"aku suka kamu."
Aku kaget dengan pernyataan suka nya padaku. aku tahu arti suka yang dia maksud.
"maaf," hanya itu yang saat ini mampu ku ucapkan.
"aku sayang kamu."
"maaf," kata itu lagi yang ku ucap
"aku cinta kamu."
"maaf," hanya kata itu yang lagi dan lagi terucap.
Terdengar hela nafas darinya. Tatapannya tak kunjung teralihkan dariku sedang aku, aku hanya mampu menunduk sedari tadi.
"kenapa? apa karena laki-laki yang sering bersama mu?" tanyanya, aku hanya bisa menggeleng.
"lalu kenapa, bukankah dulu kau juga menyukaiku?"
Aku langsung memandangnya. Bagaimana dia bisa tahu tentang perasaanku dulu. Apa begitu kentara kah jika aku menyukainya tapi itu dulu. Itu kesalahan.
"benarkan? apa sekarang rasa mu pada ku sudah tidak ada?"
Aku kembali menunduk. Menghela nafas untuk bisa mengontrol diriku.
"kamu benar aku pernah suka sama kamu (sekarang juga masih,tapi getaran rasa itu tak sebesar dulu). Tapi itu dulu dan itu kesalahanku. Aku tak mau mengulangi kesalahanku lagi."
"kenapa?"
"karena bukan hak ku untuk menyukai, menyayangi, dan mencintaimu. Lebih baik kakak ikhlasin aku, jika kita jodoh pasti akan Allah pertemukan kembali."
Dia masih menatapku, dengan raut sendu terukir jelas di wajahnya.
"lebih baik kita saling memperbaiki diri saja dulu. Maafkan aku, aku tidak berniat mempermainkanmu."
"benarkah sudah tidak ada rasa dihatimu untukku"
"aku tidak bisa menjawabnya. Aku permisi dulu, kak. Assalamualaikum."
Aku beranjak pergi menuju sepeda motorku yang terparkir di bawah pohon besar yang ada di taman ini.
Baru beberapa langkah ia kembali memanggilku. Kini tubuhku kembali menghadapnya.
"Farzana...apa kita masih berteman?"
Aku hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawabannya. Lantas kembali menuju sepeda motor kesayanganku.
YOU ARE READING
Rasa
Teen Fictionaku tidak akan menyerah untuk bisa mendapatkanmu. aku akan membuat rasa itu kembali muncul dan tidak akan ku biarkan rasa itu pergi lagi.(Aji Akmal Hermawan) aku gak akan mengalah aku akan terus mempertahankanmu agar selalu bersamaku. takkan ku biar...
