Siang ini sang surya bersinar cerah, sama cerahnya dengan hatiku. Ya, aku sangat bersyukur dengan apa yang aku peroleh saat ini.
Debaran jantungku yang tadinya terpacu kencang, berangsur mereda. Aku berhasil naik kekelas sebelas dengan nilai serta peringkat yang baik.
Pengumuman juara serta pembagian raport telah usai, semua siswa diperbolehkan untuk pulang kerumah masing-masing.
“Selamat ya Ris kamu memang hebat”,
“Congratulations Risa”,
“Selamat ya Risa”, dan masih banyak lagi ucapan selamat yang kuterima selama perjalanan menuju parkiran.
Ucapan tersebut aku balas dengan senyuman serta terimakasih.
Namaku Risa Oktaviani, semua nama sederhana yang merupakan pemberian orang tuaku semenjak aku lahir ke dunia ini, tepatnya 15 tahun yang lalu.
Aku bersekolah di salah satu SMK negeri yang terletak sedikit jauh dengan tempat tinggalku. Berasal dari keluarga sederhana mengajarkanku untuk selalu bersyukur dengan apa yang terjadi.
Sesampainya dirumah, aku segera turun dari motor bebekku.
“Siang semua”, aku menyapa kedua orang tua serta adikku yang sedang berkumpul diteras.
Ternyata adikku sedang bercerita tentang peringkat yang mereka dapatkan disekolahnya.
“Bagaimana denganmu kak?” tanya ibu.
Akupun menceritakan semua yang aku alami selama disekolah. Ini adalah sebuah ritual wajib yang sering aku lakukan.
Kami sering bercerita satu sama lain. Karena kata ayah sesuatu yang dibagi akan terasa lebih sederhana.
*_*_*_*_*_*_*
Petang telah tiba, semua keluargaku sedang menonton tv bersama. Namum aku lebih memilih untuk masuk kedalam kamar.
Aku memang kurang berminat pada acara tv, kecuali acara komedi yang dipandu oleh Sule dan Andre. Kalian pasti tau acara yang aku maksud.
Aku senang menontonnya semata-mata untuk menghilangkan benang kusut yang ada dalam otakku. Karena besok aku memulai libur panjangku, aku memutuskan untuk tidak menyentuh buku malam ini.
Biasanya malam minggu seperti saat ini aku bergelut dengan soal-soal ekonomi yang sengaja aku download di internet.
Aku duduk termenung didepan meja belajar. Pikiranku tertuju pada kejadian yang aku alami setahun yang lalu. Sebuah kejadian yang tidak akan pernah kulupakan selamanya.
TBC
YOU ARE READING
Cerpen : Pelangi Setelah Hujan
Short StorySemua orang ingin berhasil, tak ada seorang pun yang menginginkan kegagalan. Akan tetapi sangat wajar jika seseorang gagal sebelum berhasil. Layaknya pelangi, yang tidak akan muncul tanpa didahului hujan. Namun tidak semua hujan dapat mendatangkan p...
