Satu...
Hosh... Hosh...
Dua...
Ssssttt... Ahhhh... Ssssttt... Ahhh...
Ti... Ga...
Byuuurrrr....
"Ah... Dor, Capek gue. Yang mau langsing itukan badan gue, bukan lengan gue. Ngapain pake acara nimba segala sih!" protes Imma, "mana sumurnya dalam pake banget."
"Daripada loe lari keliling jalan raya! Panas cyinnn... Nanti hidung minimalis loe jadi luntur, mau dicantolin dimana kaca mata loe?" ucap Dori sambil nyengir.
"Asemmm... Loe," ucap Imma sambil ngelempar gayung di bak kearah Dori yang langsung ditangkis dengan jurus payung bergetar yang dipakainya untuk menghalau teriknya matahari.
Imma bertekad untuk mengecilkan badannya yang subur makmur merata sentosa, karena sering dapat komentar dari orang-orang.
'Ih, Imma badannya sehat banget. Cocok kalau jadi kiper jadi bolanya gak gampang masuk.'
'Kamu ngegemesin banget sih, bisa jadi tempat sermbunyi kalau lagi main petak umpet.'
Kan kampret.
Dan yang paling menyesakkan saat pacarnya memutuskannya gegara Imma terlalu semok.
'Aku tuh nyari istri yang bisa dipeluk, bukan yang nyempitin tempat tidur.'
Sungguh terlalu, dan buku lima langsung bersarang diwajah pacarnya.
Double kampret.
Sejak saat itu niat Imma menjadi kurus sudah bulat, ditambah artis idolanya Febri Prasetyo sebulan lagi akan manggung dikotanya dan akan mengadakan Meet and Great dengan salah satu penggermarnya yang beruntung.
Ketika diwawancara salah satu televisi, Febri mengungkapkan kriteria wanita idamannya.
1. Sayang anak.
Ini Imma banget secara dia adalah guru TK.
2. Pandai bernyanyi.
Imma punya suara merdu,sampai-sampaio nenek tetanga sebelah kejet-kejet mendengar suaranya.
3. Tinggi.
Imma termasuk semampai, semeter tak sampai. Tapi tenang kan bisa disiasati pake egrang eh sepatu hak tinggi.
4. Langsing.
Ini yang membuat Imma gak percaya diri, soalnya koleksi lemaknya tersebar dimana-mana.
Tekad Imma menjadi langsing double bulat.
***
"Berada dipelukanmu mengajarkanku apa artinya kenyamanan kesempurnaan cinta."
Siang itu sambil bersenandung, Imma mernyiram tanaman bunga milik ibunya. Ada mawar, ada melati semuanya indah. Harusnya Imma menyiramnya tadi pagi tapi gegara asyik gegulingan dia jadi lupa menyiram bunga.
Imma terus bersenandung sambil sesekali mermutar mutar selang air, sekarang lagu yang dinyanyikannya Sayangnya milik Via Vallen.
"Mie ayam." terdengar teriakan seorang lelaki dari kejauhan.
Deg.
"Mie ayam baso." suaranya semakin mendekat.
Deg deg
"Mie ayam baso pake ceker." dan sumber suara sudah dekat.
Deg deg deg jantung Imma berdebar-debar, badannya bergetar. Rupanya dia lapar. Maklum atas saran Dori temannya yang getokable, Imma disarankan kalau sarapan hanya boleh minim susu sama makan pisang saja. Imma ingin protes tapi karena ingin kurus dia akhirnya pasrah.
Tapi karena tak tahan Imma akhirnya membuka mulut.
"Bang, mie ayamnya satu."
Bukan, itu bukan Imma yang memanggil tapi kakaknya, Novi. Yang keluar rumah sambil membawa mangkok bergambar ayam jago. Tadinya Imma ingin bilang 'ngga Bang'.
"Loh, Dek. Gak beli mienya? Biasasnya kamu gak absen kalau Bang Udin lewat."
"Nggak Mbak, lagi diet." jawab Imma.
