“Maukah kau tetap berada di sisiku?
Maukah kau berjanji kepadaku?
Jika aku melepas tanganmu,
aku takut kau akan terbang menjauh lalu hancur.”
===
Pria dengan surai berwarna coklat menatap kosong ke arah halaman rumahnya, memandang derasnya hujan yang turun disertai petir. Ia menghapus air matanya yang turun deras seperti hujan saat ini.
Pria bernama lengkap Jeon Jungkook itu memegang kuat besi pembatas balkon, jemarinya yang lentik menghapus air matanya yang turun terus-menerus setiap kali dirinya memikirkan sang suami, Kim Taehyung.
Bayangan mengenai mesranya Taehyung bersama dengan seorang model seksi bernama Park Jimin terus memenuhi pikiran Jungkook. Bayangan mengenai bagaimana cara seorang Kim Taehyung mencoba memeluk model seksi itu, sangat romantis.
Rentetan doa terus diucapkan dalam batinnya, berharap semoga apa yang dilihatnya kemarin hanyalah sebuah mimpi buruk. Tapi itu semua sia-sia karena seberapa kerasnya Jungkook berusaha menepis bayangan buruknya itu, bayangan buruk itu justru makin menghantui Jungkook, membuatnya semakin merasa cemas.
"Eomma!" Suara lantang itu membuat Jungkook menoleh dan mendapati putrinya sedang berjalan ke arahnya dengan jas hujan bergambar frozen.
Dengan sigap, Jungkook menghapus air matanya. Dia tidak ingin putrinya, Taera mengetahui jika dirinya tengah menangis.
"Celamat malam eomma!" Taera memberikan sebuah kecupan selamat pagi di pipi Jungkook, sebuah hal sederhana yang sudah mampu membuat Jungkook tersenyum.
"Selamat malam juga putri eomma." Balas Jungkook sembari membantu Taera melepaskan jas hujan kesayangan Taera.
"Putri eomma sudah makan malam?" Tanya Jungkook.
"Ne eomma, tadi Taela makan belcama dengan appa dan Jimin camchon."
Hati Jungkook mencelos, pikiran-pikiran buruk mulai menghantuinya lagi. Apa Taehyung berusaha mendekatkan putrinya dengan Jimin?
"Sekarang ganti bajumu dan tidur ya, sudah malam." Jungkook mencium pipi bulat milik Taera.
Sepeninggal Taera, Jungkook hanya duduk di salah satu sofa di ruang tamu sambil merenung, pikirannya kembali kacau.
Pintu tiba-tiba terbuka, membuat Jungkook lantas menoleh ke arah pintu dan tampaklah sesosok pria dewasa dengan kulit sedikit tan bernama Taehyung dengan baju yang sedikit basah. Jungkook bangkit dari tempat ia duduk perlahan lalu berjalan ke arah Taehyung lalu membantu pria itu membuka atasannya.
"Kau kehujanan?" Tanya Jungkook sembari membantu mengeringkan rambut Taehyung.
"Iya, kau sudah makan?"
Jungkook mengangguk menanggapi pertanyaan Taehyung, walau ia tahu Taehyung tidak bisa melihat nya, karena posisi Jungkook berada di belakang Taehyung.
"Kau sudah makan Hyung?" Tanya Jungkook.
"Ne aku sudah makan tadi sayang." Jawab Taehyung.
Jungkook mengambil kemeja dan jas yang dipakai Taehyung tadi untuk dicuci esok, namun ada satu kejanggalan saat Jungkook menciumnya.
Bau parfum Jimin.
Jungkook tidak asal menuduh. Jungkook, Jimin adalah sahabat dekat, dan mana mungkin Jungkook lupa bagaimana wangi parfum kesukaan Jimin?
Jungkook melempar kedua benda itu ke kerangka cucian dengan agak kasar, dengan malas Jungkook berjalan ke kamarnya dan Taehyung. Merebahkan dirinya di atas kasur lalu membalut tubuhnya dengan selimut berwarna coklat kesayangan Taehyung setelah sebelumnya pamit untuk tidur duluan pada Taehyung.
Jungkook butuh tidur, dia butuh istirahat untuk menenangkan pikirannya yang kacau.
DU LIEST GERADE
Querida
Fanfiction"Jika kau mencintai dua orang disaat bersamaan, maka pilihlah yang kedua. Karena jika kau mencintai yang pertama, maka kau tidak akan mencintai yang kedua." -Jeon Jungkook
