Ikhlaskan

667 54 25
                                        

Ini kisah member produce101 season2 pertama yang saya tulis. Fansnya Bapak? Mampir kesini ya~ ㅋㅋㅋㅋㅋ

—————————————————————————

Jaehwan menarik selimutnya kembali sampai menutupi hidung mancungnya. Masih ada beberapa menit untuk bersiap-siap, hari ini ia hanya akan mengajar les serta menemui dosen pembimbingnya.

Seseorang mengetuk pintu kosannya dengan tidak sabaran. Jaehwan tidak jadi melanjutkan tidurnya lagi. Jaehwan melangkah kearah pintu seraya membetulkan kolor panjangnya yang sedikit melorot. Laki-laki itu menatap kesal kearah Jaehwan saat pintu kos terbuka lebar, lalu segera masuk kedalam kamar kos Jaehwan tanpa dipersilahkan dulu sebelumnya oleh sang pemilik kamar. Laki-laki itu duduk silah sambil mengeluarkan alat tempurnya. Dua kaleng minuman bersoda, lima bungkus makanan ringan, serta laptop berstiker gitar.

Jaehwan ingin tenang untuk hari ini saja namun sepertinya tidak bisa. Jaehwan meninggalkan laki-laki itu menuju kamar mandi. Biarlah dirinya menunggu lama anak muridnya daripada harus mendengarkan ocehan Sungwoon saat ini.

Setelah mandi Jaehwan menyiapkan beberapa bahan makanan yang akan ia masak. Mencuci beras lalu memasukkannya kedalam rice cooker. Hari ini ia akan memasak sayur seadanya saja berbahan wortel,taoge, serta sedikit cabai. Pagi tadi Jaehwan memyempatkan diri ke warung yang menyediakan sayuran mentah lalu membeli beberapa sayuran untuk makan siang serta makan malamnya nanti.

"Mau masak apa?" Tanya Sungwoon.

"Sayur wortel tauge pedas," jawab Jaehwan santai. "Kamu sudah sarapan?" Kini giliran Jaehwan yang bertanya. Sungwoon menganggukan kepala.

Nasinya sudah tanak sekitar satu menit yang lalu. Kini giliran memasak sayur yang serba seadanya itu. Jaehwan melirik pada arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, sudah menunjukkan angka satu. Itu artinya Jaehwan harus segera pergi menemui anak didiknya.

Jaehwan seorang mahasiswa jurusan matematika disalah satu universitas di kota kembang. Dirinya membuka les privat untuk murid SD,SMP, dan SMA. Katanya untuk nambah-nambah uang jajannya. Apalagi biaya untuk membeli kertas serta biaya lainnya, Jaehwan tak ingin memberatkan kedua orang tuanya yang memang termasuk keluarga berkecukupan.

Jaehwan pamit pada Sungwoon dan menitipkan sayurnya yang belum matang. Jaehwan berpesan sayurnya akan matang sepuluh menit lagi pada Sungwoon.

👨

Jaehwan duduk santai didepan rumah salah satu muridnya yang berstatus pelajar SMP. Sudah berulang kali ia memencet bel rumahnya namun belum ada sahutan dari si tuan rumah.

"Eh kak Jaehwan, sudah lama nunggu ya?" Tanya gadis yang baru saja menutup gerbang rumahnya. Jaehwan tersenyum.

"Ngga kok. Baru 10 menit yang lalu, ngga lama hehe."  Sangkal Jaehwan. Jaehwan telah duduk manis selama tiga puluh menit lamanya sambil mengecek hasil ketikanya yang akan ia serahkan ke dosen pembimbingnya. Setelah memberi materi les Jaehwan akan pergi ke warnet yang dijaga Sewoon temannya.

Jaehwan memberi selembar kertas berisi soal-soal yang harus dikerjakan Seohyun—nama murid les nya. Soal itu harus selesai dua puluh menit dan harus terisi semua entah berisi jawaban salah atau benar,  wajib diisi semua.

"Kak Jaehwan, jadi mahasiswa pendidikan matematika susah ngga sih?" Tanya Seohyun sambil menyerahkan lembar soal dan lembar jawaban pada Jaehwan.

"Tergantung kitanya sih dek. Karena kakak suka Matematika jadi ya kakak ngerasa biasa aja sama matematika. Intinya kalau kamu mau pilih jurusan, kamu harus rundingin dulu sama orang tua terus bilang sejujurnya kalau kamu suka sama jurusan ini. Semuanya akan lancar pasti." Jaehwan menjawab dengan bangga. Karena memang dirinya sangat menyukai matematika. Inginnya Jaehwan saat kuliah nanti ia akan mengambil jurusan matematika murni mun kedua orangtuanya berkehendak lain, orangtuanya menyarankan Jaehwan untuk mengambil pendidikan yang akan mencetak dirinya sebagai Guru.

Curious about  Me | Kim Jaehwan √Stories to obsess over. Discover now