Aku mulai jatuh hati padamu. Mengenalmu membuatku tau bagaimana harus memejamkan mata disaat bayangmu masuk dalam imajinasiku yang terkadang sulit kukendalikan. Terkadang mnyudutkanku pada bayangan malam, bersama dingin angin yang berhembus sepoi mengusik ketidakmampuanku mengungkapkan rasa yang terus saja tumbuh. Aku selalu saja ingin cepat tertidur untuk dapat kembali lagi terbangun dan melihatmu lagi menyapa kembali hariku yang baru.
Kuakui aku orang yang pengecut untuk terus terang menunjukan perasaanku padamu. Terkadang sesak kurasakan saat senyummu menyapa hariku dengan manisnya lesung pipi yang sesaat benar-benar mengosongkan pikiranku. Dan seperti biasa, aku hanya terdiam dalam egoisku untuk menikmati panorama indah yang tersirat dari sosokmu dihadapanku. Ku tak bisa lagi lari menyembunyikan perasaanku. Ku tak mampu membunuh perasaan dengan cara apapun. Aku membutuhkanmu!
Cinta memang terkadang membingungkan. Terkadang menempatkanku pada sebuah persimpangan jalan, dimana aku harus memilih jalan yang akan ku lalui dengan segala konsekuensinya. Dan kunamai itu Cinta yang tak tentu arah.
Kini saatnya ku menjawab tanya yang selalu saja terlontarkan dari hati kecilku. Aku mulai berani menatap binar matamu. mebisikan pesan bahwa aku suka padamu. Aku tau mata tak mendengar. Tapi aku yakin mata bisa menyampaikan rasaku dengan caranya sendiri.
Seolah mengerti, saat itu pun aku semakin yakin bahwa kita berdua saling jatuh hati.
Hari ini terasa mudah. Aku ingin berlama-lama menatapmu lagi dan lagi. pesonamu tak henti memukau hatiku. Aku ingin lebih dari sekedar jatuh cinta. Karena jatuh cinta saja tak cukup berarti untuk memperjuangkanmu. Aku berjanji dengan diriku sendiri, dengan segala caraku untuk membangun selalu rasa yang sama disetiap hariku. Mensyukuri itu membuat semakin yakin akan pilihanku.
Namun apa yang terjadi tak sesempurna dengan apa yang aku harapkan. Ketika kamu telah lebih dulu menutup hati dan mulai menjalani awal cerita bahagia bersama sosok yang lainya.
Waktu kadang menyudutkanku dan menyalahkanku. Aku memang terlambat. Tetapi sekali lagi aku tak berfikir untuk kembali jatuh cinta kepada yang lainnya.
Karena, "aku telah menemukanmu dan takan kubiarkan berlalu begitu saja".
28 september 2017
YOU ARE READING
Paragraf yang berbisik
Short StoryUngkapan yang selalu saja datang dari diri pada sebuah rasa yang juga selalu saja datang mengusik, dan tentang bagaimana aku yang selalu mengagumi filosofi tentang detik yang selalu menyuguhkan keadaan tak tentu dalam menjalani hari-hariku. Sebuah h...
