Jdeeeerr!!
Hujan mengguyur kota dengan membawa sekelompok rintik air dari langit, Kenjie masih terpaku melihat langit yang berkabut sampai tak sengaja suara klakson mobil yang dikemudi Ayah-nya berbunyi berulang-ulang seakan memberi peringatan untuk kendaraan lain menepi.
Rem mobil-nya blong, membuat panik kedua mahluk didalamnya, "Kenjie buka pintu nya sekarang!! Cepat loncat dari sini" intruksi Ayah-nya.
"tap-pii Ayah bagaimana? Aku gak mau turun kalau gak sama Ayah" ucapnya ketakutan.
Jarum spedometer masih terus bergerak sampai truk besar dari arah depan melaju dengan kencang.
"Kenjie Ayah mohon buka pintu nya cepat!, ayah janji setelah itu ayah juga lompat dari sini. Kita akan selamat"
Genjie membuka pintu mobil dan langsung terjun dari sana, tubuh nya terhantam aspal begitu saja, menahan segala rasa sakitnya dengan air mata yang sudah dipelupuk mata.
Beberapa detik kemudian suara hantaman kendaraaan terdengar memekik telinga.
Duaaaarrrrr...!!!
Genjie menoleh keasal suara dengan rintihan, sakit di tubuhnya sekarang kalah dengan rasa sakit dijiwa dan hatinya.
"AYAAAHHHHHHHHH" Genjie berlari dengan segenap tenaga walaupun harus tersungkur di tanah beberapa kali tidak mematahkan kekuatan nya.
Byurrrrrrr
Hancur lebur mobil dan isinya tersebut, tak ada lagi fullday dengan Ayah, tak ada lagi ledekan manis dari Ayah, remuk sudah hati Kenjie melihat Ayahnya terjebak di mobil hancur tak berdaya.
Kenjie jatuh di aspal dengan lunglai, menangis tersedu-sedu dibawah siraman air hujan.
"Tuhan jelaskan aku maksud semua ini" ucapnya malang "Dimana janji Ayah? Tadi ayah bilang kita akan selamat, kenapa cuma aku yang selamattt! Kenapa? Kenapa Tuhaannn!"
•
•
•
•
•
•
•
Pemakaman berlangsung lancar dan hujan pun masih setia menyaksikan semua takdir yang tertimpah Kenjie. Bunda Kenjie masih terus memeluk anak bungsu nya itu, Razkal dan Abi masih setia menghapus perih yang dirasakan adiknya.
Harusnya Kenjie berada dirumah sakit namun kemauan keras Kenjie yang ingin melihat Ayah-nya untuk terakhir kalinya akhirnya dituruti Bundanya.
Perlahan satu persatu orang pergi meninggalkan pemakaman, hanya tersisa keluarga kecil Kenjie. Isakan demi isakan masih saja terdengar, tersirat sesuatu yang menyakitkan disana.
Kenjie mengelus batu nisan Ayah-nya "lelucon mu tidak lucu sama sekali, menurutmu ini apa hujan? Acara ulang tahun?" Kenjie tertawa sumbang.
"kumohon berhenti hujan bodoh! Ayahku kedinginan akibat percikan mu" Kenjie menghapus air matanya.
Namun tangis nya tumpah lagi seakan masih banyak persediaan air mata dikelopaknya.
Abi yang tidak tega melihat gusar mimik wajah Kenjie akhirnya bersuara "Hei hei, syutttt... kamu bicara apa? Percaya sama kakak ini sudah takdir"
Hujan, sepertinya kau tahu seberapa besar kebencian Kenjie padamu, bagaimana bisa Kenjie melupakan memori tersebut. Saat guyuran hujan menyapu seluruh jalan dimana ayah nya harus diambil kembali oleh sang kuasa secara tidak wajar. Kenangan tinggalah kenangan Kenjie harus tabah dengan musibah ini.
_________________________________________
Gimana sama prolog nya? Semoga suka, aku janji akan buat lebih seru untuk part part selanjutnya hehehe
Rapz 💚
VOCÊ ESTÁ LENDO
Rumble
Ficção AdolescenteSaat takdir buruk menimpah Kenjie semua bersamaan dengan tumpahnya hujan, ketakutan, trauma, panik bercampur menjadi satu dikala sang hujan turun. Saat Kenjie sibuk akan masa lalu nya, disinilah Kelabu rangkasani berusaha mengubah jalan hidupnya ya...
