Aku merasakan tangan seseorang tengah memegang hidungku, dengan malas aku membuka mataku. Pria berseragam lengkap menjadi objek yang pertama kali kulihat.
"Aish, kau menggangu tidurku," ucapku setengah berteriak. Lalu menjauhkan tangannya dari hidungku.
"Cepat bangun! Kita udah telat nih," ucapnya, berusaha menarik selimut yang akan kugunakan untuk menutup wajahku.
"Iya, 5 menit lagi."
"Ya udah, kalau begitu aku tinggal."
"Ish, iya aku mandi."
"Nah gitu dong."
Dengan langkah terpaksa aku menuju kamar mandi.
@OnlyMemories
Setelah merasa sudah rapih. Aku buru-buru menuju meja makan.
"Gimana Kak, Key udah bangun?"
Kudengar percakapan Ibu dan Raka.
"Iya mah, tadi udah Raka bangunin."
Raka mengambil sarapannya di meja makan.
Aku ikut duduk di meja makan. Mengambil nasi goreng buatan Ibuku.
"Nih, susu cokelatnya," Ibu memberikan segelas susu cokelat ke arahku.
"Kakak mau dibikinin?" tanya Ibu.
"Enggak ah udah gede juga."
Aku mendelik sebal, "Ya udah jangan dibuatin mah, nanti persediaan buatku habis."
Ibu hanya tersenyum menatap kami.
"Kakak jangan ugal-ugalan bawa motornya, jalanan licin," pesan Ibu begitu aku dan Raka pamit ke sekolah.
"Iya, mah."
@OnlyMemories
Dalam waktu 15 menit, kami sudah sampai di sekolah.
Aku dan Raka di kelas yang sama. Alasannya, aku dan Raka ditakdirkan untuk menjadi anak kembar.
Raka duduk di bangku sebelah kiriku. Dia terlihat sudah siap menanti pelajaran kesukaannya; geografi.
Baru saja diomongin, Pak Darwis tengah memasuki ruangan kelasku.
Anak bab pelajaran geografi langsung dibahas saat ini juga. Aku fokus mendengarkan apa yang tengah disampaikan Pak Darwis. Alasannya. Ya, karena aku sudah kelas 12.
"Key, kamu tambah cantik deh," bisik Risa sambil memperlihatkan kertas ditangannya.
Siapa sih yang jahil? Kurang kerjaan banget.
"Siapa yang jahil?" tanyaku setengah berbisik.
Aku menatap pria yang ditunjuk Risa.
.
.
.
TBC
Semoga suka, ayo titip Votmentnya.
YOU ARE READING
Only Memories
Teen FictionAku tak pernah membayangkan untuk menjadi bunga yang paling indah, sehingga aku menjadi satu-satunya tempat untuk kau singgah. -Keyra Az-Zahra- Seindah apapun pertemuan, pasti akan berujung perpisahan. Jangan mendekat, jika kau anggap pertemuanmu de...
