prolog...

97 13 4
                                        

Selamat membaca!!
.
.
.
.
.
Suara pertengkaran di dalam rumah mewah itu terdengar nyaring, di iringi gemuruh dan juga derasnya guyuran hujan seolah menjadi pengiring nada perdebatan itu. Gadis kecil yang menyaksikan kejadian itu pun meringkuk di bawah kursi dengan tubuh yang bergetar hebat.

"kenapa kau lakukan ini Devin?"
Pertanyaan bodoh Keyna lolos dengan isakanya. Ia sudah tidak kuat lagi, ini adalah kejutan yang luar biasa. Tepat di desember dan di usia pernikahan mereka yang sudah genap lima tahun mereka jalani, ah tidak hanya Keyna yang menjalani sementara Devin? Dia tidak pernah menganggap pernikahan mereka terjadi, tidak pernah!

"Kau bilang kenapa? Haha.. kau bertanya, padahal kau tau sendiri jawabannya. Apa perlu aku pertegas keyna? Baiklah jika itu mau mu. Dengarkan baik-baik! Aku Devin mencintai Nadya Atmaja yang tak lain adalah sepupu mu sendiri. Dan kau adalah penyebab aku tidak bisa bersatu dengan Nadya!"

Tanpa membalas apa yang di ucapkan Devin, Keyna berbalik memangku gadis kecil yang masih bergetar hebat di bawah kursi ia berjalan cepat tanpa menghiraukan teriakan Devin yang melarangnya membawa putri mereka.

Sementara putrinya hanya diam dan mengeratkan pelukannya pada Keyna. Ia melajukan mobilnya meninggalkan rumah itu, rumah yang tepat lima tahun ia tempati dan juga menjadi hari terakhir ia tinggali.

"Buka gerbangnya pak!" Perintah Keyna pada pak Amin satpam di rumah itu.

"Pak jangan buka gerbangnya!" Teriak Devin dengan berlari menuju pintu gerbang.

"Saya minta, buka gerbangnya pak!" Ucap Keyna lagi.

"Mama! Leka takut." Suara gadis kecil itu membuat Keyna menoleh dan mengulurkan tangannya mengusap kepala putrinya.

"Ada mama sayang, mama akan menjagamu." Ucap Keyna masih dengan isakannya.

"Pak saya mohon buka gerbangnya." Pinta Keyna dengan memohon.

"Maaf non, saya gak berani." Jawab pak Amin dengan rasa dilema. Dalam hati ia sangat prihatin dengan keadaan Keyna, ia ingin istri dari majikannya mendapatkan kebahagiaan yang seharusnya. Tapi ia juga tidak bisa berbuat banyak karena yang berkuasa di sini adalah Devin

Keyna masih menatap pak Amin dengan memohon namun tidak ada respon apa pun, pak Amin masih diam tak bergeming di depan pos jaganya. Sementara Devin semakin mendekat ke arah Keyna.

Braakkkk!!!

Suara gebrakan keras mengejutkan ketiga orang yang berada di halaman rumah itu, tak lama berselang gerbang pembatas antara jalan dan rumah megah itu roboh setelah dengan hanya sekali tabrakan keras yang di lakukan Keyna menggunakan mobilnya membuat si pintu besi itu tak bisa berdiri tegak lagi. Keyna segera menginjak kembali gas mobilnya dan berlalu meninggalkan Devin dan juga pak Amin yang mematung dengan masih di selimuti rasa kagetnya atas apa yang di lakukan Keyna.

"Keyna! Kembali!!" Teriak Devin saat kesadarannya mulai pulih.

Namun yang di panggil tak mendengar dan semakin menjauh meninggalkan segala kenyataan yang sudah tidak bisa ia terima lagi. Keyna telah berjanji dan meyakinkan hatinya bahwa setelah apa yang terjadi malam ini dan setelah Devin mengakui kejujurannnya ia tidak akan pernah kembali kelubang yang sama, terlalu menyakitkan untuknya. Ketika ia harus menerima segala kenyataan yang ada.

Ia akan memulai kehidupan baru bersama putri kecilnya, tanpa Devin! Tanpa harus membagi apa yang sudah menjadi hak nya. Tanpa harus merasakan kecewa, tanpa harus bertahan dalam ke pura-puraan. Ini lah hidupnya hanya berdua hanya Keyna dan Leka.




Hai... ini cerita baru aku insya alloh aku update tiap hari kalo gak ada halangan nya hehehe. Semoga suka!

Sj, Tasik 01-Desember-2017

Cinta SendiriDonde viven las historias. Descúbrelo ahora