Tasya Putri Miranti
Kring.. Kring.. Kring.. Kring
Alaram-pun berbunyi Tasya terbangung, ia segera bangun dan bergegas ingin mandi. Perempuan ini tidak terlalu lama berada dikamar mandi, memerlukan 5 menit saja, kemudian Tasya bergegas turun ke bawah rumahnya (meja makan)
Ingin bertemu mamanya, dan segera makan.
"Selamat Pagi anak mama yang paling cantik" sapa Tasya
"Pagi mah"
"mamah jangan ngejek Tasya seperti ituh dong" dengan wajah malas
"Mamah tidak ngejek Tasya kok, emang benar kamu cantik"
"Iya-iya"
"Yaudah kamu segera duduk dan makan"
Tasya mengalah dengan mamahnya, ia tidak bisa memenangkan hal seperti ini.
"Yaudah segera kamu selesaikan makannya, dan langsung ke depan untuk berangkat sekolah"
"Iya-iya mamah ku yang cantik"
"Soalnya anak mamah kan baru masuk sekolah SMA yang baru"
"Iya-iya mamah ku yang bawel"
Akhirnya mamah-nya segera ke depan untuk memanaskan mesin mobilnya. Dan juga Tasya selesai makanya segera menemui mamahnya.
"Ayo sayang cepat masuk ke mobil nanti telat"
Kemudian mereka berdua pergi dari rumahnya, dan berjalan ke sekolah SMA Negeri Seviet di Bandung.
Sampai akhrinya mereka berdua sampai di SMA Negeri Seviet di Bandung.
"Sudah dulu ya, mamah mau berangkat kerja dulu, nanti mamah jemput lagi"
"Dan jangan lupa belajar dengan sungguh-sungguh"
Dan setelah ituh, Tasya langsung keluar dari mobil mamahnya, segera mencium tangan mamahnya.
Selepas itu mamahnya pergi meninggalkan anaknya. Tasya pergi melihat lorong-lorong sekolahnya, dan mencari kelasnya.
Sampai ituh Tasya masuk kelas IX. A Dan segera masuk, Tasya bingung harus duduk dimana.
Beberapa menit kemudian datanglah guru, yang bernama Joko Adiwo Kasino di panggil Pak Joko guru matematika.
Pak Joko terkejut ada seorang siswi yang sedang kebingunan di depan meja guru.
"Kenapa kamu tidak duduk?" Pak Joko tanya ke siswi baru ituh
"Maaf pak saya bingung harus duduk dimana?" Dengan wajah bingung
"Kamu siswi baru? Klau boleh Bapak tau nama kamu siapa Dan dari mana?" Pak Joko bertanya lagi ke siswi baru
"Iya pak, saya siswi baru, nama saya Tasya Putri Miranti berasal dari Kanada"
"Ohh kalau seperti ituh kamu duduk disebelah Rara" mengasih tau tempat terse but.
"Terima Kasih pak"
Kemudian Tasya bergegas ke tempat duduk disebelah Rara. Tasya diam saja.
Dan akhirnya belakang tempat duduk Tasya dan Rara ada anak laki-laki. Ia bingung dengan mereka berdua, yang sampai saat ini Rara dan Tasya tidak berbicara.
"Loh manusia atau batu sih, dari tadi diam ae?" Tanya Tono belakang tempat duduk Tasya dan Rara.
"Tau Loh, jangan-jangan manusia jadi-jadian" Katino meledeki Tasya dan Rara.
Akhirnya beberapa menit kemudian, bunyi-lah bel istirahat. Surga bagi semua siswa-siswi untuk bisa bergosip, berkumpul-kumpul, dan bercanda riang.
Tasya langsung berjalan ke kantin sekolah, Karena perut Tasya sudah pada nyayi untuk minta makan.
"Hmm... Ini makan lezat sekali" dalam nada senang.
Sesudah makan Tasya langsung berjalan ke kelas, untuk berlajar.
Setelah beberapa menit kemudian, bel istirahat sudah berakhir, hal yang paling terburuk bagi semua siswa-siswi SMA Negeri Seviet di Bandung.
Tasya dan Rara duduk di tempat masing-masing. Hal yang paling dibenci oleh Tono dan Katino.
Tidak ada satu kata yang terucap bagi Tasya dan Rara.
Maaf nih baru bisa update, ini cerita gak sengaja ke harus jadi aku tulis ulang cerita ini. Maaf kalau ceritanya ada yang berasal. 🙏😄
Jangan lupa Votment dan baca terus :))
Promosikan juga ke teman-teman kalian ya :))😊😀😉🙏
See you next:))
^^
YOU ARE READING
BEGINNING AWAY
Teen FictionTasya Putri Miranti adalah perempuan yang berasal dari Kanada. Dia adalah perempuan yang pintar, dan cerdas. Tasya sekolah di SMA Negeri Seviet di Bandung. Tasya pindah ke Bandung sebab, orang tua dari Ibunya kerja di Bandung. Dia mempunyai hobi...
