We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Jubah Hitam *1

54 4 0
                                        


"Ellisaa, banguunn sayang.. udah jam 8 pagi, kamu kan hari ini ada jadwal kuliah.. ayo bangun nanti terlambat". Kata Saras sambil menggoyang-goyang tubuh anaknya yang tak kunjung bangun dari tempat tidurnya.

"sebentar ma, aku masih ngantuk" sembari menutup selimut hingga menutupi kepalanya.

"ayo cepatt"

Karena anaknya tak kunjung bangun juga, Saras menarik selimut anaknya dan membuka jendela kamar Ellisha sehingga membuat cahaya mentari masuk dan memberikan efek silau pada anaknya.

Efek sinar mentari tersebut membuat Ellisa bangun dan mengerjapkan matanya beberapa kali. Kemudian ia duduk di ujung tempat tidurnya yang berukuran king size. Desainnya pun sangat indah dan elegan dengan warna biru yang mendominasi seluruh ruangan kamarnya. Dan sebuah sofa yang berada tak jauh dari tempat tidurnya.

"yaudah kamu cepetan mandi ya, terus sarapan mama sama papa tunggu dibawah".

"iya ma"

Saras keluar dari kamar anaknya. Dan tak lama Ellisa beranjak dari tempat tidurnya dan langsung mandi.

Setelah mandi, Ellisa pun bersiap-siap pergi kekampus dengan mengenakan kaos berwarna putih polos dan menggunakan jaket kulit berwana coklat beserta celana jeans panjang. Rambutnya yang panjang pun ia ikat keatas layaknya ekor kuda dan menggunakan tas selempang favoritnya berwarna biru. Setelah dirasa siap, Ellisa pun keluar dari kamarnya, karena kamarnya yang terletak di lantai 2 ia pun menuruni tangga untuk ikut sarapan bersama kedua orang tuanya tersayang yang telah mengasuhnya dengan penuh kasih dan sayang selama 18 tahun lamanya.

Ellisa POV

"Selamat pagi ma, pa"

"Pagi sayang"

Aku pun duduk di kursi sembari menyantap roti sandwich berisi daging dan meneguk segelas susu coklat hangat favoritku.

"Ma.. Pa.. aku nanti pulangnya telat ya, Fabian, Dion, Zalfa dan Rahma ngajakin aku berenang. Boleh ya ? boleh yaa ? aku udah lama ga berenang".

"Yaudah boleh, asal kamu jangan pulang malam-malam ya. Inget jam 9 malam kamu harus nyampe rumah, karena kamu itu cewek" kata Heru, ayah Ellisa.

"Makasih pa"

"Oh iya ell, gimana persiapan pesta ulang tahun mu besok ? semua persiapan udah selesai kan ?"

"Udah kok mah, ini tinggal sebar undangan aja ke temen-temen"

"Bagus deh kalo semua persiapan udah selesai"

"Yaudah ya ma.. paa.. aku berangkat dulu" aku pun berlari kecil mencium kedua pipi orang tua ku dan pergi meninggalkannya untuk menuju ke mobil hitamku dan langsung menancap gas mobil menuju kampus.

= Di Kampus =

"Pagi gaes"

"Pagi Ell, gimana lu udah izin kan sama nyokap bokap lu buat berenang nanti ?"

"Udah nih Zal, by the way Fabian kemana ya ? kok belum dateng ?"

"Ah dia kan suka telat Ell, kayak lu gatau aja kebiasaan dia"

"Emm iya sihh, oh iya Zalfa bantuin gua dong buat sebarin undangan party gua besok mumpung dosen belum dateng"

"Okay"

Lalu aku dan Zalfa beranjak dari kursi dan menuju ke kelas-kelas untuk menyebarkan semua undangan ini. Tak lupa ke kelas Dion dan Rahma pula. Karena Rahma dan Dion bukan sekelas dengan ku, melainkan jurusan Sistem Informasi, sedangkan aku, Zalfa dan Fabian adalah jurusan management. Kami kuliah di Universitas Armonia yang tak lain adalah milik keluarga ku sendiri.

My DestinyStories to obsess over. Discover now