Winter Memory

79 20 7
                                        

- Winter Memory -

Musim dingin datang
Serpihan salju turun seperti biasa
Air membeku di seluruh kota
Dingin terasa
Seperti dirimu
Salju itu turun indah bersama dinginnya
Seperti salju yang ingin kugenggam
Aku ingin bisa meraihmu

.

.

.

Drrt drrt

"Jisoo~ya!"

"Yah Jung Hoseok, apa maksudmu menelponku berkali kali hah?!" ucap Jisoo membentak.

"Jisoo, kau harus datang ke kampus. Kalau tidak nilaimu akan semakin berkurang dan kau tak akan dapat mempertahankan IPK mu!" ucap Hoseok.

"Kau tak menonton berita? Badai salju akan segera muncul!"

"Tenang saja, lagipula aku akan menemanimu ke kampus."

TUT

Hoseok mematikan sambungan telepon secara sepihak. Jisoo yang kebingungan apakah harus kampus atau tidak, berfikir keras. Jisoo tidak ingin mengecewakan orang tuanya tetapi di lain sisi, ia juga takut hujan badai akan muncul.

Tok tok tok

Jisoo membuka pintu rumahnya. Tampak sebuah sosok pria yang baru saja menelponnya. Ia tersenyum kepada Jisoo sedang Jisoo menatapnya dingin.

"Yak! Aku bahkan belum memutuskan!" bentak Jisoo.

Laki laki itu tersenyum penuh kemenangan. "Aku tahu kau pasti akan memilih untuk ke kampus." ucapnya, kemudian Jisoo menyuruh laki laki itu -Hoseok- untuk duduk di kursi ruang tamunya sementara ia bersiap siap.

-

Jisoo kini berjalan ke ruang tamunya. Dikenakan jaket bulu tebal miliknya agar ia tidak kedinginan. Udara di sekitar kota Seoul akhir akhir ini terus menurun bahkan telah dikabarkan bahwa akan segera turun hujan badai. Bukannya tak berani, hanya saja Jisoo tak ingin tiba tiba tak sadarkan diri.

Di ruang tamu miliknya, telah duduk seorang laki laki yang berusaha keras menjadi temannya selama akhir musim dingin ini. Seberapa keras usaha Jisoo untuk bersikap dingin dan acuh terhadap laki laki itu, sekeras itu pula usahanya untuk tetap berada di sisi Jisoo. Jisoo tersenyum selagi laki laki itu tak melihat ke arahnya dan sedetik setelah laki laki itu menyadari kehadirannya sedetik itu pula ia langsung merubah ekspresinya kembali ke datar.

-

Laki laki itu -Jung Hoseok- menatap kagum ke arah perempuan yang baru saja selesai bersiap siap. Perempuan itu atau Jisoo mengenakan seragam yang dilapisi jaket bulu tebal. Hoseok tak habis pikir bagaimana bisa perempuan itu begitu cantik bahkan bila ia hanya mengenakan seragam. Hoseok tersenyum saat melihat perempuan itu.

"Kau sangat cantik" puji Hoseok yang hanya mendapat senyum smirk dari perempuan itu.

"Tidak usah memuji, ayo segera ke kampus." ucap Jisoo datar lalu berjalan melalui Hoseok. Hoseok menyadarkan diri dari lamunannya kemudian menyusul Jisoo dan berjalan di sampingnya. Sementara itu Jisoo terus berdoa dalam hatinya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 02, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Winter Memory Where stories live. Discover now