-benar pergi. Dia bersembunyi di balik pohon dekat bangku yang sedang di duduki oleh Jasmin, ia mendengar semua perkataan Jasmin dan isakan penuh pilu milik Jasmin.
“Sebenarnya aku masih mencintaimu! Namun, rasa kecewa itu mengalahkan rasa cintaku padamu! Aku merindukan senyumanmu yang indah itu, begitu indah bagiku. Dan saat aku memelukmu waktu itu, adalah pertama kalinya aku melihatmu menangis di pelukanku, dan saat ini aku kembali melihatmu menangis tapi, maaf aku tak bisa memelukmu seperti waktu itu lagi!” ucap Diko di balik pohon sambil menatap Jasmin yang masih terisak.

Jamin POV on :
      Mungkin memilikinya hanya akan menjadi suatu angan bagiku, hanya akan menjadi mimpi yang tak ada artinya untukku. Tapi, jika saja dia bersedia untuk mencintaiku lagi, aku berjanji akan mencintainya seperti dia mencintaiku. Aku ingin kembali  ke masa itu dan merubah segalanya. Tapi aku sadar, aku tak bisa, maka jika rantai itu ada di pintunya! Aku mengerti! Kami mungkin tidak akan bisa seperti dulu lagi. Selamat tinggal Diko! Selamat tinggal kenangan indah masa laluku.
Aku menghapus air mataku dan mulai berdiri dari bangku ini, mencoba melupakannya dan mulai melangkah meninggalkan taman ini. Memulai kehidupan baruku tanpanya.
Jasmin POV off.

Jasmin dan Diko melangkah kearah yang berlawanan meninggalkan taman itu. Yang menjadi saksi bisu putusnya hubungan asmara dan pertemanan mereka. Mereka, dua insan manusia yang masih saling mencintai, namun, mereka sadar jika mereka tidak bisa kembali bersama lagi.

TAMAT........


“Kata maaf gak akan pernah bisa menghapus rasa bencimu padaku, tapi percayalah aku akan selalu mencintaimu.” - Jasmin

“Jika memang kita harus berpisah, ketahuilah rasa ini gak pernah menghilang dan akan tetap ada di tempat teristimewa hatiku.” - Diko

GOOD BYE MY PASTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang