-gausah ragu kalau mau deketan,kalau ragu mending kenalan-
Alunan lagu 'say you want let go' -yang saat itu sedang booming- terdengar diseluruh penjuru kelas X IPA 1.
Lagi gak ada guru,padahal sudah mendekati Ujian Kenaikan Kelas.
Tapi bukan murid kelas ini namanya kalau gak senang sama jam kosong.
Seringnya gitu sih,nyetel lagu pakai speaker punya Rasyid. Satu-satunya cowok yang dianggap paling waras di kelas ini sama guru-guru.
Tapi kebayang gak? Kalau yang paling waras saja cowok macam Rasyid yang bisanya bikin onar sama cewek-cewek sekelas,adu bacot sana-sini,gimana sama makhluk astral IPA 1 yang lain?
Kali ini jam pelajarannya Pak Sholeh yang dipakai buat dengerin musik keras-keras.
Pak Sholeh adalah guru mata pelajaran agama islam yang kebetulan hari ini sedang berhalangan hadir untuk mengajar di sekolah.
Tiba-tiba Khanza masuk kelas sambil senyam-senyum,mungkin efek abis ketemuan sama pacarnya kali yaa. Memang dia pacaran sama anak kelas X IPS 2 yang kayanya juga lagi gak ada guru.
"Ley,dapet salam" katanya setelah menutup pintu kelas yang tadi dia buka.
Azalea yang merasa namanya dipanggil pun mendongak,mengalihkan fokusnya dari novel yang berada di genggamannya menatap ke arah Khanza
"Dari siapa?" Jawab Lea yang sebenarnya gak tertarik
"Dapet salam dari Rafli anak kelas IPS 2" ucapnya agak keras membuat beberapa murid lainnya menoleh ke arah mereka berdua "oh".
"Astaga!!Oh doang Ley??" Heboh Naya "yaampun Lea,gue tau lo gak pernah deket sama cowok tapi please,masa gitu doang respon nya?".
"Terus gue harus jawab apa?" Antara polos atau memang malas ngeladenin cowok-cowok gak jelas macam mereka. "Apa kek,salam balik atau apa gitu" ucap Nabila gregetan sama Lea.
Heran,kenapa malah teman-temannya yang ribet,padahal Lea nya biasa saja tuh. Berdehem lalu mengalihkan pandangannya lagi ke arah Khanza yang masih bergeming di tempatnya berdiri tadi,menunggu perdebatan beberapa cewek di hadapannya ini selesai "iya,wa'allaikumsallam" Lea tersenyum lalu Khanza kembali menuju kursinya.
"Ciee yang dapet salam" kan begini gak enaknya kalau nanggepin cowok apalagi Rafli itu termasuk salah satu gerombolan tukang rusuh yang terkenal seantero SMA Bakti Negara ini. Lea gak tau persis sih orangnya yang mana,tapi dari yang Lea dengar dia teman dekat pacarnya Khanza.
"Apaan deh,gak penting" ucap Lea gak perduli. "Lumayan kan Ley biar lo gak jomblo melulu" padahal tadi yang nyuruh Lea buat balas salamnya kan mereka tapi tetap saja Lea juga yang kena ledekan "gue kenal juga engga sama dia,gak jelas deh".
"Alah sok-sok gak kenal" timpal Bulan. Melihat Naya yang buru-buru duduk sekembalinya dari tempat duduk Khanza membuat mereka penasaran "Ley,sayang banget Rafli udah punya pacar" ucapnya dengan wajah kecewa.
"Idih sok tau lo Nay" balas Zahra gak terima sama ucapan Naya "ih serius Khanza yang bilang ke gue barusan" dengan wajah serius. "Kan lo tau Khanza deket sama anak IPS 2,lagian Rafli kan sekelas sama Kisah" sambungnya.
Sebenarnya apa yang ada di otak teman-temannya itu sih? Lea lagi gak mood tapi mereka malah tambah merusak suasana. Niatnya tadi mau tenangin otak habis pelajaran matematika tapi yang ada bukannya tenang Lea malah demam. Awalnya Lea gak mau masuk karena lagi kurang sehat tapi ternyata hari ini ada ulangan Bahasa Indonesia,jadilah disini Lea sekarang dalam keadaan mood yang kian memburuk dan kedua matanya ikut mengantuk.
Teman-temannya memang begitu kalau sudah menyangkut tentang cowok selalu saja dibawa serius,padahal bisa saja cuma jadi bahan candaan karena kebanyakan cowok suka bercanda tanpa mikir apa yang akan terjadi nantinya.
YOU ARE READING
B(re)ad Boy
Teen Fiction'Mungkin kah takdir yang menginginkan kisah ini? Kisah badai tanpa pelangi Udara tanpa angin Apa yang terasa? Hampa Mungkin tanpa adanya kamu hanya hitam dan putih warna yang tercipta dalam hidupku Tapi jika ada kamu terancam pula rasa aman ku Semua...
