[28 Juli
pukul 07.45 pagi
Disebuah rumah dengan gaya kuno]
"Jangan menampakkan wajah busukmu itu lagi brengsek!" Sebuah hardikan keras melayang dari mulut seorang wanita separuh baya yang tengah terbaring dengan balutan pakaian seksi di atas tempat tidur itu.
"Siapa juga yang mau kembali ke tempat memuakkan seperti ini!" Namja yang tampak jauh lebih muda itu membanting pintu dengan ransel yang bersandar di punggungnya. Nafasnya saling menderu, matanya merah karena marah. Ia berjalan cepat menjauhi rumah yang tampaknya sudah dibangun sejak puluhan tahun silam.
"Sial!" laki-laki itu melayangkan sebuah tinju ke dinding yang lengang itu.
"Kenapa aku bisa punya ibu kurang ajar seperti dia! Yang hobinya hanya minum dan bermain laki-laki! SIAL!"
WWUUUTTT~~~~~~~~~~~~~
Sebuah kertas yang diterbangkan angin melayang menutupi wajahnya.
"HH... Huft... Apa-apan kertas ini!" Ia bersungut-sungut kesal. Dengan tampang ogah ia mengambil kertas itu dan melihatnya.
"1 MILYAR WON DIBERIKAN PADA SIAPA SAJA YANG SANGGUP BERTAHAN!" Begitulah bunyi iklan yang terdapat pada tengah-tengah gambar rumah dan uang di kertas itu. Ia memutar kepalanya.
"Syaratnya adalah tinggal di dalam sebuah rumah dengan peserta yang lain... Hmh... Mirip Program penghuni terakhir..." Ia tersenyum.
"Daniel-ah, kau tidak punya tempat tinggal sekarang. Kau tidak punya pilihan lain selain ikut ke dalam program ini."
[28 Juli
Pukul 09.33 pagi
Disebuah taman, ditengah
kerumunan gadis-gadis]
"KYYYAAA! WOOJIN OPPA!" Teriakkan para wanita itu sungguh memekakkan telinga. Gerombolan gadis muda terlihat tengah mengikuti seseorang yang berusaha melepaskan diri dari mereka.
"Woojin-ah, ayo masuk ke mobil!" Seseorang dengan kacamata hitam membukakan pintu mobilnya. Setelah Woojin masuk kedalam mobil, ia segera menginjak pedal gas dan memacu mobilnya cepat.
"Kau di kejar penggemarmu lagi Woojin-ah?"
"Ne, hyung .... capek juga rasanya. Rumahku juga sudah tidak aman lagi. Setiap pagi selalu saja ada banyak surat dan bingkisan di pintu rumahku. Belum lagi di setiap waktu aku selalu merasa ada orang yang selalu mengawasi dan memotretku. Apa aku terlalu paranoid saja ya?" Woojin merebahkan kepalanya ke kursi dan menutup matanya dengan handuk hangat yang sudah manajernya sediakan.
"Hmh... Hmh...." Sang manajer tersenyum-senyum aneh.
"Kenapa hyung ?"
"Ini, " manajernya menyerahkan sebuah selebaran kepada Woojin.
"Apa ini?"
"Itu adalah sebuah kompetisi yang baru saja diadakan. Aku dengar acara ini sangat rahasia. Tidak sembarang orang tahu."
"Hadiahnya besar sekali. 1 milyar won...."
"Iya, itu juga sangat menarik. Tapi ada 1 hal dari kompetisi itu yang tidak bisa dibeli dengan uang."
"Apa itu?" sepertinya Woojin terlihat mulai tertarik.
"Ketenangan."
"Ha? Apa?" Woojin tak mengerti dengan apa yang dimaksudkan manajernya.
"Acara ini akan dipublikasikan ke stasiun TV setelah usai
progress programnya. Selama acara ini berlangsung, penyelenggara menjamin tentang kerahasiaan program dan tempat tinggal bagi para pesertanya. Semua peserta disini juga diharuskan masuk ke SMA yang sama..."
YOU ARE READING
The Prize Must be Mine - Produce 101
Science FictionKetika 13 orang dengan latar belakang yang berbeda dikumpulkan dan dipaksa untuk tinggal di satu rumah dalam waktu 2 tahun demi memperebutkan hadiah uang 1 Milyar Won, akankah mereka menganggap satu sama lain sebagai lawan bahkan musuh? Ketika salah...
