"Surprise!!!"
Teriakan semua orang yang mengisi ruangan dapur itu benar - benar membuatnya kaget.
"Happy birthday!....Selamat ulang tahun"
Kue Ulang Tahun yang dihias dengan bunga mawar berwarna pink dibawa ke hadapannya. Lilin angka 22 menyala. Diperhatikan wajah orang-orang yang hadir. satu per satu.. Diujung kiri ada Wati sang penjaga toko, lalu pak Yanto tukang rangkap segala macam pekerjaan dari bersih-bersih, antar barang, beli barang, maintenance aset hingga bisa jadi tukang pijat. Sebelahnya Ibu Suna, koki dan ibu asuh bagi mereka semua.Di Sampingnya berdiri putra kandungnya Robby yang menjadi tukang kue utama. Dia yakin kue ultah itu adalah hasil karyanya. Kemudian sahabatnya yang menjadi partner ketiga dari usaha toko kue kecil-kecilannya. Anita, dan dua orang asisten Robby, Leni dan Winda.
"Apa - apaan ini" ucapnya sambil tersenyum.
"make a wish, sebelum ditiup lilinnya" Robby mengedipkan matanya.
Karisma Suciati menangkupkan kedua tangannya dan memejamkan matanya. Dia melantunkan doanya di dalam hati.
"Amin" Ucapnya sambil membuka matanya. Yang di sahuti dengan kata yang sama oleh mereka semua.
"Tiup lilinnya , tiup lilinnya, tiup lilinya sekarang juga" Dapat dilihatnya pak Yanto sangat antusias. Dia segera megambil nafas dan meniup lilinnya.
"Yeah, semoga yang didoakan terkabul bos" ucap wati tulus dan kemudian mereka rame-rame mengamini lagi
"terima kasih semua.... akh kalian! sebenarnya ini tidak perlu"
"Akh bos, ini cuma perayaan sederhana, kami menyayangimu bos"
"Sekarang saatnya di potong kuenya" Robby berseru sambil menyerahkan pisau kue yang mengkilat. Diambilnya dan mulailah ia memotong kue ulang tahunnya dengan membekah menjadi dua bagian sama rata.
"Sini biar aku saja", Robby mengambil alih pisaunya.
"kau selalu tidak pernah bisa memotong dengan baik bos" ucapnya yang membuat semua orang tertawa.
Potongan pertama diletakkan diatas piring kertas, disambutnya.
"yang pertama akan aku berikan pada bu Suna, terima kasih yah bu sudah menjadi ibu asuh kami dan koki handal" bu Suna tersipu. Beliau mencium kedua pipinya.
"selamat bos, semoga panjang umur dan sehat selalu"
"Pak Yanto, ini untuk bapak, terima kasih sudah menjaga aset kita, dan siap disuruh-suruh"
Dengan semangat pak Yanto menerima potongan kue kedua.
"terima kasih bos, panjang umur dan sehat selalu"
"amin, nah ini untuk sahabat tercintaku Anita, terima kasih untuk selalu memberi semangat dan berjuang bersama demi toko kue ini"
Anita mendekat dan mencium pipinya.
"terima kasih Ma, kau memang sahabat yang terbaikku"
"Wati, ini bagianmu, terima kasih untuk memberi senyum kepada pelanggan kita, kau selalu cantik dengan senyummu yang berbau uang" mereka tertawa,
Wati sedikit menunjukkan wajah cemberut, tapi dia segera mengambil kue tersebut dan mencium pipi bosnya.
"terima kasih bos, sebenarnya itu juga bos minta padaku untuk menebar senyum yang berbau duit" kembali semua tertawa.
YOU ARE READING
Karisma
RomanceKarisma Suciati dibesarkan dengan sebutan anak haram di keluarga Alex Sudarma. Dia sadar dan mempersiapkan masa depannya sendiri dengan membangun usaha Rumah Kue Karisma. Tak disangkanya ternyata Alex Sudarma sudah menjodohkannya dengan Yonatan Te...
