Dahulu kala aku memiliki permasalahan yang luar biasa, yang mana seharusnya pada saat umur segitu aku belum pantas menerima peristiwa tersebut. Aku jarang bertemu orangtua ku sejak aku masih kecil, jadi aku diasuh oleh kakek-nenek, serta paman-bibiku. Aku bertanya-tanya kemana mereka pergi. Sampai saat ini pun aku belum menemukan jawabannya.
Beranjak ke masa kanak-kanak aku suka bermain bersama teman-teman di lingkungan rumah eyangku. Mereka orang-orang yang baik dan periang. Namun kadang aku juga bermusuhan dengan mereka. Aku ingat momen dimana kita bermusuhan selama hampir 1 tahun. Aku hanya didalam rumah bersama pamanku bermain Counter Strike 1.6, ya aku tau itu game udh lama banget.
Aku mulai tinggal bersama mama papaku saat umurku mungkin menginjak sekitar 4 tahun. Aku pindah rumah ke daerah Berbah, yang mana lumayan jauh dari rumah eyangku. Disana aku juga memiliki beberapa teman yang, yahh, lumayan baik. Bisa dimaklumi kalau sifat mereka jauh berbeda dengan teman di rumah eyangku secara mereka itu adalah anak-anak kampung.
Aku tinggal di rumah berwarna orange neon, dilengkapi dengan teras rumah yang istimewa. Ada taman kecil di depan rumah yang berisikan rumput gajah, pohon cemara, pohon jambu air. Depan rumah ada lajan kecil yang bisa dilalui 2 mobil dari dua arah. Jika keluar rumah tentu akan melihat sawah. Sekitar 75m di depan rumah ada rail kereta api, jadi setiap 15mnt pasti ada kereta lewat. 200m barat rumah ada Bandara Adi Sutjipto, jadi setiap 15-30mnt pasti terdengar pesawat terbang melewati atas rumah.
Pada saat aku kelas 3 SD, aku menerima pengalaman terburuk dalam hidupku. Aku melihat KDRT orangtuaku pada tengah malam. Aku ingin pipis lalu tiba-tiba mama ku memukul helm kearah papa. Spontan aku kaget dan menangis. Pagi harinya aku dibawa pergi ke Jakarta oleh ibuku. 2 minggu kira-kira saya dan adik berada di Jakarta. Setelah kita kembali ke Jogja, kedua orangtua ku melaksanakan sidang cerai. Setelah cerai mama ku tinggal di Jakarta bersama adikku. Aku dan kakak tinggal bersama papa di Jogjakarta. Sulit rasanya untuk meninggalkan mereka.
Setiap liburan panjang aku selalu ke Jakarta untuk menemui mama dan adikku. Terkadang mama dan adikku juga datang ke Jogjakarta untuk menemui keluarga yang tinggal disini. Kita selalu memanfaatkan waktu bersama ketika berlibur karena kita semua mengerti bahwa tidak selamanya akan selalu bersama.
Ya walaupun setelah liburan usai aku selalu merasa kesepian. Jujur saja aku dulu orangnya gampang banget untuk bersosialisasi dan mudah akrab dengan orang-orang. Tapi, percayalah sekarang aku bukan orang yang seperti itu. Kesepian menyelimuti hidupku, kegelapan selalu menemaniku.
==================================
"Setiap manusia berubah pasti karena ada sebabnya. Kejadian buruk adalah faktor utamanya"
-Z
YOU ARE READING
Diary of the Loneliness
RandomAku tidak berharap cerita ini menjadi cerita yang mengagumkan, namun aku menulis cerita ini untuk berbagi ke kalian semua bagaimana sifat kesendirian bisa merubah mental dan kepribadian kita. Ini bukanlah eksperimen yang aku lakukan, namun rasa kese...
