Prolog

640 44 10
                                        

Ini seperti sebuah lorong yang gelap. Kau akan melihat sekelilingmu berwarna hitam persis ketika kau memejamkan mata.

Udara di sini begitu dingin namun tidak mencekam. Suasana di sini tidak menyeramkan namun sedikit menakutkan. Tempat ini tidak luas namun juga tidak sempit.

Di sini pengap karena sedikit sekali kadar oksigen yang tersedia. Tahukah kau tempat apa ini? Segeralah keluar atau kau akan terus tersiksa.

Ketiga lelaki itu melangkah gontai di sana. Mereka berjalan sejajar tetapi tidak saling menyadari keberadaan satu sama lain. Mereka saling mengenal, meskipun begitu mereka tidak janjian berada di sini. Suatu kebetulan yang tak mereka sadari.

Tentunya keberadaan mereka di sini bukan tanpa alasan. Walaupun, mereka mengira bahwa mereka hanya terjebak. Mereka sama-sama mengingat penyebabnya ada di sini. Sayangnya, mereka tidak menemukan jawaban.

Sadarkah mereka jika ini sebuah takdir? Otak terus memikirkan jalan keluar sedangkan batin terus menyugesti agar terus melanjutkan langkah di tengah lelah yang mulai mendera. Hening, mereka tidak bersuara sedari tadi.

Tak lama kemudian, lelaki yang berdiri paling kanan dan memiliki postur tubuh yang paling tinggi menyorot sebuah cahaya di depan sana. Cahaya itu yang bisa membantunya keluar dari kegelapan ini. Langsung saja dia berlari mengejar cahaya itu.

Mendengar langkah lari tersebut, Kedua lelaki lain ikut berlari. Padahal, mereka belum menemukan cahaya sehingga mereka bertiga terpencar.

Dia, cowok jangkung itu terus berlari mengejar cahaya tetapi sepertinya cahaya itu justru semakin menjauh. Akhirnya dia berhenti sembari mengusap keringat yang mengalir di pelipisnya.

Di sisi lain, lelaki dengan tinggi badan di tengah-tengah berhenti berlari. Ia mulai menangkap cahaya yang pelan-pelan menghampiri dirinya.

Sedangkan lelaki terakhir, dengan tinggi yang paling rendah dari mereka juga berhenti melangkah. Dia lelah dan muak dengan apa yang terjadi padanya. Dia sudah pasrah akan seperti apa hidupnya nanti.

Tiba-tiba seberkas cahaya menyilaukan matanya. Cahaya itu menggiring dirinya untuk terus berjalan melewati kegelapan. Tanpa dia sadari cahaya itu adalah cahaya yang yang berusaha dikejar oleh cowok pertama.

Semua Cahaya itu bukanlah akhir dari sebuah kisah. Cahaya itu berperan untuk membantu mereka menyelesaikan kisahnya.

- - -

Adore U

Collab with:

byunwoo
saturnous

Adore UStories to obsess over. Discover now