Prolog

8 0 0
                                        

"Gue sayang Lo. Tapi kenapa Lo lebih melihat dia yang baru aja Lo kenal!"

"Lo gila! Kita nggak boleh seperti ini!"

"Kita nggak sekandung sialan! Jangan pernah ngungkit hal itu!" Hardiknya dengan wajah dinginnya.

Bahkan guyuran hujan tak melunturkan keras kepalanya. Cowok yang aku itu hanya menatap kami berdua yang sedang saling berteriak.

"Terus gue harus gimana ?"

"Putusin dia!" Tubuhku seakan tersengat listrik yang begitu besar. Aku menatap tak percaya kepada sahabat tersayang ku.

"Apa gue harus ?" Lirihku pelan dan suara panggilan namaku membuatku menoleh. Menatap cowok yang sejak tadi hanya menatapku dengan pandangan kagetnya.

"Jika Lo sayang gue!"

Aku dengan segala keraguanku menerima semuanya. Mengorbankan perasaan yang tumbuh entah mengapa dan kenapa. Aku saja tidak tau penyebab perasaan ini tumbuh.

Yang aku tau saat ini, hanya harus merelakan hati yang telah ku simpan beberapa bulan ini.

Melepaskannya...

Ditya & DistaHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora