"Gia,Jevan!!!"
Gia mendengus mendengar panggilan dari Sarah bundanya.lalu ia menoleh menghadap Jevan yang diam sambil mengangguk-anggukan kepalanya mngikuti lantunan music dari earpone yang menyumpal ke2 telinganya.
"GIA,JEVAN!!"
Kali ini bundanya berteriak dari dalam rumah mugkin Sarah marah.Gia langsung menarik lengan Jevan ia tak memperdulikannya terserah pria itu mau marah kek,yang penting Sarah yang didahulukan.
"Gia,lo apa-apaan sih?"
"Sstt..."
Jevan hanya pasrah dengan kelakuan Gia.Sarah geleng-geleng kepala melihat 2orang dihadapannya.
"Bunda dari tadi panggil kalian,gx nyahut-nyahut?"
"Bunda,mau apasih?Gia kan bingung..iya gak van?"kai ini Gia dan Sarah menatap Jevan merasa diperhatikan jevan memutar bola matanya jengah.
"Apa?qo jadi gue?"
"Ih,van..qi jadi ngegas sih?"
Kali ini Jevan menatap Sarah bundanya Gia.
"Tante,knp panggil kita?oh jevan tau pasti makanan ya tan?"ujarnya tersenyum.
"Sini ikut bunda..bunda punya makanan spesial buat kalian..kalian harus makan ya!!"
Gia berdacak dirinya sudah kenyang dan.ingin kembali bermain di pelataran rumahnya.
"Kita makan!"
Jevan langsung menarik Gia menuju meja makan menyusul tante Sarah.
"Gie kenyang"
"Lo itu harus banyak makan biar cepat tingggi"ujar Jevan
Gia mengernyit"apa hubungannya coba?"gumamnya.
******
Gia menggeliat kecil dalam tidurnya gadis itu menghiraukan jam beker yang berbunyi sedari tadi di atas nakasnya.
10menit lagi please!!
TOK,TOK!!
Shit gangguan apalagi ini.Gia menutup kupingnya dengan bantal.
"Nond Gia,bangun Nond jam 7 lohh gak sekolah emngnya?"
Mata Gia terbuka mampus!!hari senin lagi..ia buru-buru mengambil handuk nya dan masuk kedalam kamar mandi.
Gak perlu waktu lama ia sudah kembali dengan penmpilannya yang pergeck gadis itu meniruni tangga.lalu mencomot sendwich diatas piring dan meminum susunya
"Gia,habiskan susunya" sarah menyodorkan kembali gelas yang masih berisi setengah susu milik Gia
"Aduh Bun,Gia hampir telat"ujarnya melirik jam tangan kecil yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Bunda Gia pergi,bye!"
Gia mencium sekilas pipi Sarah dan berlari keluar rumah.
Jevan berdecak kemana lagi tu bocah?lama! Jevan menghentak-hentakkan kakinya yang berbalut sepatu putih.
"JEVAN!"
Gia berlari kearah Kevan yang memandang sinis Gia.Gia meringis mendapati tatapan itu.
"Gue gak telat kan?"ujar Gia polos
Jevan menoyor kepala Gia dengan sebal..jelas-jelas 15 menit lagi gerbang sekolah ditutup.
"Aduhh..ih,"kesal gia
"Buru naik!"
Jevan memberi helmnya kepada Gia.gadis itu segera naik diatas motor sport hitam milik Jevan.jevan memacu motornya diatas rata-rata supaya berhasil lolos tanpa hukuman dari guru killer.
*******
YOU ARE READING
GIVAN
Teen FictionJevan dan Gia dari umur masih kecebong mereka sahabatan.Jevan yang dingin dan juga ketus kadang membuat Gia kesal namun ia sangat menyayangi sahabatnya itu begitupun dengan Jevan.menurutnya Gia adalah perempuan yang selalu membuat hidup Jevan berwar...
