Gadis berambut sebahu itu baru saja keluar dari kamar mandi dengan seraya mengeringkan rambutnya yang masih basah. Ia duduk di depan meja rias, kemudian menghidupkan hairdryer. Masih dengan rambut yang setengah basah ia mengambil ponselnya dan menekan nomer seseorang disana.
"Halo, Kay?"
"Jo~ anterin gue ke mall yuk!"
"Ngapain? kan kemarin udah kesana"
"Di 3second ada keluaran terbaru, gue pengen beli sebelum habis"
"Gimana ya sayang? Udah ada janji acara keluarga."
"Yaudah, aku berangkat sendiri aja"
Tanpa ada jawaban, Jo segera menutup sambungan di telfon. Membuat Kaye bingung karena sikap Jo yang tidak seperti biasanya. Tapi gadis itu mengedikkan bahu tidak peduli dan kembali melanjutkan aktivitasnya.
***
2.56 pm
Kalau bukan karena brand kesayangannya. Kay tidak akan berjalan di mall sendirian seperti sekarang. Ia menyeruput buble-teanya sambil mencari barang incarannya.
Setelah mendapatkan apa yang dicari, Kay pun berniat menuju ke salon karena ia sudah seminggu lebih tidak ke salon. Ia harus tampil cantik no matter what. Kurang lebih itu adalah prinsip hidupnya.
Namun, di tengah jalan Kay melihat seorang laki-laki berperawakan seperti Jo yang sedang menggandeng seorang perempuan. Kay pun langsung tersulut oleh emosi. Akhirnya, ia pun memilih untuk mengikuti kemana perginya mereka.
Setelah beberapa saat Kay membuntuti mereka, tiba tiba si laki-laki berbalik badan. Benar dugaannya, laki-laki tersebut memang Jo yang merupakan pacarnya. Secepat kilat, Kay pun langsung menelpon Jo.
"Jo, lo ada dimana? Masih di acara keluarga lo kan?" kata Kay yang berusaha menahan emosi.
"Iya, ini lagi dirumah oma."
"Oke. Awas sampe lo bohong."
"Ngapain aku bohong sih, sayang? Udah dulu ya, love you" Ucap Jo dengan intonasi yang tenang seperti tidak terjadi apa-apa. Hal ini malah semakin membuat Kay naik pitam, benar-benar minta dihajar.
Setelah menutup telpon, Kay pun langsung menghampiri Jo. Dia membalikkan badan Jo dan..
Plakk!!
Kay menampar Jo dengan sangat kencang. Jo merasakan pipinya yang memanas dan berdenyut perih.
"Jadi ini rumah oma lo? Sejak kapan selingkuh?" Meskipun tersulut emosi, Kay masih bersikap elegan. Ia tidak ingin dicap murahan apalagi ini didepan umum.
"Kay? G-gue bisa jelasin semuanya." Ucap Jo sambil memegang kedua tangan Kay erat.
"Cowok brengsek." Kemudian Kay menyentak tangannya agar terlepas dari genggaman Jo.
Kay memang tipe orang yang susah untuk menahan emosinya, apalagi jika sudah keterlaluan seperti ini.
"Heh! Lo apa-apaan sih nampar cowok gue!" ucap seorang gadis yang sejak tadi berdiri disamping Jo sambil mencengkeram pergelangan tangan Kay. Kay kemudian menyentakkannya dengan keras membuat Wendy meringis.
"Ini yang lo sebut cowok lo? Asal lo tau ya, bitch. Ini itu cowok gue."
"Udah jelas-jelas dia itu jalan bareng gue. Jadi, dia lebih milih gue daripada cewek gak jelas kayak lo!" ucap Wendy sambil menunjuk ke arah Kay.
Kay adalah gadis emosian yang egois. Semua orang tahu, siapa saja yang berani menyulut emosinya maka mereka memilih mati. Dan, kali ini Kay sudah sangat siap untuk membunuh. Dengan cepat ia menjambak rambut Wendy dan menyentakkannya ke belakang.
"Dasar sampah."
Wendy meringis kesakitan ketika ia merasakan perih di kulit kepalannya karena rambut yang ikut tercabut. Karena terlihat ada keributan orang-orang pun mendekat, bahkan ada beberapa dari mereka yang mengeluarkan ponsel untuk mengabadikan momen.
Wendy sedang di tahan oleh Jo. Wendy masih mencoba membalas ulah Kay. Dia berusaha melepaskan cengkraman tangan Jo.
"Jo, lepasin gak! Gue mau bales jambakan si anjing itu! Lepasin!"
Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang mencoba menerobos paksa kerumunan orang.
"Ini apaan si ribut-ribut?? Ini juga cewek gajelas main nampar anak orang. udah sekarang semua bubar!!!"
"Lo siapa lagi? Jangan ikut campur urusan orang, nyet." ucap Kay sambil mendorong lelaki itu.
"Eh cewek sinting diem gak? Ribut kok gak lihat tempat, dasar gak tahu malu. Dan, asal lo tau Jo itu temen gue, jelas aja kalo gue belain dia." Ucap lelaki itu sambil menunjuk-nunjuk Kay.
"Ih cerewet banget kayak banci. Dia cowok gue ya, dan cewek dekil disebelah dia itu selingkuhannya. Ya terserah gue lah mau ngapain ke dia" Ucap kay berusaha membalas omelan lelaki tesebut.
"Cerewet kok ngatain cerewet. Udah Jo, kita pergi aja dari sini daripada ngurusin cewek sinting kek gini" Ucap lelaki tersebut sambil menarik Jo dan Wendy pulang.
"Urusan kita belum selesai ya, awas aja kalo ketemu. DASAR COWOK BANCI!!" Teriak Kay dengan wajah merah padam, ia semakin marah semenjak lelaki kurang ajar itu datang.
To be continued..
***
Jangan lupa tinggalkan jejak:)
Salam,
💜
YOU ARE READING
Arranged Mistake
Teen FictionKay mengira bahwa Dirga adalah takdirnya. Tapi Tuhan tidak sejalan dengan pikirannya. Tuhan dengan sengaja menciptakan orang baru dalam kehidupan Kay. Orang yang secara tidak sengaja berusaha menghancurkan kebahagiaannya. Seseorang itu berusaha men...