"Wah, padahal abang mau ngasih yang spesial buat neng Imma," kata bang udfin sasmbil memasukan mie dan sayuran kedalam buleng.
Seketika aroma wangi langsung menari nari dihidung Imma, dan sekuat tenaga Imma merncerngkram selang air agar dia tidak terbang melayang menghampiri gerobak mier ayam.
Duh gusti, lindungi hamba dari godaan nikmat dunia, Imma mermbatin.
*
Novi menyeka ujung bibirnya, mangkok mie ayam yang telah kosong teronggok didepannya. Tetiba suara sendawa mengalihkan pandangannya.
Novi cemberut, " kenapa tadi gak pesen, Dek? Mbak kan juga mau. Ini mienya kami habiskan sendiri."
Dan tersangka hanya nyengir lebar. Tadi seterlah mie pesanan Novi selesai Imma langsung menyusul kakaknya kedalam. Niatnya sih mau icip icip sedikit tapi kebablasan dia malah !enghabiskan semuanya. Siapa sih yang tahan dengan godaan mie ayam yang ajibnya roooarrr binasa.
***
Imma mengepalkan tangannya didepan dada. Menatap sebuah benda dihapannya.
"Semangat," ucapnya, "bismillah."
Dengan langkah pasti dia menghampiri benda itu lalu menginjakkan kaki diatasnya dengan mata terperjam.
Tarik napas, hembuskan, tarik lagi... Hembuskan. Dengan perlahan dia membuka matanya dan melihat kebawah. Seketika Imma ingin nangis kejer, angka di timbangan tidak bergeser dari terakhir kali dia ditimbang. Dietnya selama seminggu zonk.
"Bu gulu kenapa sedih?" sebuah suara mengintrupsinya.
Tadi Imma menimbang berat badannya dikelas tempat dia mengajar ketika muridnya istirahat.
"Hmmm... Anu, Ibu gak sedih kok sayang." Imma gelagapan.
"Nih permen buat Ibu, kata mama kalau sedih harus makan yang manis-manis. Biar sedihnya ilang." chika, nama murid tersebut menaruh permen tersebut di telapak tangan Imma.
Bukannya hilang tapi Imma malah tambah sedih. Bukan nangis kejer lagi, tapi ditambah gegulingan pasalnya permen yang dikasih permen bekas di emut.
Sekolah sudah bubar dari satu jam yang lalu, sekarang Imma lagi menunggu ojek lewat sambil memeluk tiang listrik merenungi nasib dietnya yang gagal.
"Kemarin ada yang meluk tiang listrik statusnya langsung jomlo." seserorang mengagetkannya. Muka Imma langsung cemberut setelah tahu siapa pemilik suara itu.
"Ojek Neng, gratis buat Eneng. Bayarnya pake cinta saja."
Katanya gratis tapi disuruh bayar. Imma ndumel di hati.
"Kagak." ketus Imma.
"Sudah mau sore loh, ntar ada yang nyulik. Nanti abang sedih."
"Bodo amat."
"Si amat gak bodoh, buktinya dia jadi lurah."
Ih... Emang ya ini tukang ojek ngeselin banget. Tapi dilihat dari penampilannya, Bang Tio gak cocok jadfi tukang ojek. Dia cocoknya jadi pegawai kantoran yang memakai komedio eh tuxedo.
"Ayolah Neng, nanti Bu May marah kalau abang gak berhasil bawa neng pulang."
Karena ini titah sang bunda ratu akhirnya Imma setuju pulang bareng Tio.
"Neng, duduknya jangan dibelakang."
"Terus dimana? Didepan?" Imma kesel.
"Dipelaminan bareng abang." goda Tio yang mendapat derlikan maut dari imma.
"Ogah."
YOU ARE READING
Sesemba
HumorSemok itu cantik. Iya cantik kalau dilihat dari atas monas pakai sedotan. Imma, seorang guru TK yang mempunyai badan diatas rata-rata. Rata-rata lemak semua. Bertekad mengubah berntuk badannya menjadi langsing setelah banyaknya komentar yang menyaya...
