Kim Seokjin and Her

32 1 0
                                        

Budayakan vote sebelum membaca 😋

Her POV

"Tidak." Ucapku tegas untuk kesekian kalinya.

"Itu penolakan ke 4 kali bulan ini dan 56 kali satu tahun ini, 348 kali sejak 5 tahun lalu dan.. entah seberapa kali lagi kau menolak ku." Ucapnya putus asa, tapi tidak menyurutkan air muka ku untuk berbelas kasihan padanya, aku harus tegas dan tidak goyah sedikitpun.

"Maka dari itu menyerahlah dariku." Ucapku meyakinkannya, menutupi setiap debaran yang tercipta tiap kali ia menyatakan perasaannya padaku.

"Aku menginginkan mu."

"Aku tidak memiliki hal demikian oppa.. kumohon oppa fokuslah terhadap mimpimu, lupakan aku." Bohong aku berbohong padanya, lagi dan lagi.

"Aku sudah membuktikan nya padamu. Aku sudah tidak lagi lemah seperti dulu, cengeng, dan tidak berguna, kau melihatnya bukan bahkan dunia mengakuinya." Jelasnya menuntut pengakuan ku, jadi ia sejauh ini juga demi diriku? Hatiku di remas lagi untuk menahan semuanya, menyakiti nya lagi.

"Arata.. kerja bagus oppa.. teruslah seperti itu. Raihlah mimpimu, terbangkan tinggi, aku selalu mendukung mu." Aku menatap manik matanya meyakinkan nya jika aku mengakuinya, mencegah dirinya terluka terlalu dalam.

"Tapi aku lelah berjalan sendirian, aku terbang ke arahmu bukan tanpa tujuan, dan lagi-lagi kau menepisku."

Aku terdiam, tidak aku tidak boleh lemah.

"Aku harus pergi, kekasihku menunggu, pulanglah oppa istirahat lah." Aku melempar senyum dan pergi meninggalkannya yang tengah menatapku pedih. Menghampiri seorang pria lain yang menunggu ku.

Itu membuatku sesak, aku melukainya lagi. Ini harus kulakukan harus, untuk melindungi nya dan melindungi perasaan pengecut ku.

"Cium aku." Perintah ku pada lelaki di depanku.

"Haruskah sejauh itu?"

"Palli.."

"Aishh kau benar-benar." Aku merasakan tubuhku di tarik dan sebuah ciuman salah seolah kami berciuman terjadi. Buktinya Hyunsik hanya menempel kan bibirnya di daguku dalam waktu yang lama, syukurlah ia tidak mengambil kesempatan di tengah sandiwara kami.

"Dia sudah pergi.. selamat kau melukainya lagi."

Tes tes.. aku menangis, benar aku menangis. Aku melukainya aku juga yang kesakitan disini. Aku mencintainya, bohong jika aku tidak bahagia dia memiliki perasaan padaku. Mengungkap kannya berkali-kali.
Aku hanya pengecut ia terlalu indah untuk kutangani. Aku tidak mampu menangani sosok,kepribadian, bahkan perasaan nya yang begitu sempurna bagiku.

Aku mengeratkan pelukan terhadap Hyunsik. Meredam tangis pilu yang menyedihkan kan.

"Dasar bodoh!! Jika mencintai nya seharusnya kau cukup menerimanya!"

"Ottoke .. " hatiku begitu sesak dan sakit melihatnya, 5 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk mempertahankan sebuah rasa. Ia membuktikan segalanya padaku dan aku hanya mampu melukainya, hanya karena aku pengecut.

"Ck .. ck.. berhentilah menang..."

Bugk!!!

"KyAaaa... Oppa!!"

"Apa yang kau lakukan?!! Brengsek!! Kenapa kau membuatnya menangis?!!" Tanpa ku duga ia kembali.

"Kau tahu aku saja sangat menginginkan nya!!" Kulihat ia terus memukuli Hyunsik dengan wajah memerah, ia sangat marah sampai menangis. Ia tidak akan pernah marah bahkan memukul seseorang.

BTS Her SeriesWhere stories live. Discover now